Berita

Taman Nasional Tesso Nilo Riau Sambut Anak Gajah Berita

SATUJABAR, RIAU – Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau menyambut seekor anak gajah lahir dari induk bernama Ria. Anak gajah berkelamin betina ini saat ini dalam kondisi sehat, aktif bergerak, serta sudah menyusu secara normal. Tidak ditemukan cacat fisik pada anak gajah ini.

Kelahiran anak gajah ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB ketika Mahout (Pawang gajah) Erwin Daulay memindahkan gajah dari ikatan ke lokasi angonan. Sekitar 1 km dari Pos Jaga/Kantor Resort Konservasi Gajah Sumatera, Mahout Erwin menemukan bayi gajah yang baru lahir, lengkap dengan ari-arinya. Observasi awal dilakukan langsung oleh Mahout, kemudian diteruskan tim dokter hewan yang memastikan bayi gajah aktif, berdiri, dan menyusu secara berulang.

“Induk gajah Ria dan bayi gajah kini terus dipantau tim dokter hewan untuk memastikan kesehatan keduanya tetap terjaga,” ujar Kepala Balai Tesso Nilo, Heru Sutmatoro melalui keterangan resmi.

Kelahiran ini menjadi bukti keberhasilan upaya konservasi gajah Sumatera yang dilakukan Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).

Anak gajah ini merupakan anak kelima dari Gajah Ria yang lahir di Camp Elephants Flying Squad TNTN, sebagai hasil breeding dengan gajah liar. Sebelumnya, gajah Ria telah sukses melahirkan empat ekor anak gajah yang diberi nama Tesso, Tino, Harmoni, dan Domang. Saat ini, kondisi gajah Ria dan bayinya terus dipantau secara intensif oleh Tim Mahout dan Tim Dokter Hewan untuk memastikan masa pemulihan berjalan optimal.

Dalam rentang waktu 8 tahun terakhir, Elephant Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo telah mengalami 4 kali kelahiran anak gajah dari dua induk gajah jinak, yaitu Lisa dan Ria. Rentetan kelahiran ini menjadi bukti nyata dan penguatan fakta bahwa kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo merupakan habitat penting yang berkontribusi besar dalam upaya peningkatan populasi Gajah Sumatera.

Pada tahun 2011 IUCN telah menetapkan status konservasi Gajah Sumatera ke dalam kategori Critically Endangered (CR) atau berada di ambang kepunahan. Satwa eksotis ini juga merupakan mamalia yang dilindungi undang-undang berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

Dengan lahirnya bayi gajah sehat ini, jumlah total gajah yang berada di Camp Elephants Flying Squad TNTN kini bertambah menjadi 8 ekor, yang terdiri dari 3 ekor gajah dewasa, 2 ekor gajah remaja, dan 3 ekor anak gajah.

Kementerian Kehutanan menegaskan, kelahiran bayi gajah ini menjadi motivasi lebih bagi pihaknya untuk terus menjaga populasi gajah Sumatera dan melindungi ekosistem hutan yang menjadi rumah mereka.

 

Editor

Recent Posts

China Open 2026: Fajar/Fikri Juara Ganda Putra

SATUJABAR, CHANGZHOU – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…

3 jam ago

Senator Agita: Kepastian Status PPPK Pendidikan dan Kesehatan Menjadi Kunci Menjaga Layanan Publik

SATUJABAR, BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan…

4 jam ago

China Open 2026: Hasil Sementara Final Minggu 26 Juli 2026

SATUJABAR, CHANGZHOU – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…

4 jam ago

12 Penumpang Speedboat SB. Mister Un Berhasil Dievakuasi Selamat

12 Penumpang kapal yang merupakan warga asing berhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan. Tim kini fokus…

15 jam ago

Buruan SAE Kota Bandung, Diplomasi Pangan Global

SATUJABAR, BANDUNG - Buruan SAE Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional.…

15 jam ago

Bandung Arts Festival #12, Kolaborasi Seni Lintas Negara

SATUJABAR, BANDUNG - Bandung kembali menghadirkan ruang apresiasi seni dan budaya melalui penyelenggaraan Bandung Arts…

15 jam ago

This website uses cookies.