Berita

Stimulus Ekonomi Transportasi Disiapkan

Stimulus ekonomi melalui sektor transportasi menjelang liburan sekolah serta pada periode Natal dan Tahun Baru.

SATUJABAR, JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi melalui sektor transportasi menjelang liburan sekolah serta pada periode Natal dan Tahun Baru. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap terjangkau sekaligus mendorong perputaran ekonomi nasional. Stimulus tersebut mencakup seluruh moda transportasi.

“Kemenhub menyiapkan sejumlah stimulus transportasi, meliputi semua moda transportasi, baik darat, laut, udara, dan kereta api. Diharapkan dengan pemberlakukan stimulus ini, masyarakat bisa memanfaatkannya sehingga bisa mendapatkan tiket dengan harga yang terjangkau. Selanjutnya, dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, diharapkan terjadi pertumbuhan ekonomi yang baik selama liburan sekolah,” jelas Menhub Dudy pada acara Media Briefing di Jakarta, Jumat (26/6).

Pada periode libur sekolah 2026, Kemenhub menyiapkan diskon tiket kereta api ekonomi sebesar 30% untuk 1.174.624 penumpang. Potongan ini berlaku untuk semua KA Komersil kelas Ekonomi (150 KA reguler dan 26 KA tambahan) di semua lintas pelayanan Jawa dan Sumatra Utara. Selain itu, angkutan laut mendapat diskon 30% tarif dasar untuk 693.690 penumpang yang berlaku untuk seluruh penumpang kabin ekonomi pada seluruh ruas trayek kapal penumpang.

Pada angkutan penyeberangan, diberikan pembebasan 100% tarif jasa kepelabuhanan untuk 164.087 penumpang dan 377.334 kendaraan. Ini berlaku untuk penumpang pejalan kaki dan kendaraan Golongan II dan Golongan IV A (14 Pelabuhan dan 7 Lintasan). Sementara, pada angkutan udara diberlakukan pembebasan PPN 100% dari tarif dasar penerbangan (TDP) untuk 2.370.568 penumpang yang berlaku untuk seluruh penerbangan dalam negeri.

Di sisi lain, Kemenhub juga menyiapkan penguatan konektivitas transportasi di Jakarta melalui sejumlah proyek strategis. Fokusnya antara lain beautifikasi Stasiun Gambir, pembangunan Stasiun JIS, pengembangan TOD Sudirman, dan peningkatan elektrifikasi lintas Tanah Abang–Rangkasbitung.

Stasiun Gambir rencananya akan dikembangkan untuk melayani kereta jarak jauh sekaligus layanan kereta rel listrik (KRL) agar akses masyarakat semakin mudah. Dengan penampilan baru Stasiun Gambir, Menhub Dudy berharap stasiun ini menjadi wajah baru layanan kereta api di Jakarta. Menhub juga menegaskan dukungan terhadap layanan kereta api menuju kawasan JIS dan Ancol melalui stasiun baru yang terintegrasi dengan transportasi publik lainnya.

Selain itu, Menhub juga mendorong hadirnya kawasan Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Sudirman yang akan menghubungkan enam moda transportasi utama Jakarta dalam satu kawasan. Keenam moda tersebut yakni KRL, LRT Jakarta, Kereta Bandara, LRT Jabodebek, MRT, dan TransJakarta. Kehadiran simpul integrasi ini diharapkan memperkuat mobilitas warga Jakarta dan membuat perpindahan antarmoda menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien.

“Kami berharap Jakarta akan terkoneksi secara lebih luas lagi dengan adanya TOD Stasiun Sudirman ini. TOD ini akan menghubungkan semua moda transportasi utama di Jakarta sehingga masyarakat bisa mengakses seluruh wilayah DKI Jakarta dengan mudah,” ujar Menhub Dudy.

Kemenhub juga memberi perhatian pada peningkatan elektrifikasi lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang saat ini menjadi salah satu koridor dengan penumpang padat. Program ini disiapkan untuk menambah kapasitas layanan agar rangkaian kereta yang lebih panjang dapat segera dioperasikan demi mengurangi kepadatan dan memperbaiki headway.

Sementara, untuk periode Natal dan Tahun Baru 2026–2027, Kemenhub bersama para pemangku kepentingan juga menyiapkan stimulus ekonomi lanjutan di sektor transportasi. Skema yang disusun mencakup diskon kereta api ekonomi, angkutan laut, dan penyeberangan dengan total estimasi manfaat bagi 1.647.435 penumpang dan 467.118 kendaraan.

Melalui rangkaian stimulus dan pembangunan infrastuktur transportasi tersebut, Kemenhub menegaskan komitmennya untuk menghadirkan transportasi yang lebih inklusif, terjangkau, dan terkoneksi. Kebijakan ini sekaligus diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat serta memperbaiki layanan mobilitas di Jakarta dan daerah lainnya.

Editor

Recent Posts

Sports Science: Sejauh Mana Diterapkan di Indonesia?

SATUJABAR, JAKARTA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat melalui Bidang Sport Science dan Iptek…

1 jam ago

Penyelundupan Satwa Liar ke Oman Digagalkan

Penyelundupan satwa liar tujuan Oman melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta digagalkan Gakkum Kemenhut. SATUJABAR, JAKARTA -…

1 jam ago

Pemkot Bogor Bongkar JPO Paledang

SATUJABAR, BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi memulai pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di…

2 jam ago

Mapag Pajajaran Anyar, Ikhtiar Pemkab Bogor Lestarikan Budaya dan Sejarah

SATUJABAR, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk…

2 jam ago

Kemenhaj: Per 1 Juli Jemaah Umrah dan Haji Khusus Lewat Terminal 2F

SATUJABAR, JAKARTA – Kemenhaj atau Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia resmi menetapkan bahwa seluruh…

2 jam ago

Mama Syatibi, Ulama Kharismatik Sumedang

Mama Syatibi, ulama kharismatik asal Sumedang ikhlas dalam berdakwah. Dengan jalan kaki, naik delman, naik…

5 jam ago

This website uses cookies.