BGN menggelar rapat koordinasi terkait tata kelola dan penyelenggaraan MBG di sekolah secara daring, Sabtu (8/8).(Foto: Humas BGN)
SATUJABAR, JAKARTA – BGN atau Badan Gizi Nasional meminta guru dan tenaga kependidikan ikut terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Keterlibatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan MBG sebagai sarana edukasi sekaligus memperkuat pengawasan keamanan makanan sebelum dikonsumsi peserta didik.
Kepala BGN, Sudaryono atau Mas Dar, mengatakan keterlibatan guru penting untuk mendukung edukasi mengenai pola makan sehat sekaligus menjadi salah satu lapisan pengawasan terhadap makanan yang diterima siswa.
“Tujuannya tadi disampaikan oleh Pak Menteri (Dikdasmen) adalah untuk supaya sebagai ajang edukasi, menjadi tempat untuk mengedukasi siswa tadi. Selain itu juga di situ bapak, ibu guru sebagai perannya kami mohon sebagai organoleptik yang terakhir,” kata Mas Dar dalam rapat koordinasi terkait tata kelola dan penyelenggaraan MBG di sekolah secara daring, Sabtu (8/8).
Menurut Mas Dar, sebelum makanan diberikan kepada siswa, pemeriksaan keamanan pangan telah dilakukan melalui beberapa tahapan. Di tingkat sekolah, BGN menetapkan petugas penanggung jawab atau PIC yang berasal dari tenaga kependidikan, seperti tenaga administrasi atau tata usaha.
Dua orang PIC bertugas menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan melakukan pemeriksaan sebelum makanan dibagikan kepada siswa. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara organoleptik dengan melihat, mencium, dan mencicipi makanan.
“Namun di situ, tetap PIC juga melakukan satu mekanisme organoleptik, yaitu dibuka, diambil sampelnya, dibuka, kemudian dibau, dicium, dirasa, dilihat. Manakala tidak memenuhi standar, maka tidak harus atau wajib hukumnya tidak diberikan kepada siswa. Jadi PIC itu adalah layer terakhir kedua, yang memastikan bahwa menu makanan itu aman dan tidaknya,” ujar Mas Dar.
BACA JUGA: Kepala BGN: Ompreng Cantumkan Tanda Kedaluwarsa
Selain mekanisme pemeriksaan oleh PIC, Sudaryono mendorong guru untuk ikut mengonsumsi menu MBG bersama siswa. Menurutnya, hal tersebut dapat memperkuat fungsi MBG sebagai bagian dari pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan MBG di satuan pendidikan merupakan bagian integral dari kebijakan penguatan pendidikan karakter.
Menurut Mu’ti, kebijakan tersebut berkaitan dengan program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
Ia menegaskan guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan MBG di sekolah berjalan dengan baik. Namun, pelibatan tersebut tidak dimaksudkan untuk menambah beban tugas guru.
“MBG yang diselenggarakan di sekolah tidaklah dimaksudkan untuk mebebani dan menambah tugas bapak, ibu guru sekalian,” ujar Mu’ti.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga penanaman nilai dan karakter melalui kebiasaan hidup sehat serta perilaku yang baik.
Karena itu, ia berharap pelaksanaan MBG dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun generasi yang sehat, kuat, dan berkarakter.
SATUJABAR, JAKARTA - Danantara Indonesia, melalui Danantara Investment Management (DIM), telah menjalin kemitraan strategis jangka…
SATUJABAR, MATARAM - Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bersama unsur terkait…
SATUJABAR, BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendukung kegiatan peduli antarsesama yang dikemas…
SATUJABAR, JAKARTA - Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam menghadirkan solusi…
Kepala BGN Sudaryono mengatakan ompreng harus cantumkan tanda kedaluwarsa mulai pekan depan menjadi penanda bagi…
SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai keberadaan komunitas dapat turut memperkuat sektor…
This website uses cookies.