Talasemia.(IMAGE: Humas Pemkot Bandung)
BANDUNG – Talasemia adalah kelainan darah yang diturunkan dari orang tua kepada anak, disebabkan oleh berkurangnya atau tidak terbentuknya protein hemoglobin yang penting bagi tubuh. Akibatnya, sel darah merah (eritrosit) menjadi mudah pecah, yang menyebabkan anemia dan membuat pasien tampak pucat.
Menurut informasi dari Dinas Kesehatan Kota Bandung (@dinkeskota.bdg), terdapat tiga jenis talasemia berdasarkan gejalanya:
Penting untuk diketahui bahwa talasemia adalah penyakit keturunan dan bukan penyakit menular. Skrining melalui pemeriksaan darah sangat dianjurkan untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Skrining sebaiknya dilakukan pada usia remaja atau calon pengantin untuk mendeteksi apakah salah satu calon orang tua memiliki gen pembawa sifat talasemia.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan status pembawa sifat, disarankan untuk melakukan konseling genetik sebelum menikah atau hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan khusus selama kehamilan oleh dokter spesialis kandungan yang terlatih dapat membantu mengetahui apakah janin berisiko terlahir dengan talasemia.
North Hub Development Project menelan investasi US$11,8 miliar menargetkan produksi 1.000 MMSCFD gas dan 80.000…
Ekspor kakao Indonesia pada 2025 sebesar USD 3,60 miliar, naik tiga kali lipat bila dibandingkan…
SATUJABAR, YOGYAKARTA - Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengunjungi UMKM Coklat nDalam dan Base Artisan di…
Rumah Sayur menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus meningkatkan…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Agama membuka akses pelaporan dugaan kekerasan melalui Aplikasi Manajemen Aduan Antikekerasan…
SATUJABAR, JAKARTA – Wamenhaj atau Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan integritas…
This website uses cookies.