Berita

Menteri ESDM Arifin Tasrif Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional

BANDUNG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN), memimpin Sidang Anggota Ketiga Tahun 2024.

Sidang kali ini membahas sejumlah isu strategis terkait kebijakan energi nasional.

Dalam rapat tersebut, dibahas beberapa agenda utama termasuk peninjauan harga energi yang berkeadilan, progres Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional (RPP KEN), pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia, antisipasi krisis energi, dan pemanfaatan bioavtur.

Menanggapi isu harga energi, Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa harga minyak dunia yang tinggi dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 dan konflik global.

Dia juga mencatat bahwa harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg belum berubah sejak tahun 2008, sementara harga LPG non-subsidi mengalami fluktuasi signifikan.

Arifin menyoroti bahwa tarif listrik di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN.

“Sekarang bagaimana kita bisa melakukan percepatan program Jaringan Gas Kota (Jargas). Pemerintah juga mengupayakan harga gas yang ekonomis untuk mendukung program ini dalam jangka panjang,” ujar Arifin dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/7) melalui siaran pers.

RPP KEN

Selain itu, Sidang Anggota juga membahas progres RPP KEN yang telah mendapatkan persetujuan dari fraksi-fraksi di Komisi VII DPR RI untuk pembahasan lebih lanjut. Arifin menekankan perlunya mempertajam pembahasan RPP KEN agar memiliki dasar hukum yang kuat, terutama terkait infrastruktur energi.

Terkait pengembangan PLTN, Arifin menyoroti perlunya alur birokrasi yang efisien serta pembelajaran dari negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Korea Selatan dalam menggunakan energi nuklir dengan efektif.

“Kita perlu mekanisme yang efisien dalam pembangunan PLTN. Mungkin kita bisa mempercepat proses persetujuan dengan mengadopsi teknologi yang telah teruji dari negara lain,” tambahnya.

Dalam konteks antisipasi krisis energi, Arifin menyoroti tingginya impor Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia.

Dia mendorong pengurangan penggunaan BBM melalui program kendaraan listrik dan optimalisasi sumber daya alam untuk energi.

“Sumber daya mineral kita, termasuk yang dapat digunakan untuk baterai kendaraan listrik, harus dimanfaatkan secara maksimal,” tuturnya.

Terkait pemanfaatan bioavtur, Arifin menekankan pentingnya membangun industri dalam negeri untuk mencapai kemandirian energi.

Turut hadir dalam sidang ini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang juga menyoroti perlunya pendalaman industri dalam negeri untuk memproduksi bioavtur secara masif guna memenuhi kebutuhan domestik.

Editor

Recent Posts

Pencuri Modus Ganjal ATM di Bogor Ditangkap, 41 Kartu ATM Disita

SATUJABAR, BOGOR--Pelaku pencurian modus ganjal ATM di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditangkap polisi. Dari tangan…

4 jam ago

Kejuaraan Renang Pelajar se-Jabar 2026 Dibuka Bupati Garut

SATUJABAR, GARUT – Kejuaraan Renang Pelajar se-Jawa Barat Piala Bupati Garut Tahun 2026 resmi berlangsung…

4 jam ago

KTT Asean 2026: Bahas Myanmar & Konflik Batas Negara

SATUJABAR, CEBU – KTT Asean 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong penguatan stabilitas dan…

7 jam ago

Haji 2026: 117.452 Jemaah Diberangkatkan, 20 Wafat

SATUJABAR, MAKKAH — Hingga Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah…

7 jam ago

Edutrip Dorong Pariwisata Indonesia

SATUJABAR, JAKARTA- Edutrip menjadi salah satu jalan untuk mendorong kinerja sektor pariwisata Indonesia. Oleh karena…

8 jam ago

Kejadian Bencana Per 9 Mei 2026 dan Penanganan BNPB

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana baru yang terjadi…

8 jam ago

This website uses cookies.