Berita

Pemkot Bandung Berikan Kadeudeuh Kepada Pegawai Kebun Binatang Bandung

SATUJABAR, BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan, Kebun Binatang Bandung belum dapat beroperasi selama libur Lebaran 2026. Penutupan ini dilakukan menyusul belum adanya pengelola resmi yang ditunjuk dalam skema kerja sama pemanfaatan (KSP) setelah izin lembaga konservasi sebelumnya tidak lagi berlaku.

Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan Kadedeuh untuk para pekerja di Kebun Binatang Bandung, Jumat 20 Maret 2026.

Farhan telah bersilaturahmi langsung dengan para pekerja kebun binatang yang hingga kini belum menerima hak mereka sejak Februari. Kondisi tersebut terjadi karena proses pencairan dana dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menunggu penandatanganan kesepakatan.

“Paling cepat dana bisa cair pada April, sesuai janji kami,” kata Farhan melalui keterangan resmi Humas Pemkot Bandung.

Sebagai bentuk kepedulian, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan kepada para pekerja. Masing-masing pekerja menerima Rp1 juta secara merata.

Meski dalam keterbatasan, para pekerja tetap menjalankan tugasnya merawat dan menjaga kesehatan satwa. Pengawasan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Namun demikian, kebun binatang tetap harus ditutup untuk umum selama periode Lebaran.

“Dengan sangat terpaksa kami sampaikan, Kebun Binatang Bandung tidak menerima pengunjung selama libur Lebaran,” tegasnya.

Pemkot Bandung menargetkan penunjukan pengelola baru rampung pada akhir April 2026. Jika berjalan sesuai jadwal, operasional dan pengawasan sudah bisa dimulai pada Mei.

Farhan menuturkan, calon pengelola harus memenuhi syarat utama sebagai lembaga konservasi berbadan hukum yang memiliki izin dari Kementerian Kehutanan. Selain itu, ada sejumlah ketentuan tambahan dari Pemkot Bandung.

“Pegawai lama harus tetap dipertahankan dan konsepnya tidak boleh menghilangkan tradisi Drenten yang khas Sunda,” ujarnya.

(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ia juga menekankan pentingnya menjaga warisan keluarga pendiri Drenten sebagai bagian dari nilai historis kebun binatang tersebut.

Proses seleksi akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pusat KSDAE, BKSDA, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, unsur Pemkot Bandung, hingga para ahli dan budayawan.

Sebagai alternatif wisata, Farhan merekomendasikan masyarakat untuk mengunjungi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura) untuk kegiatan alam seperti botram. Namun, ia mengingatkan bahwa Tahura baru akan dibuka pada hari kedua Lebaran atau 2 Syawal.

Sementara itu, beberapa destinasi lain di Kota Bandung tetap beroperasi secara terbatas. Kawasan bawah Baksil dan Teras Cikapundung dibuka untuk umum, sedangkan area atas Baksil serta Teras Cihampelas masih ditutup sementara.

Editor

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tampilkan Inovasi Tukar Jerami kepada Staf Khusus Wakil Presiden

SATUJABAR, KARAWANG - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal…

1 jam ago

Pelabuhan Patimban Layani Kapal Peti Kemas Besar Kelas Panamax untuk Pertama Kalinya

SATUJABAR, PATIMBAN – Kapal peti kemas besar kelas Panamax kini mulai bersandar di Pelabuhan Patimban.…

1 jam ago

PIALA PRESIDEN 2026: Satu Kaki Persib di Ambang Juara

SATUJABAR, BANDUNG – Piala Presiden 2026 berlangsung dari tanggal 25 Juli hingga 6 Agustus 2026.…

2 jam ago

Stay & Adventure Package 2026: Liburan Seru Keluarga di Swiss-Belresort Dago x Hompimplay

SATUJABAR, BANDUNG - Sedang mencari destinasi liburan keluarga yang sempurna di Bandung? Mungkin inilah tempat…

3 jam ago

Banjir Padang Berangsur Surut, Sebut BNPB

Banjir Padang dipicu oleh hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kota Padang pada…

3 jam ago

Jovi Meninggal di Usia 46 Tahun, Dunia Konservasi Berduka

Jovi adalah gajah jantan dewasa yang telah berjasa besar membantu penanganan berbagai konflik manusia dan…

4 jam ago

This website uses cookies.