(Foto: Humas BRIN)
Dalam kegiatan tersebut, BRIN mengenalkan berbagai teknologi pengemasan pangan inovatif. Teknologi ini berfungsi untuk perlindungan fisik produk, menjaga kualitas, memperpanjang masa simpan, serta meningkatkan nilai estetika dan citra produk.
SATUJABAR, BANDUNG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi Pengemasan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bandung, pada Kamis (30/4). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas produk UMKM melalui pengemasan yang baik dan sesuai standar.
Bimtek tersebut merupakan program Diseminasi dan Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi (DPKPRI) dari Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN.
Dalam kegiatan tersebut, BRIN mengenalkan berbagai teknologi pengemasan pangan inovatif. Teknologi ini berfungsi untuk perlindungan fisik produk, menjaga kualitas, memperpanjang masa simpan, serta meningkatkan nilai estetika dan citra produk.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Manufaktur Peralatan BRIN, Ashri Indriati, menjelaskan bahwa pengemasan adalah cara melindungi produk agar tidak mudah rusak dan siap disimpan atau didistribusikan hingga ke tangan konsumen.
“Faktor yang mempengaruhi kerusakan produk secara keseluruhan dapat dikontrol dengan mendeteksi kerusakan mekanis, perubahan kadar air, absorbsi, interaksi dengan oksigen, serta perubahan cita rasa,” ucap Ashri dilansir laman BRIN.
Ia menambahkan, fokus utama teknologi pengemasan meliputi kemasan aktif dan pintar (smart packaging), Modified Atmosphere Packaging (MAP), coating, serta teknologi retort.
MAP merupakan metode pengemasan yang mengatur komposisi atmosfer seperti oksigen, karbon dioksida, dan uap air di dalam kemasan untuk memperlambat laju respirasi buah dan produk segar. Sementara teknologi coating adalah pengembangan lapisan pelindung yang berfungsi memperpanjang masa simpan produk pangan segar.
“Kini telah hadir teknologi steril komersial atau retort. Teknologi ini menggunakan retort pouch dan High Barrier Retort Grade (HBRG) container untuk produk olahan agar awet tanpa bahan pengawet,” jelas Ashri.
Sementara itu, CEO Rumah BUMN Bandung, A. Radinal Pramudha Sirat, menegaskan bahwa kemasan yang baik melindungi produk dari kerusakan, mempermudah distribusi, dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
“Inovasi kemasan, seperti desain menarik dan informasi jelas, terbukti meningkatkan daya saing,” tegas Radinal.
Radinal mengungkapkan, kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata bagi UMKM. Para periset BRIN memberikan pendampingan dan pelatihan penerapan teknologi pengemasan guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk UMKM tradisional agar layak dipasarkan secara global.
“Pengemasan yang baik memberikan banyak kemanfaatan,” pungkasnya.
Emiten Pertamina Group tetap mampu mempertahankan performa yang relatif kuat berkat fundamental operasional yang konsisten,…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas batangan Antam Sabtu 2/5/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual…
Inovasi strategis yang hingga saat ini paling banyak diadopsi oleh mitra industri adalah sistem smart…
Dalam surat edaran tersebut ditegaskan, selama periode darurat, pembuangan sampah ke TPA Sarimukti dihentikan sementara.…
SATUJABAR, BANDUNG – Penulis baru saja menyimak konten Sam Chui, vlogger penerbangan top dunia terkait…
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan komitmennya untuk segera membentuk Satgas Ketenagakerjaan. SATUJABAR, SUMEDANG –…
This website uses cookies.