Berita

153 Siswa SMAN 7 Kota Cirebon Terancam Gagal SNBP, Ini Penyebabnya

Terkait sanksi ke sekolah-sekolah itu, Dedi menyatakan, akan melihat akar permasalahannya terlebih dulu.

SATUJABAR, CIREBON — Sebanyak 153 siswa SMAN 7 Kota Cirebon terancam gagal mengikuti Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Kondisi ini terjadi akibat keterlambatan pihak sekolah dalam pendaftaran ke sistem Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Para siswa dan orang tua mereka yang merasa dirugikan pun melakukan aksi protes terhadap sekolah pada Senin (3/2/2025) kemarin. DPRD Kota Cirebon juga menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang perwakilan sekolah, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah X, sejumlah siswa dan orang tua siswa.

Melihat kondisi itu, Gubernur Jabar terpilih, Dedi Mulyadi mengunjungi langsung SMAN 7 Kota Cirebon, Jumat (7/2/2025). Dia menyatakan, kedatangannya itu sebagai bentuk dukungan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

“Ya, supporting agar sekolah ini segera menyelesaikan problem yang menyangkut kelangsungan siswa yang akan meneruskan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi,” kata dia.

Dedi meminta, agar petugas yang meng-input data siswa ditambah lima orang. Dia pun memberikan dukungan pembiayaan untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Saya juga nanti mau komunikasi dengan Kementerian Pendidikan untuk portalnya (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa/PDSS) segera dibuka, agar seluruh masyarakat, orang tua, tidak mengalami kecemasan dan siswa bisa berkuliah di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi,” katanya.

Dedi memastikan, komunikasi itu akan dilakukannya secepat mungkin agar persoalan tersebut segera selesai. Dedi mengaku belum mengetahui ada berapa sekolah di Jawa Barat yang mengalami kondisi tesebut. Sejauh ini, baru ada dua sekolah dan sudah didatanginya, yakni SMA 4 Karawang dan SMAN 7 Kota Cirebon.

“Semua sekolah di Jawa Barat yang bermasalah-masalah ini akan kita cari solusinya, saya akan berikan supporting pembiayaan. Bukan dari dana APBD karena saya belum jadi gubernur,” ucapnya.

Sementara itu, terkait sanksi ke sekolah-sekolah itu, Dedi menyatakan, akan melihat akar permasalahannya terlebih dulu. Jika ternyata masalahnya terletak pada sistemnya atau kurangnya tenaga pelaksananya, maka hal itu merupakan kesalahan dari pemerintah.

“Tetapi kalau ini akibat kelalaian, kesengajaan, pasti sanksinya nanti diberikan berdasarkan ketentuan Undang-Undang Kepegawaian. Evaluasi para kepala sekolah juga kita akan (lakukan) evaluasi,” tukas Dedi. (yul)

Editor

Recent Posts

Jadi Tersangka kasus Penipuan Cek Kosong Rp.3 Miliar, Ketua HIPMI Kabupaten Bandung Ditahan

SATUJABAR, BANDUNG--Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bandung, berinisial TD, dilaporkan kasus dugaan penipuan…

3 jam ago

Wartawan dan Polisi Gadungan di Sumedang Ditangkap Peras dan Sekap Kurir Paket

SATUJABAR, SUMEDANG--Polres Sumedang, Jawa Barat, menangkap empat pelaku pemerasan mengaku-ngaku wartawan dan polisi. Korban pemerasan…

4 jam ago

Nelayan Indonesia Hanyut Ke Malaysia, KJRI Turun Tangan

SATUJABAR, JOHOR BAHRU MALAYSIA – Nelayan Indonesia hanyut ke Malaysia saat melaut namun kehabisan bahan…

6 jam ago

Penjual Mie Ayam Vs Rentenir di Pengadilan, Siapa Menang?

SATUJABAR, SUKABUMI-- Penjual mie ayam di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digugat rentenir ke pengadilan. Penjual…

6 jam ago

Waralaba Dorong UMKM Naik Kelas, Ungkap Wamendag Roro

SATUJABAR, JAKARTA – Waralaba menjadi sarana strategis dalam upaya mendorong UMKM untuk naik kelas. Wakil…

6 jam ago

Piala AFF U-19: Indonesia, Vietnam, Timor Leste, Myanmar

SATUJABAR, MEDAN – Piala AFF U-19 hasil drawing menempatkan Timnas Indonesia masuk Grup A ASEAN…

7 jam ago

This website uses cookies.