Pesawat terbang di Bandara Husein Sastranegara.(FOTO: Humas Pemkot Bandung)
JAKARTA – Pesawat terbang dapat mengangkasa berkat perpaduan sejumlah komponen utama, yaitu fuselage (badan pesawat), cockpit (kokpit), sayap, dan engine (mesin).
Penjelasan mengenai fungsi komponen tersebut disampaikan Peneliti Ahli Pertama Pusat Riset Teknologi Penerbangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rudi Choirul Anwar, kepada siswa MTs Raudhatusa’adah dalam kunjungan ke Kawasan Sains dan Teknologi Jacob Salatun, Rumpin, Kabupaten Bogor, Rabu (26/8).
Rudi menjelaskan fungsi setiap komponen pesawat kepada siswa. Ia mengibaratkan komponen pesawat seperti anggota tubuh manusia, yang terdiri atas kepala, badan, tangan, dan kaki.
Fuselage berfungsi sebagai badan utama pesawat yang menjadi ruang penumpang sekaligus tempat penyimpanan bahan bakar. Sementara itu, cockpit merupakan pusat kendali pesawat yang dapat dianalogikan seperti kemudi pada mobil.
“Kalau di pesawat terbang untuk penumpang, fuselage itu digunakan sebagai tempat penumpang untuk duduk dan tempat untuk menaruh bahan bakar. Ada juga kepala pesawat, namanya cockpit,” jelas Rudi seperti dikabarkan Humas BRIN.
Ia menambahkan, sayap, mesin, dan bahan bakar merupakan komponen penting agar pesawat dapat terbang. “Jadi, agar pesawat bisa terbang itu harus ada sayapnya, harus ada engine-nya, yang paling penting harus ada bahan bakar,” terangnya.
Selain mengenalkan komponen utama, Rudi menjelaskan tiga gerakan dasar pesawat, yaitu roll, pitch, dan yaw. Gerakan roll digunakan untuk mengarahkan pesawat ke kanan dan kiri. Gerakan pitch berfungsi mengatur gerakan pesawat untuk naik atau turun, sedangkan yaw memungkinkan badan pesawat bergerak atau berputar pada sumbu vertikal untuk mengubah arah.
Rudi mencontohkan, pesawat yang terbang dari Jakarta menuju Bandung tanpa kemampuan roll untuk berbelok berisiko melenceng dari arah dan menuju kota lain. Ia menjelaskan gerakan pitch berfungsi mengatur pesawat untuk naik atau turun, sedangkan yaw memungkinkan badan pesawat berputar agar dapat mencapai arah yang dituju.
Prinsip serupa juga diterapkan pada pesawat tanpa awak atau drone. Dalam sesi demonstrasi, Rudi menunjukkan bagian-bagian drone, seperti sayap, mesin, ekor, badan, dan kepala pesawat. Ia menjelaskan bagian kepala drone umumnya memuat baterai dan sistem kendali. Sedangkan sayap dilengkapi aileron yang berfungsi membantu mengendalikan arah pesawat.
“Saat pesawat melakukan gerakan roll, salah satu sisi aileron akan bergerak naik, sementara sisi lainnya bergerak turun sehingga pesawat dapat berbelok ke kanan atau ke kiri,” jelasnya.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa…
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, pada Selasa (01/09/2026), untuk menghadiri Eastern…
BANDUNG - Penumpang angkutan udara domestik Jawa Barat pada Juli 2026 naik 5,84 persen disbanding…
BANDUNG - Nilai Tukar Petani Jawa Barat pada bulan Agustus 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,27…
JAYAPURA - Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Maluku dan Papua Seksi Wilayah…
BATAM – OJK atau Otoritas Jasa Keuangan memperkuat pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) untuk…
This website uses cookies.