(Foto: Dok. Kemenekraf)
Program BEKUP Global Scale-Up hadir sebagai akselerator yang mempersiapkan startup Indonesia menembus pasar internasional melalui serangkaian pendampingan intensif, proses kurasi yang terarah, serta pembukaan akses ke jejaring global yang relevan dan berkelanjutan.
SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama KUMPUL mengirim empat startup Indonesia ke ajang teknologi global Sustainable High-City Technology (SusHi Tech) Tokyo 2026 melalui program BEKUP Global Scale-Up. Program ini menjadi langkah strategis untuk mendorong ekspansi startup nasional ke pasar Jepang.
Menteri ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan bahwa partisipasi ini sebagai peluang besar besar memperkuat posisi Indonesia di ekosistem global. Diikuti lebih dari 700 startup dari 100 negara, SusHi Tech Tokyo 2026 menjadi ruang kolaborasi global bagi startup, investor, pemerintah, korporasi, dan akademisi dalam mendorong pengembangan kota berkelanjutan berbasis teknologi.
“Partisipasi Indonesia dalam forum ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke Tokyo pada Maret 2026, khususnya dalam memperkuat kerja sama Indonesia – Jepang di bidang ekonomi digital, semikonduktor, dan kecerdasan buatan (AI). Melalui keikutsertaan ini, Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya mengakselerasi realisasi investasi melalui fasilitasi business matching, penjajakan deal pipeline, serta mendorong konversi potensi kerja sama menjadi komitmen investasi nyata seperti MoU dan LoI,” ujar Menteri Ekraf saat memberi pembekalan pada program BEKUP Global Scale-Up di Jakarta, Selasa (21/4/2026) dilansir laman Kemenekraf.
Program BEKUP Global Scale-Up hadir sebagai akselerator yang mempersiapkan startup Indonesia menembus pasar internasional melalui serangkaian pendampingan intensif, proses kurasi yang terarah, serta pembukaan akses ke jejaring global yang relevan dan berkelanjutan. Program yang dimulai sejak Februari 2026 ini berhasil menarik 125 pendaftar dari seluruh Indonesia.
Melalui proses seleksi terpilih Top 10 startup terbaik yang kemudian dikurasi lebih lanjut menjadi Top 4 startup. Kurasi tahap akhir ini melibatkan kurator ahli dari Jepang seperti Creww Inn dan TechShake guna memastikan bahwa inovasi yang dibawa memiliki keselarasan (market-fit) yang tinggi dengan kebutuhan pasar industri global.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam, mengungkapkan Keikutsertaan Indonesia dalam SusHi Tech Tokyo 2026 ditargetkan memberi dampak nyata, baik dari sisi ekonomi maupun penguatan posisi Indonesia di ekosistem global. Harapannya, langkah ini dapat mendorong masuknya investasi, memperluas akses pasar global, dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
“Kami membidik 20 – 32 pertemuan bisnis dengan potensi 12–22 kerja sama, serta peluang transaksi awal senilai USD 1 hingga 5 juta. Di saat yang sama, partisipasi ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan visibilitas Indonesia, memperluas jejaring kolaborasi dengan mitra internasional, serta membuka peluang kerja sama lanjutan antarnegara,” jelasnya.
Founder and Chairperson, KUMPUL.ID, Faye Wongso mengungkapkan setelah melalui proses seleksi keempat startup ini mendapatkan kesempatan untuk melalukan business matching dan juga mencari peluang yang lebih besar dalam acara Sushi Tech Tokyo.
“Tentu harapannya nanti di sana mereka bisa mendapatkan dan akses pasar yang lebih luas atau bahkan mendapatkan bisnis partner atau investasi kepada untuk pengembangan mereka,” harapnya.
Keempat startup yang terpilih menunjukkan keragaman solusi teknologi dari Indonesia, mulai dari keberlanjutan lingkungan hingga mobilitas global:
Keempat peserta dijadwalkan akan berangkat ke Jepang pada 26 April 2026. Selama berada di sana, mereka tidak hanya memamerkan inovasi di ajang SusHi Tech, tetapi juga mengikuti Offline Business Matchmaking dengan mitra-mitra yang telah dikoordinasikan sebelumnya oleh KUMPUL dan Kementerian Ekraf.
Turut hadir dalam acara tersebut Managing Director KUMPUL.ID, Mega Prawita; Vice President of Business & Marketing, KUMPUL.ID, Ester Widya. Senior Director, Japan External Trade Organization (JETRO) Indonesia Office, Yuki Matsumoto; Senior Representative, Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia Office, Sato Akira; Project Formulation Advisor, Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia Office, Niwa Kenji. Keempat Startup Goes to Sushi Tech Para Founder & CEO dari BELL LIVING LAB, Arka Irfani; GAPAI, Radityo Susilo; IJO, Rahardyan Dewangga; serta SPUN, Christa Sabathaly.
Menteri Ekraf didampingi Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Firmansyah; Kepala Biro Komunikasi, Kiagoos Irvan Faisal; dan Direktur Aplikasi, Tri Wahyudi.
Pemusnahan itu pada produk Alat Pemadam Api Portabel (APAP) yang tidak memiliki sertifikat SNI, terdiri…
SATUJABAR, CIANJUR--Polres Cianjur, Jawa Barat, berhasil mengamankan pengemudi mobil pikap, penyebab kematian seorang advokat salah…
Kementerian Perdagangan terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha, khususnya UMKM perempuan, agar mampu beradaptasi dengan…
Kampanye “Aku Net-Zero Hero” dirancang dengan pendekatan yang sederhana, terukur, dan mudah diadopsi oleh individu/masyarakat.…
SATUJARBAR, JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk…
SATUJABAR, BANDUNG--Seorang pria lanjut usia (lansia), yang menjadi pengemudi ojek online (ojol) di Kota Bandung,…
This website uses cookies.