Berita

Polda Jabar Bongkar Bisnis Ilegal Produk Kedaluwarsa di Sumedang

SATUJABAR, BANDUNG–Peredaran makanan kedaluwarsa beredar bebas di pasaran di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Makanan kedaluwarsa sengaja diedarkan untuk mengeruk keuntungan, diungkap Polda Jawa Barat.

Kasus peredaran makanan kedaluwarsa diungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat. Keuntungan dari bisnis ilegal tersebut, pelaku mengeruk keuntungan ratusan juta rupiah.

Dirreskrimsus Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Wirdhanto mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari langkah operasi Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan. Operasi untuk memastikan keamanan pangan selama Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, agar tidak terjadi praktik merugikan masyarakat terkait masalah kesehatan maupun perlindungan konsumen.

“Berawal dari adanya informasi masyarakat terkait peredaran susu kental manis dan susu yogurt dengan harga di bawah standar di wilayah Kabupaten Sumedang. Tim kemudian melakukan penyelidikan, pada 11 Februari 2026, mendapatkan sebuah gudang di Kampung Cibesi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, sedang melakukan pengolahan barang retur, atau kedaluwarsa untuk diperjualbelikan kembali,” ujar Wirdhanto kepada wartawan, di Mapolda Jabar, Kamis (19/02/2026).

Wirdhanto mengatakan, gudang tersebut milik sebuah perusahaan yang telah beroperasi selama setahun lebih. Perusahaan tersebut bergerak di bidang pengelolaan limbah dan bekerja sama dengan distributor resmi untuk memusnahkan komoditas kedaluwarsa.

“Pada Juli 2025, terjadi perubahan praktik ketika karyawannya memastikan meski sudah kedaluwarsa, produk masih bisa dikonsumsi setelah dicoba dan tidak menimbulkan dampak kesehatan langsung,” kata Wirdhanto.

Perusahaanemutuskan untuk memperjualbelikan kembali beberapa barang yang baru melewati masa kedaluwarsa beberapa bulan. Modus operandi yang dilakukan dengan menghapus tanggal batas kedaluwarsa.

Dalam penggerebekan, tiga karyawan berinisial BS, NM, dan PS, diamankan saat sedang berkaktivitas. Produk dengan kemasan rusak dimusnahkan, sementara yang masih layak secara fisik dipisahkan untuk dijual kembali.

Selain makanan dan minuman, polisi juga menemukan produk popok bayi dan dewasa yang dikemas ulang menggunakan plastik bening untuk kemudian dijual ke toko-toko kelontong.

“Proses penyortiran dilakukan saat limbah makanan, minuman, dan popok tiba di gudang. Barang rusak dipisahkan dengan barang masih baik untuk diolah dan bdijual kembali,” jelas Wirdhanto.

Pemilik perusahaan berinisial CS ditetapkan sebagai tersangka. Dalam praktik yang berlangsung sejak Juli 2025, tersangka telah memperoleh keuntungan senilai Rp.380 juta.

Tersangka dijerat Pasal 141, Pasal 142, dan Pasal 143 Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2012, tentang Pangan. Tersangka terancam hukuman pidana maksimal dua tahun kurungan penjara, serta denda hingga Rp.4 miliar.

Masyarakat diimbau lebih hati-hati dan waspada selama Ban Ramadan dan Idul Fitri. Teliti dalam membeli maupun mengonsumsi makanan, minuman, dan barang pakai, memastikan nama dan label produk, serta batas kedaluwarsa.

Editor

Recent Posts

Saudi Fashion & Tex Expo 2026: Pelaku Usaha Diundang Ikut Serta

Saudi Fashion & Tex Expo 2026. Pameran tersebut akan diselenggarakan pada 24–27 September 2026 di…

3 jam ago

Misi Indonesia di INNOPROM 2026, Ini Hasilnya

SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia menutup keikutsertaannya sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 dengan berbagai…

3 jam ago

OJK Serahkan Tersangka Kasus PT BPR Sawa di Sidoarjo

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuntaskan penyidikan perkara dugaan tindak pidana perbankan yang…

3 jam ago

Harimau Terkam Anak di Pelalawan Riau, BKSDA Turun Tangan

SATUJABAR, PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menerima laporan dari manajemen…

3 jam ago

Menkomdigi: Transformasi Digital Harus Perkuat Bahasa Lokal dan Pengetahuan Adat

SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia menempatkan transformasi digital sebagai instrumen untuk memperkuat kebudayaan sekaligus memperluas kesejahteraan…

3 jam ago

Wali Kota Bandung Masuk Rumah Sakit: Kondisi Stabil, Jalani Observasi Lanjutan

SATUJABAR, BANDUNG – Wali Kota Bandung Kota Bandung, Muhammad Farhan, dilaporkan telah stabil setelah menjalani…

4 jam ago

This website uses cookies.