Sport

Pino Bahari Sakit, Ketum KONI Doakan Cepat Pulih

SATUJABAR, JAKARTA – Pino Bahari sakit, legenda tinju pro Indonesia itu dijenguk Ketua Umum Komite  Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. Ketum KONI Pusat berharap Pino segera pulih dan dapat beraktivitas kembali.

Ketum KONI Pusat beserta ajajran berkunjung ke kediaman legenda Tinju Indonesia Pino Jeffta Udayana Bahari. Turut hadir juga binaan Pino, yakni Julio Bria, petinju Bali berdarah NTT yang pernah meraih medali emas di SEA Games Palembang. Saat ini dia pelatih tinju Pertina Bali.

“Semoga kondisi fisik Pino segera pulih membaik dan dapat kembali beraktivitas,” kata Ketum KONI Pusat dilansir laman KONI.

“Saya berharap legenda tinju seperti Pino dapat terus melahirkan atlet-atlet tinju hebat,” ujar Ketum KONI Pusat.

Dalam diskusi hangat, Pino menyampaikan harapannya untuk atlet-atlet berprestasi. Ia berharap ada dana pensiun untuk atlet nasional berprestasi yang menjadi regulasi.

Ketum KONI Pusat berkomitmen memperjuangkan hal tersebut. Targetnya, atlet-atlet berprestasi dapat dukungan yang memadai ketika sudah pensiun.

Tak ketinggalan, Ketum KONI Pusat juga mendorong beberapa tokoh dan pengusaha untuk memberikan atensi kepada para legenda  olahraga di Indonesia.

Sepak Terjang Pino Bahari

Lahir di Denpasar pada 15 Oktober 1972, Pino merupakan putra pelatih tinju legendaris Daniel Bahari. Ia berlatih tinju di bawah bimbingan Sang Ayah sejak usia 5 tahun. Adik Pino yakni Nemo Bahari petinju yang sempat berlaga di Olimpiade Atlanta 1996 dan Daudy Bahari yang hampir lolos Olimpiade namun lebih dikenal di kancah profesional bahkan sempat juara Pan Asian Boxing Association (PABA) yang berafiliasi dengan World Boxing Association (WBA).

Semasa aktif menjadi atlet, Pino sempat menjadi Raja Asia dengan meraih medali emas Asian Games Beijing 1990. Di SEA Games, ia sempat meraih medali perak pada tahun 1991, 1993, 1995 dan perunggu pada 1989.

Pino sempat tampil pada Olimpiade Barcelona 1992 dan juga Atlanta 1996 namun batal berangkat akibat cedera tulang belakang yang parah.

Setelah menjadi atlet, Pino sempat mengorbitkan juara dunia seperti Chris John dan Daud Yordan.

Editor

Recent Posts

Ketua PDIP Jabar Ono Surono Jadi Saksi Sidang Korupsi Ade Kuswara

SATUJABAR, BANDUNG--Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, diperiksa sebagai saksi dalan sidang kasus korupsi…

10 jam ago

Polda Jabar Bongkar Peredaran Benih Lobster Tanpa Ijin di Pangandaran, 4 Orang Ditangkap

SATUJABAR, BANDUNG---Polda Jawa Barat membongkar kasus tindak pidana perikanan mengedarkan benih lobster tanpa ijin beroperasi…

11 jam ago

Satpol PP Kuningan ‘Juara’ Pemberantasan Rokok Ilegal

SATUJABAR, KUNINGAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuningan menerima Piagam Penghargaan Terbaik…

11 jam ago

UMKM Sumedang Didorong Naik Kelas, Tembus Pasar Global

SATUJABAR, SUMEDANG - Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila membuka Kick Off Program UMKM Naik…

12 jam ago

Kejuaraan Asia Junior 2026: Indonesia Terhenti di Delapan Besar

SATUJABAR, JAKARTA - Tim junior Indonesia harus menghentikan langkah di babak perempatfinal Kejuaraan Asia Junior…

12 jam ago

Apriyani Rahayu/Dejan Ferdinansyah Siap Hadapi Taipei Open 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Peraih medali emas ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 Apriyani Rahayu akan memasuki…

12 jam ago

This website uses cookies.