Berita

Penanganan Permanen Longsor di Jalan Tol Ciawi – Sukabumi Selesai

BANDUNG – Penanganan permanen pasca longsor di Jalan Tol Ciawi – Sukabumi Seksi II, khususnya di ruas Cigombong – Cibadak pada kilometer 64+600 dan 66+200, telah selesai dan mulai dioperasikan tanpa tarif.

Keputusan ini diambil setelah Kementerian PUPR menargetkan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Trans Jabar Tol (TJT) untuk menyelesaikan penanganan longsoran sebelum akhir tahun.

Setelah insiden longsor yang menyebabkan penutupan jalan tol, kendaraan yang melintas dari Sukabumi ke Ciawi atau sebaliknya terpaksa menggunakan Gerbang Tol Cigombong dan melanjutkan perjalanan melalui jalan arteri.

“Kami telah menerima laporan mengenai penanganan longsor dari TJT. Setelah dilakukan peninjauan oleh Ditjen Bina Marga dan BPJT, serta diterbitkannya rekomendasi dari Ditjen Bina Marga, kami memutuskan bahwa Ruas Jalan Tol Ciawi – Sukabumi Seksi II dapat dioperasikan kembali tanpa tarif mulai 24 September 2024,” ungkap Kepala BPJT, Miftachul Munir.

Penanganan di lokasi longsor meliputi sejumlah pekerjaan, antara lain pemasangan Soldier Pile, perbaikan lereng timbunan dengan matras pengendali erosi, serta Solid Sodding.

Jalan Tol Ciawi – Sukabumi memiliki total panjang 54 kilometer yang terbagi menjadi empat seksi. Seksi 1 Ciawi – Cigombong sepanjang 15,35 km sudah beroperasi sejak Desember 2018.

Seksi 2 Cigombong – Cibadak sepanjang 11,90 km telah resmi beroperasi sejak Agustus 2023. Sementara itu, Seksi 3 Cibadak – Sukabumi Barat sepanjang 13,70 km saat ini sedang dalam tahap konstruksi dengan progres 11,56%, dan Seksi 4 Sukabumi Barat – Sukabumi Timur sepanjang 13,05 km sedang dalam tahap persiapan.

Kehadiran Jalan Tol Ciawi – Sukabumi sangat penting untuk mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Sukabumi serta mengurangi kemacetan di jalan nasional Bogor – Sukabumi.

Dengan koneksi dari Ciawi hingga Cibadak, perjalanan dari Jakarta ke Sukabumi kini bisa ditempuh dalam waktu 2 hingga 2,5 jam, jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya yang mencapai 4 hingga 5 jam melalui jalan arteri yang sering mengalami kemacetan, seperti Cicurug, Parungkuda, dan Cibadak.

Editor

Recent Posts

China Open 2026: Raymond/Joaquin Melaju ke 16 Besar

SATUJABAR, BANDUNG – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…

2 jam ago

Indonesia Masuki Ekosistem Hidrogen, Bus Diesel Damri Modif Hidrogen Meluncur

SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia memasuki ekosistem hidrogen dengan kehadiran armada bus diesel yang dimodifikasi serta…

3 jam ago

Bridgestone Indonesia Sambangi Kantor Kemendag, Optimalisasi Ekspor Ban

Bridgestone Indonesia menghadapi tantangan ekspor ke Uni Eropa akibat penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR).…

3 jam ago

Kabar PT Samwon Busana Indonesia Tutup Unit Jepara, Ini Klarifikasi Kemenperin

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan klarifikasi resmi sekaligus mengambil langkah cepat responsif menanggapi…

3 jam ago

Tim Densus 88 Antiteror Polri Tangkap Terduga Teroris di Ciamis

SATUJABAR, CIAMIS--Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang pria di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.…

6 jam ago

Air Danau Toba Susut? Ini Penjelasan BRIN

Air Danau Toba susut menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akibat faktor yang berbeda-beda…

6 jam ago

This website uses cookies.