Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol. Dodi Darjanto.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BANDUNG–Operasi Zebra 2025 yang diigelar sejak 17 November, sudah memasuki hari kesepuluh. Angka kecelakaan di wilayah hukum Polda Jawa Barat, hingga sepekan pelaksanaan Operasi Zebra 2025, mengalami penurunan hingga 59 persen.
Pelaksanaan Operasi Zebra 2025, berlangsung sejak 17 Novemver hingga 30 November mendatang. Hari ini, Rabu (26/11/2025), Operasi Zebra 2025 sudah memasuki hari kesepuluh.
Di wilayah hukum Polda Jawa Barat, pelaksanaan Operasi Zebra 2025 berlangsung lebih baik. Dalam Operasi Zebra Lodaya 2025, bertujuan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu-lintas (Kanseltibcarlantas), terjadi peningkatan penindakan hingga sepekan pelaksanan operasi.
“Sepekan pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2025, untuk kegiatan preemtif, penindakan, dan penyuluhan, mengalami kenaikan 1.828 persen. Giat Polantas Menyapa juga naik 264 persen, dan penyebaran pemasangan leaflet naik 304 persen,” ujar Direktur Lalu-Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Dodi Darjanto, dalam keterangannya, Rabu (26/11/2025).
Dodi menambahkan, kegiatan ramp check meningkat hingga 3.113 persen, dibanding pelaksanaan oprerasi tahun sebelumnya. Cek kendaraan bermotor (ranmor) mengalami kenaikan 526 persen, plotting personel naik 1.368 persen, serta patroli lapangan naik 1.563 persen.
“Untuk ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) sebagai penegakan hukum tilang elektronik, pada tahun 2024, nol karena vendornya berganti. Sementara tahun ini, ada 19 penindakan, ETLE mobile naik 506 persen, dan tilang manual turun karena tidak lagi diutamakan. Dalam operasi kali ini, lebih diutamakan memberikan teguran tertulis, turun 13 persen,” kata Dodi.
Dodi mengungkapkan, penurunan cukup signifikan pada angka kecelakaan lalu-lintas selama tujuh hari pelaksanaan operasi. Turun hingga 59 persen, tercatat 40 kejadian kecelakaan, dengan jumlah 12 korban meninggal dunia, 20 luka berat, dan 89 luka ringan.
Selama pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2025, Polda Jawa Barat mengimbau kepada para pejalan kaki agar selalu menggunakan trotoar. Para pengendara sepeda motor juga diminta tidak menggunakan trotoar saat macet, yang peruntukannya buat pejalan kaki.
“Kami juga minta kepada Satpol PP dan Dinas Perhubungan, ikut membantu menertibkan para pedagang kaki lima, gerobak, dan pedagang lain yang berjualan di atas trotoar. Target sasaran operasi juga keselamatan bagi pejalan kaki, kemudahan dan kecepatan saat menyeberang jalan,” ungkap Dodi.
Aksi balapan liar juga masih ditemukan, sehingga butuh keseriusan dari peran orangtua dalam mengawasi anak-anak remajanya. Anak-anak remaja, pada pukul 21.00 WIB anak-anak sudah harus dipanggil pulang, sudah harus berada di rumah, jika masih berada di luar, orangtua harus segera menghubungi.
Peran dan perhatian orangtua sangat dibutuhkan, untuk mencegah kegiatan balapan liar. Polres jajaran Polda Jawa Barat, juga diminta meningkatkan upaya pencegahan melalui blue light patrol.
SATUJABAR, BANDUNG - Piala Dunia 2026, Rabu 24 Juni 2026 waktu setempat atau Kamis 25…
SATUJABAR, JAKARTA - Persiapan Indonesia menuju Asian Games 2026 Jepang memasuki fase yang semakin krusial.…
SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat pengawasan…
SATUJABAR, BANDUNG--Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Batat, membentuk tim medis khusus untuk menangani…
15 Karya budaya asli Kabupaten Cirebon resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Jawa Barat.…
SATUJABAR, JAKARTA - Transformasi digital menjadi salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.…
This website uses cookies.