Berita

Sindikat Pemalsu STNK di Bandung Digulung Polisi, Dijual Sistem COD

SATUJABAR, BANDUNG–Polresta Bandung, Jawa Barat, berhasil mengungkap komplotan pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Sindikat melibatkan empat pelaku tersebut, membuat STNK palsu sesuai pesanan melalui media sosial dan dijual dengan sistem Cash On Delivery (COD).

Keempat anggota sindikat pemalsu Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang berhasil digulung Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung, yakni Muhammad Zulkifli, 49 tahun Ferdi, 23 tahun, Ginanjar 29 tahun, dan Fazri, 21 tahun.

Dua dari keempat pelaku yang menjadi penadah sepeda motor hasil curian, dilakukan dalam penggerebekan di sebuah rumah di Cangkuang, Kabupaten Bandung

“Polresta Bandung telah berhasil mengungkap sindikat pemalsuan STNK. Para pelaku juga terlibat sindikat curanmor selaku penadah,” ujar Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, Senin (06/10/2026).

Aldi mengatakan, pengungkapan berawal dari laporan polisi (LP) korban pencurian sepeda motor. Hasil penyelidikan Tim Satreskrim, berhasil diamankan dua pelaku di daerah Cangkuang, Kabupaten Bandung.

“Awalnya, dua pelaku yang berhasil kita diamankan dari hasil penyelidikan atas laporan korban pencurian sepeda motor. Kedua pelaku, yakni Ginanjar dan Ferdi diamankan di sebuah rumah di daerah Cangkuang, Kabupaten Bandung, dan ditemukan sebanyak 12 unit sepeda motor tanpa BPKB dan STNK asli,” kata Aldi.

Aldi mengungkapkan, hasil interogasi terhadap kedua pelaku, barang bukti sepeda motor merupakan hasil curian. Sementara STNK palsu yang ditemukan di lokasi, diperoleh hasil memesan di media sosial.

“Tim Satreskrim kemudian bergerak dan berhasil mengamankan pelaku pembuat STNK palsu, Muhammad Zulkifli. Pelaku membuat STNK palsu sesuai pesanan di media sosial dan dijual dengan sistem COD (Cash On Delivery),” ungkap Aldi.

Setiap sepeda motor hasil curian lengkap dengan STNK palsu, dijual pelaku seharga Rp.5 juta hingga Rp.6 juta. Sementara STNK palsu dibuat dan dijual seharga Rp.500 ribu hingga Rp.1,5 juta untuk sepeda motor dan mobil, hingga pelaku telah meraup untung ratusan juta dari praktik kejahatannya

“STNK palsu untuk sepeda motor dijual seharga Rp.500.000, sedangkan STNK palsu mobil Rp.1,5 juta,” jelas Aldi.

Dalam catatan polisi, Muhammad Zulkifli merupakan residivis dalam bisnis gelapnya . Pelaku yang baru bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), akhir tahun 2024, nekat menjalankan kejahatannya kembali.

Sudah lebih dari 60 STNK palsu yang dibuat dan dijual pelaku, sejak Desember 2024 hingga September 2025. Pelaku lain bernama Fazri, selaku perantara transaksi penjualan sepeda motor hasil curian.

Keempat pelaku masing-masing dijerat Pasal 263, dan atau Pasal 266 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), tentang Pemalsuan Surat, Pasal 480 KUHP. Para pelaku terancam hukuman pidana mulai empat tahun hingga paling lama tujuh tahun kurungan penjara.

Editor

Recent Posts

Menteri UMKM: Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengumumkan penurunan suku…

54 detik ago

Dieng Caldera Race 2026 Sukses! Ribuan Pelari Taklukkan Dataran Tinggi Dieng Bersama bank bjb

SATUJABAR, WONOSOBO – Dieng Caldera Race 2026 kembali sukses diselenggarakan pada tanggal 19–21 Juni 2026…

5 menit ago

Diskon Tarif Transportasi Jelang Libur Sekolah 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah telah menyiapkan program stimulus tarif transportasi Libur Sekolah 2026 serta periode…

13 menit ago

Pelabuhan Cirebon Topang Rantai Pasok Nasional

SATUJABAR, CIREBON - Pelabuhan Cirebon menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional serta…

17 menit ago

Kapolda Jabar: “Taufik Hidayat Sudah Jadi Tersangka dan Terus Diburu!”

SATUJABAR, BANDUNG-- Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan memastikan, sudah menetapkan Taufik Hidayat sebagai…

2 jam ago

Stimulus Ekonomi di Semester II, Ini Rinciannya…

Stimulus ekonomi digulirkan sebagai langkah proaktif dan antisipatif guna memitigasi berbagai risiko eksternal yang berpotensi…

2 jam ago

This website uses cookies.