UMKM

Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung Akan Capai 6% Tahun Ini

BANDUNG: Pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada tahun 2022 diproyeksikan mencapai 5,2%-6% naik dari tahun 2021 yang mencapai 3,76%.

Hal itu diungkapkan, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Eric Mohamad Atthauriq seperti dikutip situs Pemkot Bandung.

“Saya memproyeksikan di angka segini karena pertama, melihat dari sisi indeks keyakinan konsumen, merupakan ekspektasi yang akan menjadi kenyataan optimis terhadap perkembangan ekonomi,” tuturnya.

Hal ini sesuai dengan hasil survei yang dilakukan Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) dari 20-30 Juli 2022.

Menurut IPRC, sebagian besar warga Kota Bandung menilai kondisi ekonomi, ketentraman dan ketertiban secara umum sudah baik.

Namun, warga yang menilai kondisi-kondisi tersebut belum baik jumlahnya masih cukup banyak, terutama di bidang ekonomi.

Hal ini penting untuk diperhatikan, karena sentimen terhadap kondisi ekonomi biasanya berpengaruh terhadap tingkat penerimaan publik atau tingkat kepuasan warga kepada pejabat publik atau pemerintah.

Tingkat penerimaan publik terhadap kinerja Wali Kota Bandung, Yana Mulyana secara umum mencapai 52 persen dalam penilaian puas.

Sedangkan 21,6 persen lainnya merasa kurang puas atas kinerja Wali Kota Bandung.

Jika dibandingkan dengan temuan survei tahun 2019, tingkat penerimaan Yana sebagai Wali Kota Bandung saat ini meningkat signifikan daripada sewaktu menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung. Semasa menjadi Wakil Wali Kota, tingkat kepuasan warga hanya mencapai 36,1 persen.

Peningkatan ini pun selaras dengan naiknya penilaian keyakinan terhadap kepemimpinan Yana sebagai Wali Kota Bandung.

Sebanyak 46 persen warga Kota Bandung yakin Yana mampu memimpin Kota Bandung ke depan menjadi lebih baik daripada sekarang.

Dalam survei IPRC, sebanyak 45 persen warga Kota Bandung pun menilai kondisinya lebih baik dibandingkan tahun 2021. Dengan kata lain, ada transisi perbaikan perekonomian di tengah pandemi yang masing berlangsung.

Survei ini dilakukan berdasarkan sampel sebanyak 1.002 orang dengan menggunakan metode penarikan sampel melalui multistage.

Seluruh populasi survei merupakan warga negara Indonesia di 30 kecamatan di Kota Bandung yang sudah mempunyai hak pilih, yaitu WNI yang sudah berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Editor

Recent Posts

Kasus Perampokan di Bogor, 2 Mayat Korban WNA Asal Pakistan Ditemukan di Kabupaten Bandung Barat

SATUJABAR, BANDUNG--Polisi menemukan dua mayat laki-laki dan perempuan di dalam mobil terpakir di halaman rumah…

5 jam ago

Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia dan Negara Lain, Ini Respon Pemerintah

SATUJABAR, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi melalui Saudi Food and Drug Authority (SFDA) menetapkan larangan…

5 jam ago

Sambut Momen Idulfitri 1447 H, bank bjb Optimalkan Layanan Kantor dan Digital Banking di Seluruh Wilayah

BANDUNG - Menyambut momen Idulfitri 1447 Hijriah, bank bjb memastikan kesiapan penuh dalam mendukung kebutuhan…

5 jam ago

Timnas U-20: Nova Panggil 28 Pemain Masuk TC

SATUJABAR, JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto memanggil 28 pemain untuk mengikuti pemusatan…

6 jam ago

Pria Paruh Baya di Cianjur Tewas Dianiaya Tetangga Perkara Nyuri 2 Labu Siam

SATUJABAR, CIANJUR--Hanya perkara dua buah labu siam yang diambilnya tanpa izin, seorang pria paruh baya…

6 jam ago

Berstatus PMDN, Polytama Kedepankan Compliance Regulasi dan Manfaat bagi Masyarakat

SATUJABAR, INDRAMAYU - PT Polytama Propindo, produsen resin polipropilena terkemuka di Indonesia, sebagai perusahaan Penanaman…

8 jam ago

This website uses cookies.