Berita

Presiden Prabowo Saksikan Tumpukan Uang Rp 10 Triliun

SATUJABAR, JAKARTA – Presiden Prabowo saksikan tumpukan uang senilai Rp 10 triliun dalam acara penyerahan denda administratif, penerimaan hasil pajak, serta lahan kawasan hutan hasil penguasaan kembali negara yang digelar di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu (13/05/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat penegakan hukum, menertibkan pemanfaatan kawasan hutan, serta mengoptimalkan tata kelola sumber daya alam nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) melaporkan keberhasilan pemerintah dalam menghimpun total penerimaan negara sebesar Rp10.270.051.886.464.

Selain penyerahan penerimaan negara, Satgas PKH juga melaporkan capaian penguasaan kembali kawasan hutan. Sejak terbentuk pada Februari 2025 hingga saat ini, Satgas PKH telah berhasil melakukan penguasaan kembali kawasan hutan pada sektor perkebunan sawit seluas 5.889.141,31 hektare. Sementara pada sektor pertambangan, Satgas PKH berhasil melakukan penguasaan kembali kawasan hutan seluas 12.371,58 hektare.

Dari total hasil penguasaan kembali tersebut, pada tahap ketujuh ini Satgas PKH menyerahkan kembali lahan kawasan hutan kepada kementerian/lembaga terkait. Penyerahan dilakukan dari Satgas PKH kepada Kementerian Keuangan, dilanjutkan kepada BPI Danantara, dan kemudian kepada PT Agrinas Palma Nusantara dengan total luas 2.373.171,75 hektare.

BACA JUGA: Ketika Bintang Fast and Furious Ini Turut Meriahkan HUT Jakarta ke-499

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Satgas PKH dan lembaga terkait yang telah bekerja menyelamatkan kekayaan negara. Presiden menegaskan bahwa penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata kepada rakyat bahwa pemerintah berkomitmen mengamankan uang dan aset negara untuk digunakan kembali bagi kepentingan masyarakat.

“Pekerjaan yang dilaksanakan oleh Satgas PKH, Kejaksaan, Kepolisian, TNI, BPKP, PPATK, semuanya ini sekarang kita buktikan kepada rakyat bahwa kita bertekad untuk mengamankan dan menyelamatkan kekayaan negara,” ujar Presiden.

Senada dengan itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam laporannya menyampaikan bahwa kerja Satgas PKH merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menegakkan hukum, mengembalikan penguasaan negara atas kawasan hutan, serta memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara tertib, adil, dan berpihak kepada kepentingan nasional.

“Tumpukan uang di depan ini bukan sekadar bagian dari seremonial belaka, melainkan bukti nyata kinerja Satgas PKH yang telah hadir untuk melindungi kepentingan nasional melalui penegakan hukum yang dilaksanakan secara kooperatif,” ujar Jaksa Agung.

Editor

Recent Posts

Dejan/Bernadine Melaju ke 16 Besar Thailand Open 2026

SATUJABAR, BANGKOK – Dejan/Bernadine atau Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindiya Wardana melaju ke babak 16 besar Thailand…

1 jam ago

Thalita Ramadhani Lolos ke 16 Besar Thailand Open 2026

SATUJABAR, BANGKOK – Thalita Ramadhani Wiryawan, wakil tunggal putri Indonesia melaju ke babak 16 besar,…

9 jam ago

Ganda Campuran Amri/Nita ke 16 Besar Thailand Open 2026

SATUJABAR, BANGKOK – Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke babak 16 besar…

10 jam ago

Ganda Campuran Verrel/Aisyah Ikuti Jafar/Felish ke 16 Besar

SATUJABAR, BANGKOK – Pasangan ganda campuran Indonesia Verrel Yustin Mulia/Aisyah Salsabila Putri Pranata melaju ke…

10 jam ago

Ganda Campuran Adnan/Indah Gagal Ikuti Jafar/Felish

SATUJABAR, BANGKOK – Ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil gagal mengikuti Jafar Hidayatullah/Felisha…

10 jam ago

Tunggal Putra Sisakan Ubed di Thailand Open 2026

SATUJABAR, BANGKOK –  Tunggal putra Indonesia di Thailand Open tinggal menyisakan Mohammad Zaki Ubeidillah atau…

10 jam ago

This website uses cookies.