Berita

Produksi Ikan Nila di Sumedang Masih Kurang, Dinas Perikanan Dorong Produksi

BANDUNG – Produksi ikan nila di Kabupaten Sumedang hanya mencapai 9.800 ton per tahun, sementara rata-rata konsumsi ikan di daerah ini mencapai 19.000 ton per tahun. Selisih kekurangan produksi yang signifikan ini menjadi tantangan bagi Dinas Peternakan dan Perikanan untuk meningkatkan produksi ikan nila.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengimplementasikan program penyebaran benih ikan nila jenis Nirwana IV kepada masyarakat, baik di perairan kolam maupun darat. Benih jenis ini diharapkan mampu meningkatkan produksi karena memiliki ketahanan, kekuatan berkembang biak, dan kualitas produk yang lebih baik dibandingkan dengan jenis Nirwana II.

“Produksi ikan nila masih sangat kurang dibandingkan kebutuhan masyarakat, sehingga perlu ditingkatkan agar dapat memenuhi kebutuhan lokal di Sumedang,” ungkap Tono dilansir situs Pemkab Sumedang.

Saat ini, kekurangan produksi ikan nila masih dipenuhi dengan pasokan dari luar daerah melalui pasar tradisional. Tono berharap, dengan peningkatan produksi, peluang penyerapan pasar akan semakin baik.

Ikan nila Nirwana IV memiliki beberapa keunggulan dibandingkan varietas lainnya, seperti pertumbuhan yang lebih cepat, daging yang lebih tebal, serta ketahanan terhadap hama dan penyakit. Tono menambahkan bahwa benih Nirwana IV sudah memiliki lisensi, sehingga aman untuk dibudidayakan oleh petani ikan.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik dalam buku “Sumedang Dalam Angka Tahun 2024”, ikan nila adalah jenis ikan dengan produksi tertinggi di Sumedang, diikuti ikan mas, ikan patin, dan ikan lele. Ikan-ikan ini paling banyak dihasilkan dari kolam atau tambak, sementara perairan umum seperti sungai dan waduk juga menyumbang produksi yang signifikan.

Kecamatan Jatigede tercatat sebagai daerah penghasil ikan dari perairan umum, dengan total produksi mencapai 332.475 kilogram per tahun. Sementara itu, Kecamatan Cimalaka menjadi penghasil terbesar dari kolam tenang, mencapai 747.002 kilogram per tahun, diikuti oleh Kecamatan Sumedang Utara dengan 640.645 kilogram dan Conggeang dengan 520.333 kilogram.

Dinas Peternakan dan Perikanan berkomitmen untuk terus memanfaatkan potensi perairan umum dan menyebar benih ikan, terutama ikan nila Nirwana IV, guna meningkatkan produksi di daerah ini.

Editor

Recent Posts

Timur Tengah Memanas, Jajaran Kemlu Eratkan Komunikasi Dengan WNI

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI)…

8 jam ago

Minta Maaf, Menag: Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait zakat yang…

8 jam ago

Kemenhaj Imbau Warga Tunda Umrah, Persiapan Haji Tetap Jalan

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis…

8 jam ago

Kayu Raru Kandidat Herbal Antidiabetes, Ungkap BRIN

SATUJABAR, JAKARTA - Diabetes masih menjadi tantangan kesehatan global, termasuk di Indonesia. Hampir setengah miliar…

9 jam ago

Bupati Bogor Apresiasi Event ‘Dash Run’

SATUJABAR, CIBINONG - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengapresiasi atas semangat luar biasa yang ditunjukkan anak-anak…

9 jam ago

Mantap! Daya Saing Kabupaten Sumedang Peringkat Satu di Jawa Barat, Peringkat Lima Nasional

SATUJABAR, SUMEDANG - Kabupaten Sumedang menempati peringkat pertama di Provinsi Jawa Barat dan peringkat kelima…

10 jam ago

This website uses cookies.