Berita

TPS Dadakan Bermunculan, Farhan: Melanggar Hukum

SATUJABAR, BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengakui, meski jalur dan jadwal pengangkutan telah kembali normal, peningkatan timbulan sampah baru menyebabkan penumpukan harian masih terjadi. Apalagi terjadi peningkatan sampah sekitar 20 persen saat libur lebaran ini.

Dalam kondisi normal Kota Bandung menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah per hari. Namun sejak H-1 hingga H+4 Lebaran, volume tersebut meningkat sekitar 20 persen menjadi sekitar 1.800 ton per hari.

“Akibatnya, meskipun pagi hari sampah diangkut, pada sore harinya sudah kembali menumpuk. Besok paginya muncul lagi tumpukan baru dengan jumlah yang hampir sama,” ujarnya di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu, 25 Maret 2026 melalui keterangan resmi Humas Pemkot Bandung.

Kondisi ini membuat pengurangan tumpukan sampah tidak signifikan karena tingginya produksi sampah baru dari masyarakat.

Bahkan, dari total sekitar 980 ton sampah yang dapat diangkut setiap hari, masih tersisa sekitar 500 – 600 ton yang harus ditangani melalui berbagai metode pengolahan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung tengah menambah kapasitas pengolahan sampah melalui sejumlah program. Di antaranya peningkatan fasilitas petugas pemilah sampah (Gaslah), pengembangan insinerator, serta pengolahan sampah organik di beberapa wilayah seperti Ciwastra dan Gedebage.

“Pada triwulan kedua tahun ini, kami akan meluncurkan program baru berupa RDF dan penambahan kapasitas insinerator untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah,” kata Farhan.

Di sisi lain, Farhan menyoroti maraknya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal yang memperparah kondisi penumpukan.

Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 60 titik TPS ilegal yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung.

“TPS ilegal ini tidak bisa dibiarkan. Itu adalah bentuk pelanggaran hukum dan pencemaran lingkungan. Kami tidak akan mentoleransi,” tegasnya.

Pemkot Bandung saat ini berpatroli selama 24 jam untuk mengidentifikasi, mengangkut, sekaligus menutup TPS ilegal.

Selain itu, pihaknya juga menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan sampah di lokasi tersebut.

“Siapapun yang terbukti membuang sampah di TPS ilegal akan kami proses secara hukum,” ujarnya.

Farhan juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang melaporkan keberadaan TPS ilegal melalui media sosial.

Menurutnya, partisipasi warga sangat membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan di lapangan.

Ia pun mengajak seluruh warga Kota Bandung untuk berperan aktif mengurangi timbulan sampah dari rumah tangga masing-masing sebagai kunci utama mengatasi persoalan ini.

“Semua kembali kepada kita. Apakah kita mampu mengurangi sampah dari rumah sendiri atau tidak. Itu yang sangat menentukan,” tuturnya.

Editor

Recent Posts

Mobil Tabrak Sepeda Motor di Tasikmalaya, Balita 4 Tahun Tewas

SATUJABAR, TASIKMALAYA--Kecelakaan maut merenggut korban balita berusia empat tahun, terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.…

24 menit ago

Kick Off Liga Top Eropa 2026/2027 Sudah Dimulai, Belanda Paling Awal

SATUJABAR, BANDUNG - Panggung sepak bola tertinggi benua biru siap kembali bergulir memanjakan mata para…

2 jam ago

Danantara Jalin Kemitraan Strategis dengan Produsen Protein Global – JBS Group

SATUJABAR, JAKARTA - Danantara Indonesia, melalui Danantara Investment Management (DIM), telah menjalin kemitraan strategis jangka…

7 jam ago

Taman Nasional Rinjani: Titik Api Berhasil Dipadamkan

SATUJABAR, MATARAM - Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bersama unsur terkait…

7 jam ago

Jalan Santai Bersama Kang Dedie, Olahraga Sekaligus Berbagi

SATUJABAR, BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendukung kegiatan peduli antarsesama yang dikemas…

7 jam ago

BGN Perkuat Pengawasan MBG, Libatkan Guru untuk Edukasi

SATUJABAR, JAKARTA - BGN atau Badan Gizi Nasional meminta guru dan tenaga kependidikan ikut terlibat…

7 jam ago

This website uses cookies.