Berita

Siap Kooperatif dengan KPK, Namun Hasto Beri Syarat Ini…

Hasto meminta agar lembaga antirasuah tersebut tidak melenceng dari prinsip hukum yang benar.

SATUJABAR, JAKARTA — Penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Hasto Kristiyanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Namun, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu memberi syarat kepada KPK dalam menegakkan hukum tersebut.

Hasto mengklaim, siap kooperatif terhadap pemanggilannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, Hasto menyentil agar KPK patuh pada prinsip keadilan dalam menegakkan hukum.

“Sebagai momentum untuk menyampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa saya siap dan akan selalu koperatif mengikuti seluruh proses hukum di KPK,” kata Hasto dalam konferensi pers di kantor DPP PDIP, Jakarta.

Dia pun menegaskan, siap mengikuti seluruh proses hukum di KPK. Namun, Hasto meminta agar lembaga antirasuah tersebut tidak melenceng dari prinsip hukum yang benar.

“Hal yang sama juga saya harapkan dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Jadi, kalau memang bersalah, saya siap untuk menjalankan seluruh tanggung jawab,” ucap Hasto.

Walau demikian, Hasto menyinggung, nuansa politik dalam proses hukumnya di KPK. Hasto mengklaim, siap menghadapi konsekuensi kegiatan politiknya.

“Tetapi sejak awal kami sudah menyampaikan bahwa ada proses politik yang terjadi. Sebagai kader partai, tentu kami siap menghadapi segala konsekuensi sebagai bagian dari pengorbanan terhadap cita-cita bangsa,” ucap Hasto.

Selain itu, Hasto lagi-lagi menegaskan pentingnya hukum yang tidak hanya berlandaskan aturan formal. Tetapi, juga mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan kemanusiaan.

“Hukum tanpa keadilan hanyalah seperangkat aturan kering tanpa roh. Karena itu, hakim harus bertindak sebagai pembelajar sepanjang hayat, menjadi peneliti, bahkan filsuf, agar mampu mewujudkan keadilan sejati,” ujar Hasto.

Dalam konferensi pers itu hadir penasihat hukum Hasto antara lain Ronny Talapessy, Maqdir Ismail, dan Johannes L Tobing. Hadir juga pengurus DPP PDIP seperti Ketua DPP Komaruddin Watubun, Wiryanti Sukamdani, dan Deddy Yevri Sitorus. Hadir juga Wasekjen Adian Napitupulu serta Yoseph Aryo Adhi Dharm, dan Wabendum Yuke Yurike.

Mulanya, penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kristiyanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada Senin (17/2/2025) pagi. Tapi, Hasto melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan penundaan pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang ditangani KPK.

Permohonan penundaan pemeriksaan tersebut dilakukan karena Hasto kembali mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jaksel. Kubu Hasto mengajukan dua gugatan praperadilan yang masing-masing ditujukan untuk dua surat perintah penyidikan (sprindik) yang diterbitkan KPK kepada Hasto. (yul)

Editor

Recent Posts

BMKG: Dentuman di Bandung Bukan dari Gempa Bumi

BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Bandung memastikan bahwa fenomena…

4 jam ago

Harga Emas Sabtu 5/9/2026 Antam Rp 2.640.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 5/9/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…

6 jam ago

China Masters 2026: An Se Young Jumpa Tomoka Miyazaki di Final

SHENZHEN — China Masters 2026 atau LI-NING China Masters 2026 berlangsung mulai 1 hingga 6…

6 jam ago

Indonesia Sports Summit 2026, Lompatan Kuantum Olahraga Indonesia

Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 menghadirkan para pemimpin nasional dan global untuk membicarakan arah masa…

6 jam ago

Menpora Dorong Pencak Silat Jadi Platform Global

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus…

6 jam ago

Asian Games 2026: Misi Putri KW Berdiri di Podium

JAKARTA - Atlet bulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani mengungkapkan kesiapan diri dan…

6 jam ago

This website uses cookies.