Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol. Arief Rhamdani.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BANDUNG–Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat menggelar ‘Operasi Terpadu Pemulihan Kawasan Rawan Narkotika’. Dalam operasi mencegah munculnya ‘Kampung Narkoba’ di wilayah Jawa Barat, sebanyak 14 orang diduga sebagai pengguna dan terlibat peredaran narkoba diamankan.
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat menggelar ‘Operasi Terpadu Pemulihan Kawasan Rawan Narkotika’ secara serentak, bersama BNN Kota dan Kabupaten di wilayah Jawa Barat. Operasi juga bersinergi dan berkolaborasi dengan TNI, Polri BIN, Pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten, Bea Cukai, serta Imigrasi.
Operasi mencegah munculnya ‘Kampung Narkoba’ di Jawa Barat, digelar di sejumlah wilayah Kelurahan/Desa, Kota dan Kabupaten. Di Kota Bandung, diantaranya di Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, di Kabupaten Bogor di Kampung Cibogo Tegal, Desa Cibentang, Kecamatan Ciseeng, di Kota Cimahi di Kelurahan Cibabat, di Kabupaten Kuningan di Desa Jalaksana, serta di Kabupaten Bandung Barat di Desa Cangkorah.
Dalam pelaksanaan operasi, petugas gabungan yang dikerahkan melakukan pemeriksaan urine terhadap 230 orang. Dari hasil pemeriksaan urine, sebanyak 14 orang dinyatakan positif mengkonsimsi dan ditemukan barang bukti atas dugaan keterlibatan dalam peredaran narkoba.
“Hasil operasi dan pemeriksaan urine, kita mengamankan 14 orang. Sebanyak 12 orang menjalani proses rehabilitasi, satu orang ditetapkan sebagai Laporan Kasus Narkotika (LKN) dengan barang bukti berupa 3 paket kecil narkotika jenis sabu berat 0,89 gram dan satu linting ganja berat 0,54 gram, serta satu orang diserahkan ke Polres Cimahi dengan barang bukti alat hisap sabu, atau bong, cangklong diduga berisi sisa pakai sabu,” ujar Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol. Arief Rhamdani, dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).
Arief menjelaskan, dari hasil temuan barang bukti narkotika dan pelaku yang diamankan, BNN Provinsi Jawa Barat akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Bagaimana mereka mendapatkan barang bukti narkotika dan siapa pemasoknya, akan didalami.
“Kegiatan Operasi Terpadu ini merupakan wujud nyata sinergitas antara BNN, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah, dalam upaya memulihkan kawasan rawan narkotika. Selain itu, bertujuan untuk menciptakan lingkungan bersih dan bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah Jawa Barat,” jelas Arief.
Sebagai tindak lanjut mengantisipasi munculnya ‘Kampung Narkoba’, BNN Provinsi Jawa Barat, mengimbau seluruh Ketua RT dan RW di wilayah Jawa Barat, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di lingkungannya terhadap potensi penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Jika menemukan potensi penyalahgunaan dan peredaran narkoba, diminta segera melaporkannya.
“Kami mengimbau, pentingnya peran aktif masyarakat dalam deteksi dini dan melaporkan, jika ditemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Jangan takut, segera laporkan untuk kami tindaklanjuti di lapangan,” jelas Arief.
Arief berharap, kewaspadaan dan deteksi dini secara bersama-sama, bisa mencegah terbentuknya kawasan rawan narkotika di wilayah Jawa Barat. Jangan sampai terjadi, muncul kampung-kampung narkoba seperti di wilayah Jakarta.
SATUJABAR, BANDUNG--Cuaca cerah hari kedelapan mendukung proses pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua,…
SATUJABAR, SUMEDANG – Investor Kuwait menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Sektor…
SATUJABAR, BANDUNG - Kota Bandung kini memiliki pilihan destinasi hiburan yang berbeda. Blitz Tactical, indoor…
SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji penataan nama taman-taman kota dengan pendekatan…
SATUJABAR, JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn…
SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan penanganan insiden serangan anjing yang terjadi di…
This website uses cookies.