Berita

Polisi Temukan Golok dan Pelat Nopol Palsu di Sepeda Motor Taufik Hidayat

SATUJABAR, BANDUNG–Penyidik Polda Jawa Barat menemukan sebilah golok dan pelat nomor polisi (nopol) palsu dari sepeda motor milik Taufik Hidayat, yang turut diamankan. Sepeda motor Yamaja N-Max menemani pelaku penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap kekasihnya, YT, wanita muda asal Kabupaten Bandung, selama melarikan diri hingga berhasil ditangkap Tim Resmob Polda Jawa Barat.

Penyidik Polda Jawa Barat mengamankan sepeda motor Yamaha N-Max, saat menangkap Taufik Hidayat,
pelaku penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap kekasihnya, YT, wanita muda berusia 29 tahun, asal Kabupaten Bandung. Taufik Hidayat ditangkap Tim Resmob Polda Jawa Barat di kediaman mantan atasannya, di Komplek Perumahan Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Selasa (23/06/2026) malam.

Penyidik yang menggeledah jok sepeda motor Yamaha Nmax berwarna hitam bernomor polisi D 4417 YDA, menemukan sebilah golok dan pelat nomor polisi (nopol) palsu, serta alat pancing. Sepeda motor yang saat ini sudah terparkir di depan Gedung Direktorat PPA dan PPO Polda Jawa Barat dan telah dipasangi garis polisi, yang menemani Taufik Hidayat selama melarikan diri hingga akhirnya berhasil ditangkap.

Polisi menyita golok dan pelat nopol palsu, selain memastikan kepemilikan sepeda motor sebagai barang bukti. Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap Taufik Hidayat, yang ditempatkan di sel khusus, untuk memastikan pengawasan dan keamanan selama proses penyidikan.

Pemeriksaan intensif dilakukan penyidik, untuk mendalami motif, rangkaian peristiwa, hingga pelariannya sebelum berhasil ditangkap. Penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan psikologis, atau tes kejiwaan untuk melengkapi proses penyidikan.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, mengatakan, Taufik Hidayat melarikan diri mulai ke daerah Cimahi hingga Tangerang, Banten. Tangerang dianggapnya sebagai tempat aman untuk bersembunyi, kemudian bingung dan panik setelah kasusnya menyita perhatian masyarakat luas dan wajahnya menyebar di media sosial.

“Kami sempat bertanya kepada yang bersangkutan (Taufik Hidayat), dirinya mengaku merasa ketakutan, curiga sama setiap orang, dan tidak tahu mau ke mana. Pelaku akhirnya kembali lagi ke Jawa Barat, tepatnya ke wilayah Kabupaten Bandung hingga tertangkap,” ujar Rudi.

Taufik Hidayat juga sempat menjalani pemeriksaan narkoba dan hasilnya negatif. Taufik Hidayat sering menenggak minuman keras jenis Intisari, termasuk saat melakukan tindakan kekerasan terhadap korban.

“Apa yang dilakukan pelaku ini sangat tidak wajar, dan di luar kebiasaan perilaku seseorang, alias sangat sadis. Tindak kekerasan dilakukannya berulang dalam jangan waktu lama, dan mengaku di bawah pengaruh minuman keras Intisari,” jelas Rudi.

Rudi berterima kasih atas dukungan seluruh masyarakat, media, dan berbagai pihak yang sudah membantu Polda Jawa Batat dalam menemukan pelaku hingga tertangkap.

Editor

Recent Posts

Taufik Hidayat: Saya Minta Maaf, Saya Menyesal!

SATUJABAR, BANDUNG--Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap kekasihnya, YT, wanita muda asal Kabupaten…

5 menit ago

Bupati Kuningan Resmikan AZKO, Dorong Ekonomi

SATUJABAR, KUNINGAN - Pemerintah Kabupaten Kuningan komitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hal itu ditandai…

1 jam ago

Dekranasda Kuningan Juara Promosi Digital di PKJB

SATUJABAR, BANDUNG - Dekranasda atau Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Kuningan menorehkan prestasi membanggakan dengan…

2 jam ago

Menhut: Indonesia Menuju Nature Finance yang Inklusif dan Berkelanjutan

SATUJABAR, LONDON - Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menegaskan komitmen Indonesia untuk membangun…

2 jam ago

Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026: Kota Bandung Sabet Tiga Penghargaan

SATUJABAR, BANDUNG – Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Trans…

2 jam ago

Menteri Bahlil: Blok Masela Dibangun 2027

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek ladang…

3 jam ago

This website uses cookies.