Berita

Tempe Azaki Tampil di Pameran Canadian Health Food Association 2026

SATUJABAR, VANCOUVER – Paviliun Indonesia hadir dalam pameran Canadian Health Food Association (CHFA) Natural Organic Wellness (NOW) 2026 melalui kerja sama Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Vancouver. Pameran yang dilaksanakan pada 21—22 Februari 2026 di Vancouver Convention Center, Kanada, ini merupakan salah satu ajang dagang terbesar di Kanada yang mempromosikan produk alami, sehat, dan organik. Tahun ini, CHFA NOW diikuti 900 peserta dan dihadiri sekitar 3.000 pelaku usaha yang terdiri atas distributor serta toko ritel dari berbagai wilayah di Kanada.

“Partisipasi Paviliun Indonesia pada CHFA ini merupakan partisipasi ke-4 dan akan terus dilanjutkan untuk terus mendorong produk alami dan organik Indonesia ke Kanada, tentunya dilakukan dengan kolaborasi antara KJRI dan ITPC Vancouver,” ujar Konsul Jenderal RI Vancouver, Nina Kurnia Widhi melalui keterangan resmi.

Paviliun Indonesia dibuka secara resmi oleh Konsul Jenderal RI Vancouver, Nina Kurnia Widhi didampingi Kepala ITPC Vancouver, Silvi Mustikawati pada 21 Februari 2026. Dalam pameran ini, Paviliun Indonesia memperkenalkan produk alami dan organik unggulan dari Exotique Foods, PT Azaki Food Internasional, PT IndoWooyang, PT Beta Moringa Indonesia, PT Wins Indonesia Sukses, PT Indo Tropical Group, Omitosh World FZCO, dan Archipelago Food Distributor Ltd.

Varian produk yang ditampilkan antara lain produk teh khas Indonesia, kopi spesial Indonesia, keripik tempe, keripik buah, keripik umbi, gula kelapa organik, pemanis alami, olahan mi sehat dengan bahan alami, beras beraroma, serta ubi kering.

Menurut Nina, keikutsertaan Indonesia pada CHFA tidak hanya untuk menampilkan keragaman produk alami Indonesia, tapi juga untuk menunjukkan keunikan dan kekhasan aneka produk Indonesia alami dan diperoleh dari bahan-bahan organik yang telah tersertifikasi.

Kepala ITPC Vancouver, Silvi Mustikawati menambahkan, keikutsertaan dalam CHFA merupakan peluang emas dalam menghadirkan produk Indonesia sebagai pilihan yang menjanjikan bagi pasar Kanada yang kompetitif. “Kami juga ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki produk makanan minuman yang mengutamakan kesehatan bagi konsumennya melalui bahan baku organik pilihan. Kami berharap, potensi transaksi perdagangan sebesar USD 7,6 juta yang didapat dari pameran ini dapat terealisasi,” imbuhnya.

Salah satu peserta pameran, PT Azaki Food International, memiliki visi ‘Azaki Tempe Mendunia’, yaitu membawa tempe sebagai superfood tradisional Indonesia ke panggung global sebagai bagian dari masa depan pangan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih sedalamnya kepada ITPC dan KJRI Vancouver yang telah mengajak kami. Melalui partisipasi langsung ini, kami juga memperoleh insight yang lebih mendalam mengenai persyaratan pasar, preferensi konsumen, standar kualitas, hingga ekspektasi terhadap inovasi produk. Serta dipertemukan dengan target pasar yang tepat, termasuk buyer, distributor, dan konsumen yang memiliki minat tinggi terhadap produk pangan sehat dan berbasis nabati,” ujar CEO PT Azaki Food International, Cucup Ruhiyat.

Pada 2025, total perdagangan Indonesia-Kanada mencapai USD 4,36 miliar, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD 3,6 miliar. Ekspor Indonesia ke Kanada mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi, yaitu sebesar 17,68 persen, dari USD 1,44 miliar pada 2024 menjadi USD 1,69 miliar pada 2025.

“Angka tersebut mencerminkan potensi besar yang dapat terus dikembangkan melalui sinergi berbagai pihak dan partisipasi aktif dalam pameran dagang seperti CHFA NOW dan dapat lebih ditingkatkan lagi melalui pemanfaatan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) setelah memasuki masa implementasi,” tegas Silvi.

Menurut Silvi, berdasarkan laporan Global Organic Trade, pasar produk organik Indonesia diproyeksikan akan terus mencatat pertumbuhan positif dengan nilai Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 7,8 persen selama periode 2023–2028. Sejalan dengan tren tersebut, nilai pasar diperkirakan mencapai USD 1,67 miliar pada 2028. “Proyeksi pertumbuhan ini membuka peluang strategis untuk semakin memperkuat posisi dan meningkatkan ekspor produk organik Indonesia ke pasar internasional, khususnya ke negara-negara dengan tingkat preferensi konsumen yang semakin tinggi terhadap produk organik berkualitas,” tutupnya.

Editor

Recent Posts

Singapore Open 2026: Fajar/Fikri Maju Ke Final, Lawan Wakil India

SATUJABAR, JAKARTA – Singapore Open 2026 memasuki babak semifinal Sabtu 30 Mei 2026 di Singapore…

7 jam ago

Singapore Open 2026: Alwi Farhan Kandas di Semifinal

SATUJABAR, JAKARTA – Singapore Open 2026 memasuki babak semifinal Sabtu 30 Mei 2026 di Singapore…

8 jam ago

Kurban Ramah Lingkungan ala PWI Indramayu, Kemas Daging Pakai Besek Bambu dan Daun Jati, Aroma Daging Tambah Wangi

SATUJABAR, INDRAMAYU - Aroma khas daun jati dan anyaman bambu merebak di sekretariat Persatuan Wartawan…

10 jam ago

Berantas Kejahatan Jalanan, Polrestabes Bandung Bentuk Tim Khusus Reaksi Cepat

SATUJABAR, BANDUNG--Maraknya kejahatan jalanan, termasuk kejahatan begal, mendesak Polrestabes Bandung mengambil langkah cepat dalam memberikan…

11 jam ago

Harga Patokan Ekspor Produk Kulit Tetap, Kayu Bervariasi

SATUJABAR, JAKARTA – Harga Patokan Ekspor produk kulit pada periode Juni 2026 dibanding periode sebelumnya…

11 jam ago

Harga Referensi biji kakao periode Juni 2026 Naik

SATUJABAR, JAKARTA – Harga Referensi biji kakao periode Juni 2026 ditetapkan sebesar USD 3.832,17 per…

11 jam ago

This website uses cookies.