Gaya Hidup

Talasemia: Penyakit Keturunan yang Perlu Diwaspadai

BANDUNG – Talasemia adalah kelainan darah yang diturunkan dari orang tua kepada anak, disebabkan oleh berkurangnya atau tidak terbentuknya protein hemoglobin yang penting bagi tubuh. Akibatnya, sel darah merah (eritrosit) menjadi mudah pecah, yang menyebabkan anemia dan membuat pasien tampak pucat.

Menurut informasi dari Dinas Kesehatan Kota Bandung (@dinkeskota.bdg), terdapat tiga jenis talasemia berdasarkan gejalanya:

  1. Talasemia Mayor: Umumnya terdeteksi sejak bayi, gejalanya meliputi pucat, lemah, lesu, dan sering sakit. Pasien dengan jenis ini memerlukan transfusi darah secara teratur setiap 2-4 minggu seumur hidup.
  2. Talasemia Minor/Trait: Biasanya tidak menunjukkan gejala, individu tampak normal, tetapi hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar hemoglobin yang sedikit di bawah normal.
  3. Talasemia Intermedia: Umumnya terdiagnosis pada anak yang lebih besar dan tidak memerlukan transfusi darah rutin.

Penting untuk diketahui bahwa talasemia adalah penyakit keturunan dan bukan penyakit menular. Skrining melalui pemeriksaan darah sangat dianjurkan untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Skrining sebaiknya dilakukan pada usia remaja atau calon pengantin untuk mendeteksi apakah salah satu calon orang tua memiliki gen pembawa sifat talasemia.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan status pembawa sifat, disarankan untuk melakukan konseling genetik sebelum menikah atau hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan khusus selama kehamilan oleh dokter spesialis kandungan yang terlatih dapat membantu mengetahui apakah janin berisiko terlahir dengan talasemia.

Editor

Recent Posts

Turun! Harga Emas Batangan Antam Kamis 23/4/2026 Rp 2.805.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas batangan Antam Kamis 23/4/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual…

1 jam ago

Sindikat Bisnis Kayu Ilegal Antar Pulau di Balikpapan Dibongkar

Operasi sindikat ini terungkap saat sebuah truk kedapatan mengangkut kayu jenis ulin dengan dokumen Surat…

2 jam ago

BRIN: Makanan Siap Saji Dimasak Tanpa Api untuk Dukung Layanan Haji

Dengan teknologi ini, makanan dapat dipanaskan hanya dengan menambahkan air dingin dan tidak perlu pemanas…

3 jam ago

Antisipasi El Nino Godzilla 2026, BMKG & Kemenhut Perkuat Sinergi Preventif

Per 21 April 2026, jumlah titik api Indonesia mencapai 1.777 titik dengan Riau dan Kalimantan…

3 jam ago

Industri Kendaraan Listrik Nasional Kian Kokoh Berkat Early Adopter

Pada tahun 2025, market share kendaraan listrik telah mencapai 21,71 persen, yang terdiri dari battery…

3 jam ago

Pertamina Dukung Penegakan Hukum Penyalahgunaan BBM dan Elpiji

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Pertamina melalui Subholding Pertamina Patra Niaga telah melakukan pembinaan terhadap…

4 jam ago

This website uses cookies.