Berita

Tahun Baru Imlek Sambut Shio Naga Kayu

SATUJABAR, BANDUNG – Tahun baru Imlek akan jatuh pada 10 Februari 2024 mendatang.

Tahun ini adalah shio Naga Kayu yang melambangkan kekuatan, kemakmuran, keberuntungan, kehormatan hingga kesuksesan.

Shio di tahun Naga Kayu 2024 ini membawa peluang kepemimpinan dan refleksi diri.

Naga dapat mengantisipasi periode yang membawa prestasi besar dan kesempatan untuk pertumbuhan pribadi yang signifikan.

Sedangkan, unsur kayu melambangkan pertumbuhan, kelenturan, dan kepedulian terhadap benda-benda di alam.

Mirip dengan pohon yang tumbuh menjulang ke langit, kayu mewakili gagasan untuk menjadi lebih besar dan menyesuaikan diri dengan situasi baru.

“Tahun Naga Kayu 2024 menjadi tahun perubahan baru yang penuh potensi dan peluang,” kata Pembina Vihara Tanda Bakti, Tan Tjong Boe dilansir bandung.go.id

Tan mengungkapkan, terlepas dari tahun sebelumnya yang dilanda bencana Covid-19, tahun 2024 ini lebih ambisius dan memiliki energi positif.

“Kita harapkan tahun ini sangat baik, karena tahun naga ini unik apalagi unsur kayu yang inovatif dan krearif. Dimaknai memiliki fleksibilitas yang tinggi,” bebernya.

Ia mengatakan, berbagai unsur naga mulai dari api hingga kayu memiliki ciri khas yang unik.

“Awal sebelum kayu itu api, baru kayu, tanah, logam dan air. Itu berkaitan semua saling mendukung. Kita yakini tahun ini memiliki misi luar biasa, ambisius, sehingga tahun ini lebih maju dari tahun sebelumnya,” tutur Tan.

TAHUN BARU IMLEK

Perayaan Tahun Baru Imlek 2024 pada 10 Februari mendatang tinggal menghitung hari. Bagi penganut Konghucu, tahun baru Imlek sebagai hari kemenangan.

Menurut Pembina Vihara Tanda Bakti, Tan Tjong Boe mengungkapkan, Imlek adalah sebuah acara yang sangat tradisional dari negara Cina, dan sudah menyebar ke seluruh dunia. Hari luar biasa, atau bisa disebut dengan hari kemenangan.

Imlek sama seperti hari besar agama lain, kumpul bersama keluarga, makan makanan khas hingga bagi-bagi angpao.

“Hari Imlek ini hari besar, bisa kumpulkan sanak saudara untuk kebersamaan silaturahmi. Imlek berbagi rezeki dan kasih. Kita mendapatkan hasil, sebagian rejeki kita bagikan, biasanya angpao. Sekecil apapun yang kita berikan penting maknanya,” ungkap Tan.

Saat peringatan Imlek, banyak menu makanan yang disajikan untuk disantap bersama keluarga, seperti mie, ikan, dodol hingga sayuran.

“Menu imlek itu oriental, ada mie, ikan, ayam, sayuran atau capcay itu pasti ada. Jadi setiap makanan itu ada maknanya, sehingga kami menyajikan ini sebagai salah satu syukur,” ungkapnya.

Namun di tahun ini, lanjut Tan berdekatan dengan pesta demokrasi sehingga ada pembatasan kegiatan untuk menjaga toleransi antar umat.

Editor

Recent Posts

KONI Sokong Pencak Silat Hadir di Olimpiade

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mendukung Pencak…

55 menit ago

Piala Dunia 2026: Kolombia Salip Portugal di Top Klasemen

SATUJABAR, BANDUNG - Piala Dunia 2026, Selasa 23 Juni 2026 waktu setempat atau Rabu 24…

3 jam ago

Putri Indonesia Asal Karawang Raih Miss International Ethnic Pageant 2026 di Sabah

Alisya Ziliana, mahasiswi berusia 20 tahun asal Karawang Jawa Barat, tampil memukau di hadapan dewan…

3 jam ago

Kemendag Komit Lindungi Konsumen Marketplace

Kemendag telah meminta klarifikasi kepada PT Tokopedia (TikTok Shop by Tokopedia) guna memperoleh penjelasan atas…

4 jam ago

Kemenperin: Industri Komponen Otomotif Tetap Beroperasi Normal

SATUJABAR, JAKARTA - Menindaklanjuti pemberitaan yang berkembang terkait dugaan relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari…

4 jam ago

Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Diisolasi di Sel Khusus

SATUJABAR, BANDUNG--Taufik Hidayat yang berhasil ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan…

4 jam ago

This website uses cookies.