Berita

Pemerintah Jamin Perlindungan Konsumen, Pemanggilan Pertamina Terkait Isu Pengoplosan BBM

BANDUNG – Pemerintah Indonesia menjamin penyelenggaraan perlindungan konsumen, salah satunya melalui kewenangan pembinaan terhadap pelaku usaha. Konsumen juga diminta untuk lebih kritis dengan berpartisipasi dalam mengawasi dan melaporkan produk yang tidak memenuhi standar.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Moga Simatupang, terkait pemanggilan Pimpinan PT Pertamina Patra Niaga ke Kantor Kementerian Perdagangan pada Senin (3/3) melalui keterangan resmi.

Pemanggilan ini dilakukan untuk meminta penjelasan terkait isu pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) dengan Research Octane Number (RON) 92 yang dijual melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina. Moga menjelaskan bahwa konsumen berhak mendapatkan BBM dengan kualitas dan kuantitas sesuai yang dijanjikan oleh PT Pertamina Patra Niaga. “Pemanggilan ini adalah salah satu bentuk perlindungan konsumen, melalui pembinaan terhadap pelaku usaha,” ungkap Moga.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Pemberdayaan Konsumen Ditjen PKTN, Rihadi Nugraha, menekankan bahwa isu pengoplosan BBM RON 92 dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kualitas BBM, khususnya Pertamax. “Konsumen memiliki hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Jika isu ini terbukti benar, berarti pelaku usaha tidak memenuhi kewajibannya sesuai Pasal 7 huruf (b),” jelas Rihadi.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso, memastikan bahwa BBM yang dijual dan dikonsumsi masyarakat telah sesuai dengan spesifikasi (on spec). Ia menjelaskan, semua bahan bakar yang dijual telah melewati uji dan memenuhi persyaratan yang berlaku, termasuk memiliki Certificate of Quality (CoQ) pada saat bahan baku keluar dari terminal pengisian bahan bakar. Selain itu, produk yang beredar juga dilengkapi dengan laporan pengujian (test report).

Harsono menambahkan, PT Pertamina Patra Niaga secara berkala melakukan audit pada produk dan unit bisnisnya oleh LEMIGAS serta pihak kompeten lainnya. Jika ditemukan penyimpangan dalam produk atau prosedur operasional standar, maka sanksi akan dikenakan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, PT Pertamina juga terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, LEMIGAS, dan Komisi XII DPR RI untuk memastikan kualitas produk bahan bakar yang beredar sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

Untuk memastikan distribusi BBM dan LPG berjalan lancar, PT Pertamina Patra Niaga membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang juga bertugas mengantisipasi lonjakan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Konsumen yang merasa dirugikan akibat penggunaan BBM yang tidak sesuai standar dapat mengajukan pengaduan ke PT Pertamina melalui nomor 135 atau menghubungi Direktorat Pemberdayaan Konsumen melalui saluran pengaduan WhatsApp di 085311111010 dengan melampirkan bukti dukung.

Editor

Recent Posts

Koordinasi Manajemen Talenta, Erick Thohir Usung Nilai Patriotik, Gigih, Empatik

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menghadiri Rapat Tingkat Menteri…

3 jam ago

ASEAN U-17 Boys Championship 2026: Indonesia Satu Grup Dengan Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste

SATUJABAR, JAKARTA - Timnas Indonesia U-17 tergabung di Grup A pada ajang ASEAN U-17 Boys…

3 jam ago

Persis Ramadan Expo 2026, Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Keumatan

SATUJABAR, BANDUNG - Pengurus Pusat Persatuan Islam (PP Persis) menggelar Persis Ramadan Expo 2026 yang…

3 jam ago

Perhatian! Pemkot Bandung Mulai Bangun Halte BRT di 232 Titik

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan mulai membangun halte Bus Rapid Transit…

3 jam ago

All England 2026: ‘Young Guns’ Raymond/Joaquin Harus Tampil All Out di Semifinal

SATUJABAR, BIRMINGHAM – Tampil menggebrak sejauh ini, Raymod Indra/Nikolaus Joaquin cukup memupus kesedihan wakil Indonesia…

3 jam ago

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Batangan Sabtu 7/3/2026 Rp 3.059.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Batangan Antam Sabtu 7/3/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual…

4 jam ago

This website uses cookies.