• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 4 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Rewel, Dalih Orangtua Angkat Aniaya Bayi Usia 14 Bulan hingga Tewas di Kota Bandung

Editor
Rabu, 11 September 2024 - 04:53
Pasangan suami-istri di Kota Bandung, diduga telah menganiaya bayi berusia 14 bulan, anak angkat nya hingga tewas.(Foto:Istimewa).

Pasangan suami-istri di Kota Bandung, diduga telah menganiaya bayi berusia 14 bulan, anak angkat nya hingga tewas.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG – Rewel menjadi dalih dari pasangan suami-istri di Kota Bandung, Jawa Barat, hingga tega menganiaya anak angkatnya, bayi berusia 14 bulan hingga harus kehilangan nyawa. Setelah bertindak keji, pasangan suami-istri berinsial TM (26) dan RM (26) tersebut, kemudian dengan sengaja memasukan jasad bayi ke dalam ember bekas cat, untuk menutupi jejak pembunuhan yang dilakukannya.

Sebelum polisi menetapkannya sebagai tersangka pembunuhan, TM (26) dan RM (26), sempat membuat alibi. Pasangan suami-istri tersebut, mengatakan, jika anak angkatnya yang diadopsi sejak usia 4 bulan, masuk sendiri ke dalam ember bekas cat tanpa diketahuinya.

RelatedPosts

Satgas Armuzna Pastikan Kesiapan Layanan Jemaah di Arafah

Jemaah Haji Embarkasi Kertajati Wafat, Sudah Dimakamkan di Baqi Madinah

Pesan Menkomdigi Kepada Jurnalis: Jaga Kebenaran di Tengah Pusaran Arus Informasi Digital

Tindakan keji kedua tersangka menganiaya bayi berusia 14 bulan hingga harus kehilangan nyawa, dilakukan di rumah kontrakannya, di Jalan Sindang Sari Wareg, Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, pada Rabu (04/09/2024) lalu, sekitar Pukul 16.30 WIB.

“Ceritanya, sehari sebelumnya, kedua tersangka baru pindahan rumah kontrakan dari Cinunuk ke Cipadung Kulon. Dari jam 10 pagi hingga larut malam, pasangan suami-istri tersebut beres-beres rumah,” ujar Kapolsek Panyileukan, Kompol Kurnia, kepada wartawan, Rabu (11/09/2024).

Kurnia mengatakan, TM dan RM membuat alibi, sehabis beres-beres rumah, tidur bertiga dengan korban hinggai siang hari. Saat bangun besoknya, kaget melihat anaknya sudah berada di dalam ember bekas cat.

“Alibi yang dibuatnya, mustahil dan sangat tidak masuk akal. Tidak mungkin bayi masih berusia 14 bulan sudah bisa naik dan masuk ke dalam ember cat yang tinggi,” kata Kurnia.

Kurnia menyebutkan, pihaknya tidak percaya begitu saja terhadap pengakuan suami-istri tersebut, sehingga terus didalami dan akhirnya keduanya mengakui terus terang.

Kesal Korban Rewel

“Keduanya (TM dan RM), akhirnya mengakui perbuatannya, telah melakukan tindak kekerasan terhadap anak angkatnya. Keduanya bersama-sama melakukan penganiayaan hingga bayi berusia 14 bulan tersebut meninggal dunia,” ungkap Kurnia.

Kurnia menjelaskan, pengakuan dari kedua tersangka diperkuat alat bukti di TKP (tempat kejadian perkara), keterangan saksi, olah TKP oleh Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Bandung, dan hasil otopsi terhadap jasad korban di rumah sakit.

Terkait motif yang memicu tindakan keji, berdasarkan pengakuan kedua tersangka, karena korban rewel. Kedua tersangka kesal, korban terus-terusan rewel.

Kedua tersangka mengadopsi korban sejak berusia 4 bulan, sehingga sudah 10 bulan berada di bawah pengasuhannya.

Tags: Orang tua asuh bunuh anak angkatpolrestabes bandung

Related Posts

Satgas Armuzna mengecek Arafah.(Foto: Kemenhaj)

Satgas Armuzna Pastikan Kesiapan Layanan Jemaah di Arafah

Editor
4 Mei 2026

Dari hasil peninjauan, Satgas mencatat beberapa posisi atau kedudukan yang perlu dikoordinasikan dengan syarikah dan perlu ditinjau ulang, seperti kedudukan...

Masjid Nabawi Madinah.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Jemaah Haji Embarkasi Kertajati Wafat, Sudah Dimakamkan di Baqi Madinah

Editor
4 Mei 2026

Setelah mendapat penanganan di klinik bandara, jemaah tersebut kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Namun,...

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 di Car Free Day Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (03/05/2026). Foto: Ahmad Tri Hawaari/Komdigi

Pesan Menkomdigi Kepada Jurnalis: Jaga Kebenaran di Tengah Pusaran Arus Informasi Digital

Editor
3 Mei 2026

Insan pers dituntut untuk tetap menjaga nilai dan manfaat berita bagi publik di tengah tekanan kecepatan produksi informasi. SATUJABAR, JAKARTA...

Jemaah haji Indonesia.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Haji 2026: Sebanyak 74.652 Jemaah Telah Diberangkatkan Per 2 Mei 2026

Editor
3 Mei 2026

Dari sisi layanan kesehatan, sebanyak 6.823 jemaah jalani rawat jalan. 117 dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141...

Aksi anarkis diwarnai pembakaran fasilitas umum di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Jum'at (01/05/2026) malam.(Foto:Istimewa).

Peran 6 Tersangka Pelajar dalam Aksi Rusuh di Tamansari Bandung

Editor
3 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat mengungkap peran enam tersangka dalam aksi rusuh merusak dan membakar fasilitas umum di kawasan Tamansari, Kota...

Kebun Binatang Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Seleksi Pengelola Kebun Binatang Bandung Akan Diperpanjang

Editor
3 Mei 2026

Pemkot Bandung telah mengundang 85 lembaga atau pihak potensial untuk mengikuti proses seleksi tersebut. Namun, belum semua pihak memberikan respons....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.