(Foto: Humas BRIN)
Secara global, lanjutnya, LTJ merupakan komoditas strategis yang sangat dibutuhkan untuk teknologi modern, mulai dari kendaraan listrik, elektronik, hingga industri pertahanan. Meski didominasi oleh negara lain, Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok global.
SATUJABAR, TANGERANG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi sejumlah tantangan utama dalam pengembangan rare earth atau logam tanah jarang (LTJ) di Indonesia.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Fika Rofiek Mufakhir, memaparkan empat tantangan utama, yakni keterbatasan data cadangan dan eksplorasi, kompleksitas pemisahan unsur LTJ yang memiliki sifat kimia mirip, teknologi pengolahan yang masih dominan di skala laboratorium, serta kebutuhan investasi besar untuk scale-up ke tahap industri.
Selain itu, isu lingkungan dan keselamatan juga menjadi perhatian. Mengingat, LTJ sering berasosiasi dengan unsur radioaktif, seperti thorium dan uranium.
“Riset LTJ tidak bisa berdiri sendiri. Harus dibangun sebagai ekosistem inovasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” ujar Fika, dalam Forum Group Discussion (FGD) on Rare Earth Elements: Potential Resources and Downstream Prospects, di ICE BSD Tangerang, Rabu (15/4).
Secara global, lanjutnya, LTJ merupakan komoditas strategis yang sangat dibutuhkan untuk teknologi modern, mulai dari kendaraan listrik, elektronik, hingga industri pertahanan. Meski didominasi oleh negara lain, Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok global.
“Indonesia tidak hanya harus menemukan mineralnya, tapi juga menguasai teknologi, membangun industri, dan memastikan nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri,” tegas Fika.
Direktur Teknologi Pengembangan Bisnis PT. Perminas, La Ode Tarfin Jaya, mengungkapkan keberhasilan bisnis LTJ sangat bergantung pada dua faktor utama, yakni ketersediaan bahan baku (feedstock) dan teknologi yang telah dibuktikan (proven technology). “Kalau bicara bisnis, prinsipnya sederhana: no feed, no business. Tanpa pasokan bahan baku yang berkelanjutan, industri tidak akan berjalan,” ungkap La Ode.
Perminas sendiri merupakan badan usaha yang bertugas mengelola tiga komoditas strategis, yakni LTJ, limbah radioaktif, dan mineral esensial untuk industri pertahanan dengan pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Dalam mendukung transformasi menuju kendaraan listrik, PT. Perminas merancang konsep total mining dan one stop processing, yakni sistem penambangan terintegrasi yang memaksimalkan seluruh potensi mineral tanpa limbah. “Tidak ada yang terbuang. Semua material yang ditambang harus memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, Chandra Bachtiyar dari Kementerian Perindustrian menyatakan industri berbasis LTJ di Indonesia sebenarnya sudah berjalan. Namun, bahan baku seperti oksida dan hidroksida LTJ masih sepenuhnya diimpor. Sedangkan kebutuhan dalam negeri mencapai ratusan ton per tahun.
“Industri tetap berjalan meski tanpa pasokan domestik, karena pelaku usaha mencari sumber dari luar. Ini menunjukan peluang besar jika kita bisa menyediakan bahan baku sendiri,” kata Chandra.
Ia juga menyampaikan peta jalan hilirisasi LTJ tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional. Namun, implementasinya dinilai belum optimal.
Menurut Chandra, target pembangunan industri dari tahap konsentrat hingga produk akhir masih belum terwujud. Bahkan, dalam dokumen perencanaan terbaru, perhatian terhadap LTJ justru cenderung menurun. Pemerintah pun memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat realisasi hilirisasi, termasuk melalui penyusunan regulasi tata kelola LTJ dan mineral kritis.
North Hub Development Project menelan investasi US$11,8 miliar menargetkan produksi 1.000 MMSCFD gas dan 80.000…
Ekspor kakao Indonesia pada 2025 sebesar USD 3,60 miliar, naik tiga kali lipat bila dibandingkan…
SATUJABAR, YOGYAKARTA - Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengunjungi UMKM Coklat nDalam dan Base Artisan di…
Rumah Sayur menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus meningkatkan…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Agama membuka akses pelaporan dugaan kekerasan melalui Aplikasi Manajemen Aduan Antikekerasan…
SATUJABAR, JAKARTA – Wamenhaj atau Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan integritas…
This website uses cookies.