Berita

Rekan Kejadian dan Penanganan Bencana Oleh BNPB Per 14 Mei 2024

JAKARTA — Memasuki pekan kedua bulan Mei, bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, melalui keterangan resminya, melaporkan serangkaian kejadian tanah longsor, angin kencang, dan banjir yang melanda sejumlah daerah, mulai dari Sulawesi Barat hingga Jawa Timur.

Kejadian pertama tercatat pada Senin malam (12/5), saat tanah longsor melanda tiga desa di Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Tiga desa terdampak antara lain Desa Ulusalu, Ulusalu Indah, dan Saloan. Data sementara menunjukkan 13 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian empat rusak ringan, empat rusak sedang, dan lima rusak berat. Akibatnya, 31 warga terpaksa mengungsi.

Material longsor juga menutup akses jalan desa. Namun, hingga Selasa (13/5), tim BPBD bersama unsur gabungan berhasil membuka akses jalan yang kini dapat dilalui sepeda motor trail. Kondisi cuaca di lokasi masih dilaporkan hujan, dan potensi longsor susulan tetap diwaspadai. Alat berat telah dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material longsor.

Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Tanah longsor yang dipicu hujan lebat pada Jumat (9/5) menyebabkan 68 rumah warga terdampak, dengan kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat. Tim BPBD setempat bersama tim gabungan bergerak cepat untuk melakukan penanganan darurat di lokasi.

Sementara itu, angin kencang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Senin (12/5) pukul 16.35 WIB. Peristiwa ini berdampak pada dua kecamatan, yakni Karang Baru dan Rantau. Tercatat tiga rumah rusak ringan dan dua fasilitas pendidikan mengalami kerusakan berat. Tim gabungan segera melakukan penanganan darurat, termasuk membersihkan puing bangunan dan pohon tumbang.

Di Jawa Timur, banjir melanda Desa Salen, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, pada Senin (12/5) sore. Banjir dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan dua tanggul jebol. Selain merendam permukiman, banjir turut berdampak pada 10 hektar lahan persawahan warga. Hingga Selasa (13/5), air telah surut namun masih menggenang di beberapa titik persawahan.

Menyikapi situasi ini, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah. Masyarakat diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan jarak pandang terbatas hingga kurang dari 100 meter.

BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk memeriksa kesiapan personel, perangkat, dan sumber daya guna menghadapi potensi kondisi darurat di wilayah masing-masing.

Editor

Recent Posts

Pemilik ‘WO’ Diduga Tipu Puluhan Calon Pengantin di Garut Diburu Polisi

SATUJABAR, GARUT--Puluhan calon pengantin di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga menjadi korban penipuan jasa wedding…

18 menit ago

Daerah Mana Saja yang Rawan Terjadinya Sinkhole? Ini Penjelasan BRIN

SATUJABAR, JAKARTA – Fenomena sinkhole atau lubang runtuhan tanah yang kerap terjadi di sejumlah wilayah…

1 jam ago

Bagaimana Membangun Bisnis Berkelanjutan Bagi IKM Fesyen dan Kriya?

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi industri kecil dan menengah (IKM) agar semakin…

2 jam ago

KAI dan KAI Wisata Hadirkan Wisata Perahu Ala Korea di Stasiun Tuntang Semarang

SATUJABAR, SEMARANG – Sepertinya tempat ini sangat layak untuk dikunjungi. Kini, Stasiun Tuntang di Semarang…

2 jam ago

Polda Jabar: Ancaman Pembunuhan Pemain Persib, Laporkan Kami Proses!

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat siap menindaklanjuti adanya ancaman pembunuhan di ruang digital yang diterima pemain…

5 jam ago

Harga Emas Rabu 14/1/2026 Rp 2.665.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Rabu 14/1/2026 dikutip dari situs logammulia.com dijual Rp 2.665.000…

6 jam ago

This website uses cookies.