Berita

Panggilan Pertama Mangkir Kasus KDRT, Ustaz Evie Effendi Terancam Dijemput Paksa Polisi

SATUJABAR, BANDUNG–Tersangka kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak kandung, Ustaz Evie Effendi, mangkir dari panggilan pertama polisi. Ustaz Evie Effendi terancam dijemput paksa, jika kembali mangkir dari panggilan pemeriksaannya sebagai tersangka.

Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak kandung, telah menetapkan Ustaz Evie Effendi sebagai tersangka. Ustaz Evie Effendi ditetapkan tersangka oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung, bersama tiga orang lainnya, yang masih memiliki hubungan keluarga.

Penyidik tidak melakukan penahanan terhadap Ustaz Evie Effendi dan tiga tersangka lainnya. Pada panggilan pertama pemeriksaan sebagai tersangka, Ustaz Evie Effendi mangkir.

“Panggilan pertama sudah kita layangkan, yang bersangkutan tidak datang. Kita kembali layangkan panggilan kedua,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Kompol Anton, kepada wartawan, Senin (15/12/2025).

Anton mengatakan, Ustaz Evie Effendi mangkir dari panggilan pertama, karena alasan kelelahan setelah pulang Ibadah Umrah. Ustaz Evie Effendi melampirkan surat keterangan sakit dan permintaan penundaan pemeriksaan atas kasus dugaan KDRT yang menjeratnya.

Pemeriksaan dijadwalkan ulang, dengan melayangkan panggilan kedua untuk hadir pada pada 15-16 Desember 2025. Apabila kembali mangkir, Ustaz Effendi terancam dijemput paksa bersama tiga tersangka lainnya

“Apabila tetap tidak datang, maka kita bisa melakukan upaya paksa. Dijemput paksa untuk hadir menjalani pemeriksaan penyidik,” kata Anton.

Sebelumnya, penyidik Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung, telah menetapkan Ustaz Evie Efendi sebagai tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak kandungnya. Ustaz Evie ditetapkan tersangka bersama tiga orang lainnya.

“Jadi, untuk perkara tersebut (kasus dugaan KRDT), kami sudah menetapkan yang bersangkutan (Ustaz Evie Evendi) sebagai tersangka. Ditetapkan tersangka bersama tiga orang lainnya,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Kompol Anton, dalam keterangannya kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jum’at (05/12/2025).

Anton mengatakan, meski sudah ditetapkan tersangka, Ustaz Evie tidak ditahan. Ustaz Evie bersama tiga tersangka lainnya yang masih memiliki hubungan keluarga, telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Mapolrestabes Bandung.

Pasal yang dikenakan terhadap Ustaz Evie bersama tiga tersangka lainnya, Undang-Undang KDRT. Undang-Undang KDRT sesuai laporan polisi (LP) yang dituduhkan oleh anak kandungnya.

Kasus KDRT terhadap anak kandung, dinaikkan dari proses penyelidikan ke penyidikan, pada 10 September 2025. Kasus KDRT dilaporkan ke Polresrabes Bandung oleh anak kandungnya, berinisial, NAS, berdasarkan laporan polisi (LP) Nomor LP/B/985/VII/2025/SPKT/Polrestabes Bandung/Polda Jawa Barat.

Ustaz Evie dilaporkan bersama ibu tiri korban berinisial DS, pamannya, IK, bibi, LS, serta nenek korban, ibu terlapor Ustaz Evie. Tuduhan KDRT bermula saat korban bertamu ke rumah Ustaz Eviez, pada Jumat, 04 Juli 2025.

Korban saat itu ditemui neneknya, karena Ustaz Evie sedang Solat Jum’at di masjid. Korban baru ditemui ayahnya setelah pulang dari masjid, dan langsubg menanyakan soal nafkah yang tidak rutin diberikan setiap bulan.

Kedatangan korban tidak disambut baik ayahnya, yang justru menyudutkan anaknya, karena kuliah belum selesai hingga memilih tinggal bersama ibu kandungnya, sejak Januari 2025. Situasi memanas saat korban emosi mendapat ucapan menyakitkan dari neneknya, hingga spontan menyiramkan sisa kuah sop ke arah ibu tirinya.

Korban yang berniat pulang, dikejar ibu tirinya lalu dipukul, tangannya dipegang neneknya hingga ayahnya juga disebut turut memukul dan memarahi dengan kata-kata kasar. Mendapat laporan anaknya menjadi korban kekerasan, sang ibu membawa NAS ke rumah sakit untuk visum dan memutuskan melaporkan ke Polrestabes Bandung.

Editor

Recent Posts

Perkuat Integritas dan Keberkahan Operasi, Perwira Kilang Balongan Gelar Doa Bersama

SATUJABAR, BALONGAN – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan terus menanamkan budaya kerja yang…

7 jam ago

‘Pak Ogah’ di Banjar Ditemukan Tewas di Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

SATUJABAR, BANJAR--Seorang pria di Kota Banjar, Jawa Barat, yang berprofesi sebagai 'Pak Ogah', atau pengatur…

10 jam ago

Indonesia Bangun AI Factory Terbesar di ASEAN, Menkomdigi: Langkah Besar Menuju AI Hub Regional

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyambut baik peluncuran Zankore by Indosat,…

11 jam ago

Transformasi Digital Perkuat Layanan, bank bjb Raih Lima Titanium Awards pada PRIMA Awards 2026

BALI – Komitmen bank bjb dalam menghadirkan layanan perbankan yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan…

11 jam ago

Bandara Husein Layani Bandung-Palembang, Sudah Beroperasi

SATUJABAR, BANDUNG - Antusiasme masyarakat terhadap kembali beroperasinya penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung…

11 jam ago

Bandung Game Demo Day, Panggung Talenta Gim Lokal Bandung

SATUJABAR, BANDUNG - Bandung Game Demo Day yang digelar Pemkot Bandung di Gedung Serbaguna Balai…

11 jam ago

This website uses cookies.