Ilustrasi bayi.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BANDUNG–Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, menonaktifkan sementara salah seorang perawat di ruang intensive care dan memindahkannya ke bagian yang tidak melayani pasien. Langkah RSHS tersebut, buntut video viral ibu muda mengaku, bayinya nyaris dibawa orang orang lain setelah diserahkan perawat.
Pengakuan ibu muda Nina Saleha, berusia 27 tahun, viral di media sosial. Dalam rekaman video yang diunggahnya, Nina mengaku, bayi yang dilahirkannya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, nyaris dibawa orang lain setelah diserahkan perawat.
Direktur Utama (Dirut) RSHS, Rahim Finata Marsidi, mengatakan, telah menonaktifkan perawat tersebut, buntut video viral di media sosial merekam pengakuan seorang ibu yang bayinya nyaris dibawa orang lain yang tidak dikenalnya di RSHS. Perawat yang diduga telah lalai tersebut, telah dipindahkan ke bagian tidak melayani, atau berhubungan dengan pasien.
“Perawatnya telah dinonaktifkan. Dipindahkan ke bagian yang tidak melayani, atau berhubungan dengan pasien, sekaligusbdiberikan SP (surat peringatan) satu,” ujar Rahim dalam keterangannya kepada wartawan, Jum’at (10/04/2026).
Rahim memastikan, bayi yang nyaris tertukar sudah berada dalam gendongan orangtua lain, tidak ada unsur kriminal, atau kesengajaan dari perawat. Saat insiden, sedang banyak pasien yang ditangani di intensive care.
“Iya, enggak ada unsur kriminal, atau kesengajaan. Perawatnya lagi banyak pasien di intensive care,” kata Rahim.
Rahim mengungkapkan, RSHS telah menjalin komunikasi dengan keluarga pasien, termasuk membuat laporan ke Kementerian Kesehatan. RSHS akan melakukan evaluasi, salah satunya terkait standar operasional prosedur (SOP) dalam penyerahan bayi dari perawat kepada kepada orangtuanya.
“RSHS memastikan akan mengevaluasi, dan melakukan pembinaan kembali kepada para perawat terhadap kepatuhan dalam menjalankan SOP. Bagaimana saat dalam penyerahan bayi kepada orangtuanya, yang selama ini sudah berjalan dengan baik,” ungkap Rahim.
Sebelumnya, Nina Saleha mengungkapkan, bayi dilahirkannya nyaris dibawa orang tidak dikenal di RSHS, pada Rabu (08/04/2026). Kejadian, sekitar pukul 09.00 WIB.
Insiden tersebut menjadi sorotan dan menyita perhatian publik, setelah video pegakuannya diunggah ke media sosial. Nina mengklaim, kejadian yang nenimpa bayinya menunjukkan dugaan kelalaian tenaga medis serta lemahnya pengawasan keamanan di RSHS.
Nina mengungkapkan, bayinya dirawat selama empat hari karena mengalami penyakit kuning dan sudah diperbolehkan pulang sehari sebelum kejadian. Namun, proses administrasi yang belum selesai, membuat Nina dan bayinya harus menunggu cukup lama.
Nina dan suaminya sempat keluar untuk makan. Namun, saat kembali ke ruang perawatan, mendapatkan bayinya sidah tidak berada di inkubator.
“Saya cek ke inkubator, anak saya sudah tidak ada. Pas saya lihat lagi, bayi yang sudah digendong orang lain, itu memang anak saya,” ungkap Nina.
Nina kemudian menghentikan langkah perempuan yang menggendong bayinya. Nina berteriak minta perempuan yang sebelumnya sempat berbincang dengannya, untuk berhenti dan berusaha meminta bantuan.
Nia diarahkan ke petugas keamanan RSHS, namun bukan untuk penanganan insiden yang sedang terjadi. Petugas keamanan nalah meminjam telepon genggamnya dan mengubah penilaian layanan rumah sakit menjadi lebih baik.
“Saya diminta kasih rating, saya kasih empat. Satpamnya malah pinjam HP (handphone) saya, dan mengubah rating menjadi bintang lima dengan kata-kata bagus,” ungkap Nina.
Nina semakin panik memastikan keselamatan bayinya. Tidak lama kemudian, bayi Nina bisa diambil kembali oleh perawat yang menangani.
SATUJABAR, KARAWANG--Kasus sepeda motor milik karyawan yang sering hilang di Kawasan Industri KIIC (Karawang International…
SATUJABAR, NINGBO CHINA – Pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum kalah dari pasangan…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan platform Meta telah memenuhi kewajiban perlindungan anak…
SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pengucapan sumpah Hakim Konstitusi, serta keanggotaan Ombudsman Republik…
SATUJABAR, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi peralatan pengolahan gula semut…
SATUJABAR, SURABAYA - Swiss-Belhotel International mengumumkan rebranding resmi hotelnya di Surabaya menjadi Swiss-Belexpress Jemursari Surabaya…
This website uses cookies.