UMKM

Sedhah Corner, UMKM yang Makin Berkibar

SATUJABAR, SOLO – Berangkat dari kepedulian terhadap potensi di lingkungan sekitarnya, Kinanti Arum Sedah Mirah membangun Sedhah Corner sebagai usaha kerajinan tangan yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memberdayakan masyarakat. Berbasis di Surakarta, Jawa Tengah, Sedhah Corner kini tumbuh menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kreatif yang melibatkan warga sekitar rumah produksi dalam proses berkarya.

Sedah mengungkapkan, ide mendirikan usaha tersebut muncul dari keinginannya mengajak warga sekitar agar lebih produktif. Ia melihat masih banyak masyarakat yang memiliki waktu dan potensi untuk berkreasi, tapi belum memiliki akses atau wadah yang tepat. “Saya ingin mengajak mereka untuk ikut berkarya. Dari situ akhirnya terbentuk tim Sedhah Corner yang berasal dari lingkungan sekitar,” ujar Sedah.

Sejak berdiri pada 2019 saat dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Sedhah Corner konsisten mengembangkan produk kerajinan berbasis seni serat (fiber art) seperti makrame dan rajut. Seluruh produk merupakan buatan tangan (handmade) dengan ciri khas penggunaan bahan alami, seperti benang katun dan pewarna alami dari indigofera, secang, hingga tingi. Selain itu, desain produk dirancang secara mandiri sehingga memiliki keunikan tersendiri di pasaran.

Tak hanya berfokus pada produksi, lanjut Sedah, Sedhah Corner juga aktif menggelar kelas kerajinan gratis bagi perempuan dan anak-anak di sekitar rumah produksi. Melalui kegiatan ini, Sedah berharap keterampilan masyarakat dapat meningkat dan kreativitas mereka dapat berkembang. Upaya tersebut sejalan dengan visinya untuk menciptakan harmoni sosial melalui seni olah benang.

Sedah menambahkan, pemanfaatan teknologi turut menjadi kunci dalam pengembangan usahanya. Oleh karena itu, Sedhah Corner memasarkan produknya melalui berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, dan Shopee. Menurut Sedah, fitur Live di aplikasi TikTok menjadi salah satu kanal paling efektif dalam menjangkau konsumen hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, produknya pernah dipesan hingga ke Merauke, Papua Selatan, berkat pemasaran daring.

Meski demikian, Sedah mengakui tantangan dalam menjalankan usaha tetap ada, terutama dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat dan menjaga konsistensi inovasi produk. Ia juga mengatakan bahwa pengelolaan tim menjadi proses pembelajaran tersendiri dalam perjalanan bisnisnya.

Sedah menuturkan, partisipasi Sedhah Corner dalam Campuspreneur yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 1—2 April 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Melalui kegiatan tersebut, Sedah mendapatkan berbagai pemahaman baru yang bermanfaat, khususnya dalam penataan produk dan penguatan identitas merek.

“Saya mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti coaching clinic yang digelar Kemendag di sela-sela peluncuran program Campuspreneur, antara lain terkait penyesuaian desain produk dan penyematan label merek di bagian luar agar lebih terlihat. Harapannya, ke depan Sedhah Corner bisa lebih tertata dan berkembang lebih baik,” kata Sedah.

Ke depan, Sedhah Corner juga membuka peluang untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara. Tidak hanya itu, produknya diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi konsumen luar negeri untuk datang langsung ke Indonesia.

Pada kesempatan ini, Sedah juga membagikan pesan kepada generasi muda yang baru ingin memulai usaha. Bagi Sedah, kunci memulai usaha ialah keberanian untuk melangkah. “Tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai berwirausaha. Kita akan berkembang seiring proses yang kita lakukan,” pungkas Sedah.

Sementara itu, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Hartono menyampaikan bahwa program Campuspreneur menjadi langkah strategis untuk mendorong mahasiswa menjadi pencipta lapangan kerja. Ia berharap, melalui program ini akan lahir lebih banyak wirausaha muda yang mampu menembus pasar ekspor dan memperkuat daya saing produk Indonesia, sebagaimana ditunjukkan para pelaku usaha muda yang mengikuti program Campuspreneur.

Editor

Recent Posts

Konflik Timur Tengah Ganggu Pasok Aspal Ke Indonesia

SATUJABAR, JAKARTA - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk dinamika di kawasan Timur Tengah…

1 jam ago

Surplus Perdagangan RI Februari 2026 Tembus USD 1,27 Miliar

SATUJABAR, JAKARTA - Kinerja perdagangan Indonesia kembali mencatatkan capaian positif. Neraca perdagangan pada Februari 2026…

2 jam ago

OJK Lantik Pejabat OJK Pusat dan Daerah

SATUJABAR, JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi melantik dan mengambil sumpah jabatan…

2 jam ago

Musim Haji Jatuh di Musim Panas, Apa Mesti Disiapkan Oleh Jemaah?

SATUJABAR, BANDUNG – Seperti diketahui Arab Saudi mengalami empat musim berbeda sepanjang musim yakni musim…

2 jam ago

Hari Film Nasional ke-76: Dorongan Kuat Bawa Film Indonesia ke Panggung Dunia

SATUJABAR, JAKARTA Suasana hangat dan penuh semangat terasa di Studio Screen X, CGV Grand Indonesia,…

2 jam ago

Gempa Sulut-Malut: Layanan Telekomunikasi Sudah Pulih 98,2 Persen

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara tetap…

3 jam ago

This website uses cookies.