Neni Herlina Dikti. (foto: istimewa)
Pemecatan itu langsung memicu reaksi keras dari Paguyuban Pegawai Kemendiktisaintek hingga menggelar aksi unjuk rasa.
SATUJABAR, JAKARTA — Pj Rumah Tangga Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Neni Herlina diduga dipecat sepihak oleh Menteri Diktisaintek, Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Neni yang menjabat Pj Rumah Tangga Kemendiktisaintek itu mengaku dipecat secara sepihak dan tanpa surat keputusan (SK). Pemecatan itu langsung memicu reaksi keras dari Paguyuban Pegawai Kemendiktisaintek hingga menggelar aksi unjuk rasa di kantornya, kemarin.
Neni Herlina mengungkapkan, bahwa dirinya merasakan sudah ada ketegangan sejak pelantikan Mendiktisaintek yang baru dipicu oleh meja kantor. “Habis pelantikan, beres-beres, kata sekretaris yang sekarang sudah dipecat itu bilang (istri minta ganti meja kantor),” kata Neni kepada wartawan.
“Saya memang nggak tahu apa-apa. Cuma, besoknya dipangil, langsung dimarahi,” imbuhnya.
Sejak insiden meja kantor itu, Neni mengaku, sudah ditandai. Bakan, sejak saat itu dia diancam akan dipecat.
“Saya istilahnya sudah ‘ditandai’ ketika pertama kali masalah meja itu. Meja itu salah ada di ruang beliau,” kata Neni.
“Sebenarnyakan, minta ganti saja. Semenjak itu saya dipanggil. Dibilang, ‘Awas kamu sekali lagi melakukan kesalahan. Saya pecat kamu,'” ungkapnya.
Neni menambahkan, meja dipindahkan oleh pimpinan bidang rumah tangga Kemendiktisaintek yang sebelumnya. “Tapi mungkin karena saya juga, harus melaksanakan tugas mengatur tata letak segala macam, jadi mungkin kelihatan. (Istri Satryo) mungkin berpikir, ‘Bapak, itu kok masih ada?” ujarnya.
Insiden meja kantor ini, menurut Neni, yang memicu Menteri Satryo memecat dirinya secara sepihak. “(Satryo bilang) ‘Keluar kamu. Keluar kamu sekarang juga. Bawa semua barang-barang kamu, kemudian ke Dikdasmen,’ dia bilang,” ucapnya.
Puncak peristiwa ini terjadi pada Jumat, 17 Januari 2025. Pegawai Ditjen Dikti lainnya ikut campur tangan. Keterlibatan pegawai lain, menurut Neni, merupakan reaksi yang sepadan.
Sebab, Neni menilai, Kemendiktisaintek adalah institusi pendidikan yang harus jadi contoh untuk masyarakat. “Saya tidak ingin kejadian ini akan berulang terjadi. Jadi, teman-teman saya itu bekerja dalam mencekam, ketakutan. Jadi tidak ingin ada Neni-Neni yang lain yang dengan semena-mena disuruh pergi begitu saja, bahwa ini tidak adil dan sangat melanggar hak asasi manusia,” tandasnya.
Pemecatan Neni secara sepihak itu memicu reaksi keras dari Paguyupan Pegawai Ditjen Dikti Kemendiktisaintek. Mereka menggelar aksi unjuk rasa depan kantor pusat di Jakarta pada Senin (20/1/2025).
Ketua Paguyuban Pegawai Ditjen Dikti Suwitno mengatakan, aksi tersebut terjadi secara spontan. Para pegawai merasa Neni dan karyawan lain yang dipecat sudah diperlakuan tidak adil.
“Kejadiannya Jumat, teman-teman berpikir, kalau begitu Senin kita jadi Senin Hitam untuk pegawai Ditjen Dikti,” kata Suwitno.
“Kawan-kawan dari pegawai Ditjen Dikti melihat ada sesuatu yang salah sehingga kami pegawai bergerak. Tidak ada yang memaksa karena ini spontanitas sebenarnya,” imbuhnya.
Aksi unjuk rasa di Kantor Kemendiktisaintek itu diikuti oleh 235 pegawai Ditjen Dikti. Mereka mengenakan pakaian serba hitam sebagai tanda duka cita dan bentuk protes. (yul)
SATUJABAR, GARUT--Bocah berusia 9 tahun bernama Robi, yang dilaporlkan hilang di Sungai Cikandang, Kabupaten Garut,…
SATUJABAR, JAKARTA - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) untuk penetapan…
SATUJABAR, JAKARTA - PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menyiapkan total 30.712 tempat duduk layanan…
SATUJABAR, JAKARTA – Sebuah pemandangan menakjubkan akan hadir ke tengah-tengah kita. Masyarakat dapat melihat salah…
SATUJABAR, JAKARTA - Timnas Indonesia akan berlaga di Turnamen FIFA Series™ 2026 yang berlangsung di…
SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Korps Lalu…
This website uses cookies.