Kekeringan akibat musim kemarau panjang.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BANDUNG–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di wilayah Jawa Barat terpanjang hingga lima bulan ke depan. Awal musim kemarau bervariasi mulai April, Mei, Juni, hingga mengalami puncaknya pada Juli dan Agustus 2026 mendatang
Sebagian wilayah Jawa Barat sudah memasuki peralihan musim, memasuki musim kemarau awal April. Menjelang peralihan musim hujan ke musim kemarau, sejumlah bencana hindrometeorologi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di wiayah Bandung Raya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), telah mengimbau agar masyarakat di Jawa Barat, termasuk wilayah Bandung Raya, waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi dalam sepekan ke depan. BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Barat, hingga 5 April 2026.
Menurut Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, kondisi tersebut, dipicu oleh suhu muka laut yang hangat serta adanya pola siklonik di Samudra Hindia membentuk pertemuan angin tepat di atas Pulau Jawa. Awal musim kemarau di Jawa Barat akan bervariasi mulai April, Mei, hingga Juni, hingga mengalami puncaknya pada Juli dan Agustus 2026.
Mengutip dari akun Instagram resmi BMKG Jawa Barat, berikut prediksi awal musim kemarau di wilayah Jawa Barat:
– Maret 2026 sebanyak 2%: sebagian kecil Jawa Barat bagian utara.
– April 2026 sebanyak 10%: sebagian kecil Jawa Barat bagian utara.
– Mei 2026 sebanyak 56%: sebagian besar wilayah Jawa Barat.
– Juni 2026 sebanyak 30%: Jawa Barat bagian tengah dan tenggara.
Sebagian besar wilayah Jawa Barat mengalami awal musim kemarau lebih cepat dibanding kondisi normalnya. Sebagian besar wilayah Jabar juga akan mengalami kemarau lebih kering dibanding kondisi biasanya.
Sejumlah wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami musim kemarau pada tahun 2026, lebih kering dan berlangsung lebih panjang, dengan durasi mencapai empat hingga lima bulan. BMKG menyebut, daerah lebih dulu memasuki musim kemarau berpotensi mengalami durasi paling panjang, meliputi wikayah Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, serta sebagian wilayah Cirebon, yang mulai mengalami kemarau, sejak Maret hingga April 2026.
Awal musim kemarau yang lebih cepat, wilayah-wilayah ini berpotensi mengalami kemarau hingga sekitar Agustus-September 2026, atau empat hingga lima bulan ke depan. Sementara itu, wilayah lain, seperti Bandung Raya, Sumedang, Garut, Majalengka, dan Kuningan, diprediksi mengalami kondisi lebih kering dari normal, dengan awal kemarau sekitar April-Mei 2026.
Wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, serta Pangandaran, diperkirakan mulai memasuki kemarau pada Mei hingga Juni 2026, dengan durasi relatif lebih singkat. BMKG juga mencatat, sekitar 81 persen wilayah Jawa Barat mengalami musim kemarau lebih panjang, dan 93 persen wilayah mengalami kondisi lebih kering dari normal pada tahun 2026.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. Curah hujan tinggi disertai angin kencang, selanjutnya potensi bencana kekeringan memasuki kemarau panjang, sejak April 2026.
“Kita tahu, wilayah Jawa Barat rawan bencana, ketika musim hujan bencana longsor dan banjir, saat kemarau terjadi kekeringan, bencana kebakaran hutan dan lahan,” ujar Erwan kepada wartawan, Selasa (31/03/2026) lalu.
Erwan mewanti-wanti masyarakat Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan untuk menekan dampak bencana. Musim hujan, puncaknya sampai akhir Maret, April sudah berkurang, Mei terjadi kemarau panjang. Masyarakat diimbau untuk menjaga ketersediaan air, lingkungan, jangan sampai nanti saat kemarau kekurangan air.
Setelah ini akan masuk musim kemarau panjang, masyarakat bisa kekurangan air, dan ada potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta harus bisa menyimpan ketersediaan air, jangan dibuang-buang,” kata Erwan.
Erwan juga menyinggung potensi bahaya yang mengintai masyarakat di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pasca bencana tanah longsor hingga menelan korban jiwa 80 orang. Masyarakat sekitar harus waspada, apalagi wikayah Desa Pasirlangu berada di garis sesar Lembang.
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Stadion Sudiang di Kota Makassar, Sulawesi Selatan,…
SATUJABAR, BANDUNG - Perjalanan kereta api di lintas Maswati–Sasaksaat (MSI–SKT) telah kembali normal pada Kamis…
SATUJABAR, JAKARTA - Produsen tempe Indonesia berhasil menjalin kerja sama pengembangan distribusi produk tempe lokal…
SATUJABAR, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami pascagempabumi di…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melayangkan surat pemanggilan kedua kepada Google (YouTube)…
SATUJABAR, BANDUNG - Lembaga riset The Korean Business Research Institute merilis peringkat reputasi brand untuk…
This website uses cookies.