Berita

Ribuan Rumah di Dayeuhkolot Bandung Terendam Banjir

SATUJABAR, BANDUNG–Ribuan Rumah di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terendam banjir. Banjir akibat luapan aliran tiga sungai setelah diguyur hujan deras dan berlangsung lama.

Hujan deras dengan intensitas tinggi dan berlangsung lebih dari satu jam, mengakibatkan aliran air di tiga sungai di Kabupaten Bandung, meluap. Luapan air merendam ribuan rumah warga di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot.

Aliran air tiga sungai yang meluap di Kabupaten Bandung saat hujan deras, pada Sabtu (11/04/2026) malam, yakni Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede. Lualan air merendam ribuan rumah warga di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, sejak Sabtu malam hingga Minggu (12/04/2026).

Menurut Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, banjir melanda tiga desa dan satu kelurahan, yakni Desa Dayeuhkolot, Desa Citeureup, Desa Cangkuang Wetan, serta Kelurahan Pasawahan. Ketinggian air mencapai 1,6 meter.

“Dampak paling parah menimpa Desa Dayeuhkolot, terutama Kampung Cilisung dengan tinggi muka Amair (TMA) mencapai 120 hingga 160 sentimeter,” ujar Asep dalam keterangangannya, Minggu (12/04/2026)

Selain merendam rumah warga, Jalan Raya Dayeuhkolot juga tergenang setinggi 50 hingga 100 sentimeter. Akses lalu-lintas kendaraan terhambat.

Asep menjelaskan, di Desa Dayeuhkolot, tercatat 4.800 keluarga atau 14.400 jiwa terdampak. Wilayah lainnya di Kampung Babakan Sangkuriang dan Bojong Asih juga terendam hingga lebih dari satu meter.

Kondisi serupa di Desa Cangkuang Wetan, tepatnya di Kampung Cibedug Hilir, dengan ketinggian air mencapai 1,3 meter. Sementara di Desa Citeureup dan Kelurahan Pasawahan, berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter.

Warga terdampak mulai meninggalkan rumah, mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Di Masjid Annur, Desa Citeureup, tercatat 17 kepala keluarga, atau 51 jiwa mengungsi, termasuk kelompok rentan seperti lansia, balita, bayi, dan penyandang disabilitas.

Sementara itu, di Gedung Shelter Desa Dayeuhkolot, terdapat 14 kepala keluarga, atau 38 jiwa dari beberapa wilayah terdampak. Tim kesehatan di lapangan juga mencatat sedikitnya empat pengungsi mulai mengalami gangguan kesehatan.

Kebutuhan Mendesak dan Antisipasi Pemerintah kecamatan bersama TNI dan Polri, serta perangkat desa terus memantau, serta koordinasi untuk mengantisipasi kenaikan debit air.

“Kebutuhan yang paling utama, adalah makanan siap saji, selimut, dan sembako. Kami juga memerlukan alat kebersihan, troli, serta karung untuk penanganan tanggul,” jelas Asep.

Genangan air di Jalan Raya Dayeuhkolot masih sekitar 40 sentimeter, sementara sejumlah ruas jalan desa masih terendam antara 20 hingga 30 sentimeter. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih terjadi di wilayah Bandung Raya, fase pancaroba memasuki musim hujan ke musim kemarau.

Editor

Recent Posts

Realisasi Pajak Kota Bandung Sudah Rp2,1 Triliun dari Target Rp3,6 Triliun

BANDUNG – Target pajak Kota Bandung tembus Rp2,1 triliun per Agustus 2026. Badan Pendapatan Daerah…

2 jam ago

Sentra Tekstil Cigondewah Plus Kuliner Jadi Magnet Wisata

BANDUNG - Sentra Tekstil Cigondewah di Kecamatan Bandung Kulon didorong menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat…

2 jam ago

Curi Sepeda Motor di Parkiran Masjid di Bogor, 2 Maling Dihajar Massa

SATUJABAR, BOGOR--Aksi pencurian sepeda motor di parkiran masjid di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, digagalkan warga.…

3 jam ago

Rentenir Nyambi Jadi Pengedar Obat Keras di Sumedang Diringkus Polisi

SATUJABAR, SUMEDANG--Seorang rentenir 'bank keliling' di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, diringkus polisi karena nyambi menjadi…

3 jam ago

Ketika Fadli Zon Mengenang Seniman Nasirun

YOGYAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadir dalam takziah yang diselenggarakan oleh keluarga maestro…

7 jam ago

Hari Jadi Kuningan 1 September 2026, Sekda: Lebih Khidmat, Lebih Meriah

KUNINGAN – Hari Jadi Kuningan 1 September, Pemerintah Kabupaten Kuningan sudah menyiapkan sejumlah program di…

7 jam ago

This website uses cookies.