Berita

SPPG di Jabar Diultimatum Urus SLHS Sebelum 30 Oktober 2025

SATUJABAR, BANDUNG–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengultimatum seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), paling lambat 30 Oktober 2025. Peringatan tegas tersebut, sebagai upaya memperkuat tata kelola dan jaminan kebersihan dalam penyelenggaraan program Makanan Bergizi (MBG) di wilayah Jawa Barat.

Buntut rentetan kasus keracunan massal disebabkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), memantik Pemerintah Provinisi (Pemprov) memberikan peringatan tegas. Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jawa Barat, diultimatum segera mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), paling lambat 30 Oktober 2025.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan, evaluasi terhadap kinerja SPPG telah dilakukan secara menyeluruh bersama-sama Badan Gizi Nasional (BGN). Herman menyebutkan, masih banyak SPPG yang belum memenuhi kewajiban administratif dan standar kebersihan yang telah diatur dan ditetapkan pemerintah.

“Kita sudah mengadakan rapat konsolidasi dengan BGN, Korwil, dan perwakilan SPPG. Tindak lanjut hasil konsolidasi juga sudah dilakukan bersama Kepala Dinas Kesehatan. Kita monitoring ketat, jika pertengahan bulan ini belum ada progres signifikan, kita undang semua perwakilan SPPG dari 27 Kabupaten dan Kota,” ujar Herman, dalam keterangannya kepada wartawan, Jum’at (10/10/2025).

Herman merinci, dari total 2.131 SPPG yang sudah berdiri di wilayah Jawa Barat, baru 17 SPPG yang mengantongi SLHS. Sementara 347 lainnya dalam proses pengajuan, dan 1.767 belum mengajukan sama sekali.

“Dalam pedoman Surat Edaran Menteri Kesehatan, setiap SPPG wajib memiliki SLHS paling lambat satu bulan setelah dibangun. SLHS itu sebenarnya sederhana, cukup diurus ke Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota, dan diterbitkan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota. Jadi tidak ada alasan menunda-nunda lagi,” kata Herman.

Herman menegaskan, untuk mempercepat kepatuhan, Pemprov Jawa Barat mengultimatum dan menetapkan, SLHS sudah diurus seluruh SPPG, paling lambat 30 Oktober 2025. Jika target tidak tercapai, maka akan memberikan rekomendasi kepada BGN untuk memberhentikan sementara SPPG yang belum memiliki SLHS.

“Target Pemprov bersama BGN melalui Korwil yang ada di Provinsi Jawa Barat, sampai 30 Oktober 2025, semua SPPG yang sudah beroperasi harus punya SLHS. Jika tidak bisa dipenuhi, maka rekomendasinya ke BGN, SPPG diberhentikan sementara,” tegas Herman.

Editor

Recent Posts

Balapan Liar di Garut Dibubarkan Polisi, 5 Pemuda dan 12 Sepeda Motor Diamankan

SATUJABAR, GARUT--Aksi balapan liar di Bulan Ramadhan menjelang Sahur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dibubarkan…

17 jam ago

Suami-Istri Pelaku TPPO 13 Warga Jabar ke NTT Ditahan Polisi

SATUJABAR, BANDUNG--Pasangan suami-istri, pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap 13 perempuan warga Jawa Barat…

18 jam ago

Pertamina Patra Niaga Hadirkan Momen Ramadan dan Idul Fitri dengan Promo Spesial Bright Gas, Tukar Tabung Gratis hingga Cashback MyPertamina

SATUJABAR, JAKARTA - Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Pertamina Patra Niaga menghadirkan beragam…

20 jam ago

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Batangan Sabtu 28/2/2026 Rp 3.085.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Batangan Antam Sabtu 28/2/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual…

21 jam ago

BMKG: Waspadai Akun Palsu InaEEWS di Instagram dan Telegram

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap grup,…

1 hari ago

Restoran Raja Rasa yang Setia dengan Menu Sunda

SATUJABAR, BANDUNG - Momen berbuka puasa bersama keluarga besar atau rekan kerja menjadi tradisi yang…

1 hari ago

This website uses cookies.