UMKM

Porang dari Kabupaten Bandung Diekspor ke Cina

SATUJABAR, BANDUNG – Komoditas porang dari Kabupaten Bandung diekspor ke Cina dengan volume mencapai 57 ton, senilai Rp 1,8 miliar.

Hadir dalam pelepasan ekspor perdana komoditas itu Bupati Bandung Dadang Supriatna, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Tubagus Raditya Indrajaya, dan Perwakilan PT Sanindo Porang Berkah Dian Rahadian.

Seremoni berlangsung di Selasar Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung, Senin 1 Agustus 2022.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan terbukanya keran ekspor porang ke Cina ini tentu mendorong produktivitas petani porang Kabupaten Bandung.

Menurutnya, upaya tersebut akan berdampak pada peningkatan hasil industri dan pertanian daerah Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah sebanyak 57 ton atau dua container porang dari PT. Sanindo Porang Berkah telah diekspor. Insya Allah ini akan meningkatkan hasil industri dan pertanian di Kabupaten Bandung,” ujarnya kepada awak media.

Dia mengatakan ekspor ini juga menjadi momentum dalam pemulihan ekonomi pascapandemi covid-19.

Pihaknya juga berharap para petani bersemangat untuk memperluas budidaya porang dengan memanfaatkan fasilitasi dari pemerintah.

Berupa penyediaan lahan, pendampingan serta fasilitas program pinjaman modal tanpa bunga.

Dia berharap ke depannya himpunan petani dapat bersinergi membangun kemitraan dengan industri.

“Sehingga para petani dan industri kecil dapat berkembang untuk melakukan bisnis yang saling menguntungkan,” katanya.

Bupati juga berharap, Kadin Kabupaten Bandung dan Jabar dapat membantu mempercepat proses negosiasi perjanjian dengan negara-negara yang berpotensi menjadi pasar produk ekspor.

TENTANG PORANG

Tanaman ini telah merupakan komoditi ekspor yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi.

Tujuan ekspor buah porang dari Indonesia ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan negara lainnya.

Selain harga yang cukup fantastis, porang memiliki manfaat sebagai bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, lem, jelly dan lain-lain.

Porang adalah tanaman umbi-umbian dengan batang tegak, lunak, halus berwarna hijau atau hitam gendan belang-belang putih tumbuh di atas umbi yang berada di dalam tanah.

Daun berbentuk majemuk atau menjari, berwarna hijau sampai hijau tua, anak helaian daun berbentuk ellips dengan ujung daun runcing, permukaan daun halus bergelombang, warna tepi bervariasi dari ungu muda, hijau, kuning.

Memiliki bulbil atau katak pada ketiak daun berbentuk bintil. Umbi tunggal dengan diameter mencapai 28 cm dan berat mencapai 3 kg, dengan permukaan luas umbi berwarna coklat tua dan bagian dalam berwarna kuning-kuning kecoklatan, bentuk bulat lonjong, berserabut akar.

organiknya cukup tinggi. Tanaman porang toleran terhadap naungan antara 40-60%. Kandungan air di tanah lebih dari 40% dari kapasitas lapang.

Editor

Recent Posts

Sudah 70 Korban Longsor Cisarua Ditemukan, 10 Lagi Masih Dicari

SATUJABAR, BANDUNG--Cuaca cerah hari kedelapan mendukung proses pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua,…

14 jam ago

Investor Kuwait Tertarik Tanam Modal di Peternakan Ayam & Kebun Kopi

SATUJABAR, SUMEDANG – Investor Kuwait menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Sektor…

16 jam ago

Blitz Tactical Tawarkan Sensasi Dar Der Dor!

SATUJABAR, BANDUNG - Kota Bandung kini memiliki pilihan destinasi hiburan yang berbeda. Blitz Tactical, indoor…

16 jam ago

Nama-nama Taman Kota Bandung Akan Bertema Sejarah dan Budaya

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji penataan nama taman-taman kota dengan pendekatan…

16 jam ago

KONI Pusat Dukung Peluncuran Kelas Olahraga Sekolah Islam Terpadu Al Madinah

SATUJABAR, JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn…

16 jam ago

Kasus Serangan Anjing di Warung Muncang, Farhan: Utamakan Keselamatan Warga!

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan penanganan insiden serangan anjing yang terjadi di…

16 jam ago

This website uses cookies.