Berita

Warga Kota Bogor Jalani Vaksinasi HPV

SATUJABAR, BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) yang digelar Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bogor bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor.

Vaksinasi yang diikuti 190 peserta ini merupakan upaya pencegahan kanker leher rahim atau serviks yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Dalam keterangannya, Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa kasus kanker serviks secara nasional masih cukup tinggi dan menjadi perhatian bersama.

“Secara nasional terdapat sekitar 37.000 kasus baru, bahkan 20.700 kematian atau sekitar 56 kematian per hari. Artinya, data ini memang menjadi perhatian serius,” ujar Jenal Mutaqin di Gedung Laboratorium BPOM Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (2/4/2026) dilansir laman Pemkot Bogor.

Ia menambahkan, upaya pencegahan melalui vaksinasi perlu diiringi dengan edukasi dan peningkatan pemahaman masyarakat, mengingat gejala kanker serviks kerap tidak terdeteksi sejak dini.

“Kanker ini sulit diidentifikasi secara kasat mata. Untuk itu, diperlukan edukasi yang masif serta langkah-langkah pencegahan yang tepat agar masyarakat bisa lebih waspada,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPOM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi ini dilatarbelakangi masih tingginya angka penderita kanker serviks, khususnya di wilayah Bogor.

“Kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Vaksinasi HPV ini merupakan langkah nyata untuk menurunkan angka kematian akibat kanker serviks,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa vaksin yang digunakan telah memenuhi standar keamanan kesehatan dan pelaksanaannya bekerja sama dengan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Bogor.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut Surat Edaran Dewan Pengurus KORPRI Nasional Nomor SE-10/KU/XI/2025 tentang Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN, serta dalam rangka peringatan HUT BPOM ke-25 dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-26.

Di tempat yang sama, Ketua Bidang Pendidikan dan Penyuluhan YKI Kota Bogor, Meira Sophia, memaparkan bahwa angka kasus kanker masih menunjukkan tren peningkatan.

“Di Provinsi Jawa Barat, pada 2021 tercatat 3.941 kasus. Sementara di Kota Bogor pada 2025 terdapat 1.951 kasus kanker, dengan 103 orang di antaranya meninggal dunia,” paparnya.

Ia menambahkan, lima jenis kanker yang paling banyak diderita masyarakat Kota Bogor meliputi kanker payudara, serviks, kolorektal, prostat, dan paru-paru.

“Data ini menegaskan bahwa kanker bukan hanya masalah medis, tetapi juga masalah sosial dan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian lintas sektor,” ungkapnya.

Editor

Recent Posts

Kasus ‘Yogi Starlink’, Menkomdigi: Hormati Proses Hukum, Tapi Perlu Pembinaan

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital…

4 jam ago

Kemenhut Jatuhkan Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla

JAKARTA - Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan…

4 jam ago

ChocoRun 2026 Dorong Perempuan Aktif di Kota Bogor Jaga Kesehatan

BOGOR - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim…

6 jam ago

PSO BRT Capai Rp56 Miliar, Tunggu Kesepakan Daerah

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan anggaran hingga sekitar Rp56 miliar untuk mendukung operasional…

6 jam ago

Layanan Isbat Nikah Gratis di Kabupaten Bogor

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk,…

6 jam ago

Agribisnis Kabupaten Bogor Menggeliat di Pasar Hewan Jonggol

JONGGOL – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Dikanak) dan arahan Bupati Bogor,…

6 jam ago

This website uses cookies.