Berita

Satpam Sumarna Diduga Dibunuh Sebelum Ditenggelamkan di Waduk Jatiluhur, Polisi Dalami Masalah Pribadi

SATUJABAR, BANDUNG–Kasus kematian satpam bernama Sumarna, berusia 42 tahun, ditemukan mengambang dengan tangan terborgol di area Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, belum terungkap. Satpam Sumarna diduga kuat menjadi korban pembunuhan sebelum ditenggelamkan, yang motif pemicunya masih didalami polisi, termasuk dugaan keterkaitan dengan masalah pribadi.

Satreskrim Polres Purwakarta masih melakukan proses penyelidikan atas kasus kematian satpam bernama Sumarna, berusia 42 tahun, yang ditemukan mengambang dengan tangan terborgol di area Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Perkembangan terbaru berdasarkan hasil otopsi rumah sakit, mengarah korban tewas sebelum diduga ditenggelamkan.

Hasil otopsi rumah sakit memperkuat dugaan polisi, korban dibunuh sebelum mayatnya ditenggelamkan ke area Waduk Jatiluhur. Sebanyak 15 orang saksi telah dimintai keterangan, namun penyidik belum bisa menyimpulkan terkait penyebab pasti kematian korban Sumarna.

“Sampai saat ini, sebanyak 15 orang saksi telah dimintai keterangan dalam rangkaian proses penyelidikan dalam kasus kematian satpam Sumarna di Waduk Jatiluhur. Kita sudah melakukan hipotesa, atau beberapa kemungkinan yang dikumpulkan dan masih terus kita dalami,” ujar Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, dalam keterangannya, Rabu (29/07/2026).

Salah satu kemungkinan yang melatarbelakangi kematian satpam Sumarna, yang didalami penyidik, terkait persoalan pribadi yang diduga sedang dihadapi korban sebelum ditemukan tewas. Kemungkinan tersebut, berkaitan dengan masalah keuangan, dimana korban dititipkan uang untuk diberikan kepada anggota perlindungan masyarakat, atau Linmas.

“Terkait dengan permasalahan yang ada di korban (masalah keuangan), salah satunya yang sedang kita dalami,” kata I Made.

Selain bekerja sebagai satpam, Sumarna merupakan komandan peleton (Danton) Linmas. Dalam kapasitasnya sebagai Dalton, Sumarna dipercaya memegang dana bagi hasil pajak, yang digunakan sebagai pengganti penghasilan tetap dialokasikan untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan  anggota Linmas.

Dana bagi hasil pajak yang dipegang Sumarna, sempat diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dana dialokasikan untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan anggota Linmas, dititipkan ke Danton, namun belum dibagikan kepada anggota Linmas, hingga kemudian Sumarna ditemukan tewas.

Persoalan uang tersebut memiliki hubungan langsung dengan kematian Sumarna, belum bisa dipastikan. Penyidik Satreskrim Polres Purwakarta masih mendalami seluruh kemungkinan yang melatarbelakangi dugaan motif dalam kasus kematian Sumarna.

Berdasarkan hasil autopsi terhadap jenazah Sumarna, menunjukkan sejumlah temuan yang mengarah pada dugaan korban sudah tidak bernyawa sebelum berada di waduk. Temuannya, diantaranya tidak ditemukan lumpur pada paru-paru korban, sedangkan volume airnya hanya sedikit.

Polisi juga menemukan sejumlah luka pada bagian wajah dan belakang kepala korban, serta luka mirip bekas jeratan di leher. Bukti luka yang ditemukan mengarah dugaan korban dibunuh sebelum ditenggelamkan.

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan dua borgol. Satu borgol ditemukan terpasang pada tangan korban, dan borgol lainnya ditemukan di TKP. Selain itu, telepon seluler (ponsel) milik kornan juga ditemukan di sekitar TKP.

Barang bukti yang ditemukan, menjadi bagian dari rangkaian proses penyelidikan yang sedang dilakukan untuk mengungkap kronologi kematian korban, termasuk motif yang melatarbelalanginya. Tidak ada kamera pengawas, atau CCTV, di lokasi kejadian, menyulitkan polisi bisa mengidentifikasi orang-orang yang berada di TKP, sebelum penemuan jasad korban Sumarna.

Polisi masih menelusuri asal borgol, dan orang yang terakhir berkomunikasi dengan korban melalui ponselnya. Penyidik juga belum bisa memastikan, kematian korban berkaitan dengan aksi vandalisme yang disebutkan sempat ditegur korban, hingga memicu dugaan terjadi aksi penganiayaan.

Editor

Recent Posts

Kemenhut Tetapkan Dua Tersangka Pembuka Jalan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

SATUJABAR, LAMPUNG - Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera, Direktorat Jenderal Penegakan…

5 menit ago

Taipei Open 2026: Isyana/Rinjani Kandas di Babak 32 Besar

SATUJABAR, TAIPEI – Taipei Open 2026 atau YONEX Taipei Open 2026 digelar 28 Juli hingga…

29 menit ago

Senator Agita: Penyelenggaraan Pendidikan Harus Didukung Regulasi yang Adaptif, Berkeadilan, dan Tepat Sasaran

SATUJABAR, BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan…

37 menit ago

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Sarjana IPDN

SATUJABAR, BANDUNG - Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII…

46 menit ago

Taipei Open 2026: Richie Melaju ke Babak 16 Besar

SATUJABAR, TAIPEI – Taipei Open 2026 atau YONEX Taipei Open 2026 digelar 28 Juli hingga…

59 menit ago

Pemuda di Bandung Barat Tewas Dikeroyok, Pelaku Diburu Polisi

SATUJABAR, BANDUNG--Aksi pengeroyokan menelan korban jiwa, terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Seorang pemuda…

2 jam ago

This website uses cookies.