Berita

Pantun Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO

BANDUNG – Pantun resmi diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 20 Desember 2020, yang tercatat dalam Memory of the World. Hal ini disampaikan oleh Sastri Sunarti, Kepala Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan (PR MLTL) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Senin (10/02).

Untuk melestarikan warisan budaya ini, BRIN melalui Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) bekerja sama dengan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) mengadakan seminar internasional bertema “Pantun Nusantara: Strategi Kultural Merawat Warisan Budaya di Era Digital”. Seminar ini dilaksanakan pada 10-11 Februari 2025 di Kampus BRIN, Kawasan Sains Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

Kepala OR Arbastra BRIN, Herry Jogaswara, berharap pengakuan UNESCO terhadap pantun sebagai warisan budaya tak benda dapat menjadi momentum untuk menjadikan tanggal penetapan tersebut sebagai Hari Pantun Nasional. “Pantun di Indonesia tersebar luas di berbagai suku seperti Melayu di Sumatera, Kutai di Kalimantan, Manado dan Gorontalo di Sulawesi, serta di Jawa, termasuk Betawi dan Sunda,” ujarnya.

Mukhlis Paeni, Ketua Dewan Pembina ATL, menjelaskan bahwa pantun berperan sebagai instrumen budaya penting yang mengajarkan generasi muda untuk menjadi individu yang berkepribadian dan berbudi bahasa. “Pantun tidak hanya penting bagi ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk membangun karakter bangsa yang santun dan berbudaya,” harapnya.

Lebih lanjut, Mukhlis menegaskan bahwa pantun memiliki peran penting dalam menjaga marwah dan jati diri bangsa, sebagaimana yang diinginkan oleh para pendiri negara. Hal ini terkait dengan trilogi syarat bangsa Indonesia yang maju, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan memiliki kepribadian dalam kebudayaan.

Seminar ini juga diisi dengan peluncuran dua buku, yaitu Merayakan Pantun Asia Tenggara: Tradisi Lisan, Ritual, dan Pengetahuan Alam Semesta serta Metodologi Kajian Sastra Lisan, yang diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia. Selain itu, acara ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 1993-1998, Wardiman Djojonegoro, serta maestro penyair Indonesia, Taufik Ismail. Seminar ini melibatkan 30 pemakalah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, dan Belanda.

Menbud Fadli Zon Himbau Agar Pantun Terus Dipromosikan

Dalam pidato kunci seminar, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengimbau agar tradisi lisan, termasuk pantun, terus dipromosikan. Menurutnya, pantun merupakan bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia yang hidup dalam tradisi panjang dan berakar dalam masyarakat multikultural Indonesia.

“Pantun bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga memperkuat persatuan dan memperkaya identitas nasional,” ujar Fadli. Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan RI berkomitmen untuk melindungi dan mengembangkan budaya nasional Indonesia, serta memastikan kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai budaya mereka, sesuai dengan amanat UUD 1945 Pasal 32 Ayat 1.

Fadli menambahkan, budaya daerah harus dilestarikan dan dipromosikan sebagai bagian dari identitas bangsa dan kebudayaan nasional, berfungsi sebagai payung yang menyatukan keragaman budaya di Indonesia.

Editor

Recent Posts

Haji 2026: Sebanyak 23 Dapur Katering Siaga di Madinah

Untuk menjaga citarasa khas Indonesia, seluruh bumbu masakan didatangkan langsung dari Tanah Air dalam bentuk…

1 jam ago

Haji 2026: Kloter Pertama Dijadwalkan Tiba di Madinah 22 April

Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara…

2 jam ago

Wah! Ada Cadangan Gas Jumbo di Blok Ganal Kaltim

Temuan ini menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat pasokan energi dalam negeri di tengah kebutuhan…

2 jam ago

Jelang Musim Haji, Menhub: Terminal 2F Bandara Soetta Sudah Sangat Siap

Pada tahun ini total jemaah haji Indonesia mencapai 221.000 orang yang akan diberangkatkan secara bertahap…

2 jam ago

Viral! Mobil Travel Ngebut dan Ugal-Ugalan di Tol Purbaleunyi

SATUJABAR, BANDUNG--mobil travel berkecepatan tinggi ugal-ugalan di Jalan Tol Purbaleunyi. Aksi ugal-ugalal mobil travel yang…

2 jam ago

Perlindungan Harta Bersama Jadi Substansi Penting dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset

Tanpa pengaturan yang jelas, perampasan aset berpotensi merugikan pihak yang secara hukum tidak memiliki keterkaitan…

4 jam ago

This website uses cookies.