Foto lawas properti hotel di Sukabumi.(Image: Wikipedia)
Di kaki pegunungan Jawa Barat, di antara udara yang sejuk dan lanskap yang hijau, berdiri sebuah kota yang namanya terdengar sederhana namun penuh makna: Sukabumi.
Namun, tahukah kita bahwa nama “Sukabumi” bukanlah nama yang lahir begitu saja?
Kisahnya bermula pada masa kolonial Hindia Belanda, ketika wilayah ini dikenal dengan nama Soekaboemi—ejaan lama yang digunakan oleh pemerintah kolonial. Nama ini mulai dikenal luas sejak abad ke-19, terutama ketika daerah ini berkembang sebagai kawasan perkebunan dan tempat peristirahatan orang-orang Eropa.
Dalam berbagai catatan resmi pemerintah daerah, termasuk yang dihimpun oleh Pemerintah Kota Sukabumi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, disebutkan bahwa nama “Sukabumi” memiliki akar dari bahasa Sunda dan Sanskerta.
Kata “suka” berarti senang atau bahagia, sementara “bumi” berarti tanah atau tempat tinggal. Secara harfiah, Sukabumi dapat dimaknai sebagai “tanah yang disukai” atau “tempat yang menyenangkan untuk ditinggali.”
Makna ini bukan sekadar simbolik. Sejak dahulu, wilayah ini memang dikenal memiliki iklim yang sejuk, tanah yang subur, dan pemandangan alam yang indah. Tak heran jika pada masa kolonial, Sukabumi menjadi tempat favorit bagi para pejabat Belanda untuk beristirahat dari panasnya Batavia.
Seiring berjalannya waktu, ejaan Soekaboemi berubah menjadi Sukabumi, mengikuti perkembangan bahasa Indonesia setelah kemerdekaan. Nama itu tetap dipertahankan, seolah menjadi warisan yang menyimpan harapan: bahwa daerah ini akan selalu menjadi tempat yang disukai oleh siapa pun yang datang.
Hari ini, Sukabumi bukan hanya sekadar nama kota. Ia adalah identitas, sejarah, dan doa yang terus hidup—tentang sebuah tanah yang sejak dulu hingga kini tetap menghadirkan rasa “suka” bagi penghuninya.
Sumber:
Pemerintah Kota Sukabumi – Sejarah dan asal-usul nama daerah (portal resmi pemkot).
Pemerintah Kabupaten Sukabumi – Profil daerah dan etimologi nama Sukabumi.
Arsip kolonial Hindia Belanda terkait penamaan “Soekaboemi” (rujukan historis administrasi wilayah).
SATUJABAR, BANDUNG--Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan pasca-Idulfitri 1447 Hijriah, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Mukhlishiina Lahuddiin…
SATUJABAR, CIANJUR--Banjir menerjang dua kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Banjir yang disebabkan luapan sungai…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas batangan Antam Senin 6/4/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual…
SATUJABAR, JAKARTA - Hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah…
SATUJABAR, JAKARTA – Viral di media sosial terkait fenomena objek terang yang melintas di langit…
SATUJABAR, JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerjunkan tiga tim…
This website uses cookies.