Berita

Survei LSI Denny JA Sebut Paslon Dedi-Erwan Tembus 70 Persen, Syaikhu: ASIH Mampu Menangkan Pemilu

Memanfaatkan waktu kampanye tersisa, ASIH akan mendongkrak elektabilitas sebelum pemungutan suara pada 27 November 2024.

SATUJABAR, BANDUNG — Elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan menembus 70 persen, dan sulit untuk dikejar pasangan lain. Namun demikian, calon gubernur Jabar nomer urut tiga Ahmad Syaikhu menanggapi kalau hasil survei LSI Denny JA itu tak akan memengaruhinya.

Syaikhu yakin, dirinya bersama pasangannya Ilham Akbar Habibie, akan mampu memenangkan Pilgub Jabar 2024. Terlebih lagi, masih ada waktu sekitar satu setengah yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak elektabilitas sebelum pemungutan suara pada 27 November 2024.

“Masih ada waktu. Walaupun dua bulan kurang, masih (bisa) untuk mengejar itu,” ujar Syaikhu optimis.

Yang terpenting saat ini, bagi dia dan pasangannya, adalah melakukan sosialisasi dan kampanye mengenai program, serta visi misi kepada masyarakat dari rumah ke rumah, untuk meyakinkan pemilih dengan mendatangi seluruh kota/kabupaten di Jabar.

“Biasa survei yang begitu. Kita yang penting hari ini. kita hari-hari kerja. Di kurang dari 60 hari ini, saya berkeliling ke kabupaten/kota dalam upaya untuk menjangkau masyarakat. Mudah-mudahan berjalan dengan usaha ini juga survei akan terus bisa semakin meningkat,” ucapnya.

Keyakinan Syaikhu ini juga tidak lepas berkaca pada kontestasi Pilgub Jabar 2018 silam. Di mana kala itu sejumlah lembaga survei mengunggulkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Syaikhu yang kala itu mendampingi Sudrajat, elektabilitasnya hanya berkisar di angka 10 persen. Namun pada hasil pemungutan suara, pasangan Sudrajat-Syaikhu hampir mengejar pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, karena hanya selisih 4,14 persen.

Saat itu, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul mendapatkan 7.226.254 suara atau 32,88 persen. Kemudian disusul Sudrajat-Ahmad Syaikhu dengan raihan 6.317.465 suara atau setara dengan hitungan 28,74 persen.

Sedangkan untuk pasangan nomor urut empat, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, mendapatkan suara 5.663.198 atau 25,77 persen. Terakhir, pasangan nomor urut dua, Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan, mendapatkan suara 2.773.078 atau 12,62 persen.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif LSI Denny JA Toto Izul Fatah menyebut, elektabilitas pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan lebih dari 70 persen. Hasil dari survei dengan 440 responden yang terbagi dari tujuh kabupaten/kota, yakni Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Subang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut dan lainnya.

Dimana margin of error sebesar 4,8 persen, dengan metode multistage random sampling tatap muka langsung kepada responden.

“Hasilnya saya kira sudah cukup menggambarkan potret potensi kemenangan pasangan nomor urut 4,” begitu ujar Toto.

Dia mengatakan, hanya tsunami politik yang dapat menggagalkan kemenangan pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan, bila melihat hasil survei tersebut. (yul)

Editor

Recent Posts

Diduga Cabuli 6 Santri, Pimpinan Ponpes di Sukabumi Diburu Polisi

SATUJABAR, SUKABUMI--Seorang pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berinisial MSL, ditetapkan sebagai…

26 menit ago

bank bjb Salurkan Rp700 Miliar untuk 35.000 Rumah di Jawa Barat

BANDUNG - bank bjb terus memperkuat peran strategisnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui perluasan…

3 jam ago

Bazar Rakyat di Monas Dongkrak UMKM

SATUJABAR, JAKARTA - Kawasan Monumen Nasional (Monas) dipenuhi semangat kebersamaan dalam gelaran Bazar Rakyat 2026…

3 jam ago

Wamen Haji Indonesia dan Arab Bertemu di Madina, Ini yang Dibahas

SATUJABAR, MADINAH - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak  menegaskan keselamatan jemaah…

3 jam ago

Wali Kota Bandung Janji Prioritaskan Jalan Rusak

SATUJABAR, BANDUNG – Sebanyak 17 ruas jalan menjadi prioritas Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan untuk…

3 jam ago

Pengakuan Youtuber ‘Resbob’ dalam Sidang Kasus Menghina Suku Sunda

SATUJABAR, BANDUNG--Sidang lanjutan kasus ujaran kebencian penghinaan terhadap Suku Sunda di media sosial, dengan terdakwa…

3 jam ago

This website uses cookies.