Berita

Mendag Lepas Ekspor Koral Hidup ke AS

BANYUWANGI – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, bisnis budi daya koral hidup memiliki daya tarik kuat dan peluang besar untuk ekspor. Menurutnya, produk berbasis potensi kelautan dan perikanan Indonesia dapat terus dikembangkan untuk mendorong ekspor komoditas bernilai tambah dan berdaya saing. Mendag Busan pun mengajak pelaku usaha budidaya koral dan ikan hias untuk memanfaatkan program pengembangan ekspor dari Kementerian Perdagangan agar dapat memperkuat penetrasi ke pasar global.

Hal tersebut disampaikan Mendag Busan usai melepas ekspor koral hidup hasil budi daya PT Sri Kandi Aquarium, salah satu eksportir dan pembudi daya koral hias, di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (28/8). Ekspor koral hidup senilai USD 2.500 atau sekitar Rp41 juta tersebut ditujukan ke Amerika Serikat (AS).

“Produk koral budi daya memiliki potensi pasar yang baik, termasuk di pasar global. Kementerian Perdagangan dapat memberikan pendampingan khusus untuk produk kelautan seperti koral agar nilai jualnya lebih bagus dan produknya lebih menarik. Pendampingan ini adalah bagian dari upaya kami meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” ujar Mendag Busan melalui keterangan resmi.

PT Sri Kandi Aquarium mencatatkan kinerja ekspor senilai USD 450 ribu atau setara Rp7,8 miliar pada 2025. Tujuan ekspor terbesarnya adalah AS serta beberapa negara di kawasan Uni Eropa dan Asia. PT Sri Kandi Aquarium rutin mengekspor sekitar 6–15 kali dalam sebulan berdasarkan permintaan. Mendag Busan mengapresiasi PT Sri Kandi Aquarium yang terus mengembangkan budidaya koral hias serta memperluas pasar ekspornya di pasar global.

PT Sri Kandi Aquarium juga tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Karang Hias Nusantara (KPKHN). Budidaya dilakukan secara in situ di perairan Selat Bali yang memiliki arus kuat, kedalaman, dan topografi terumbu yang sesuai untuk pertumbuhan koral hias. Hingga saat ini, PT Sri Kandi Aquarium telah berhasil mengembangkan 27 jenis koral, di antaranya Acropora, Euphyllia, Alveopora, dan Montipora yang telah diekspor ke berbagai negara.

Mendag Busan menilai, pengembangan koral hasil budi daya dapat berjalan seiring dengan penguatan komoditas ikan hias Indonesia. Keduanya memiliki pasar yang saling terkait, khususnya untuk memenuhi kebutuhan hobi akuarium di pasar global. Oleh karena itu, peningkatan daya saing tidak hanya dilakukan melalui pembukaan akses pasar, tetapi juga melalui diversifikasi pasar.

“Kemendag terus mendorong dan memberikan pendampingan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar produk-produk lokal kita dapat meningkatkan pasar ekspornya. Upaya ini termasuk melalui promosi dan pencarian buyer di berbagai negara,” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan menjelaskan, untuk memperluas pasar ekspor, Kemendag memiliki 46 perwakilan perdagangan (perwadag) di 33 negara yang terdiri atas Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC). Para perwadag bertugas mempromosikan produk Indonesia dan mencari buyer potensial di negara tujuan ekspor.

Melalui perwadag, para pelaku usaha dapat memanfaatkan fasilitasi penjajakan kerja sama bisnis (business matching) untuk bertemu calon buyer dari luar negeri. Pelaku usaha tidak harus datang langsung ke negara tujuan karena penjajakan dapat dilakukan secara daring. “UMKM cukup presentasi secara daring ke calon buyer melalui fasilitasi kami,” ujar Mendag Busan.

Pemilik PT Sri Kandi Aquarium, I Ketut Sukandi, mengungkapkan, proses ekspor selama ini telah berjalan dengan baik. Ia berharap, integrasi perizinan antarkementerian dapat terus diperkuat dan diterapkan otomatisasi sehingga administrasi ekspor bisa lebih cepat dan efisien.

“Secara umum, proses ekspor sudah berjalan dengan baik. Kami berharap perizinan antarkementerian dapat semakin terintegrasi secara otomatis. Dengan begitu, kami tidak perlu lagi mengajukan dokumen secara manual sehingga ekspor dapat lebih cepat dan efisien,” ujar Ketut.

Turut hadir dalam pelepasan ekspor tersebut, yaitu Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan jajaran direksi PT Sri Kandi Aquarium. Mendag Busan turut didampingi Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi.

 

Peringkat 2 Dunia

Indonesia memiliki posisi kuat sebagai eksportir koral dunia. Pada Januari–Juni 2026, nilai ekspor koral Indonesia mencapai USD 8,8 juta, meningkat 2,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 8,5 juta. Kinerja ini menunjukkan ekspor koral Indonesia berpeluang untuk terus dikembangkan.

Sementara itu, Indonesia menempati posisi kedua eksportir koral dunia pada 2025 dengan pangsa 12,68 persen atau setelah Jepang yang sebesar 20,92 persen. Nilai ekspor produk koral Indonesia pada periode tersebut mencapai USD 18,12 juta dengan total volume ekspor sebesar 9,55 ton.

Pasar tujuan ekspor koral Indonesia pada 2025, antara lain, Tiongkok sebesar USD 4,63 juta atau 25,57 persen pangsa ekspor koral Indonesia ke dunia, AS sebesar USD 4,59 juta atau 25,37 persen, Vietnam sebesar USD 1,78 juta atau 9,82 persen, Jerman sebesar USD 863 ribu atau 4,76 persen, serta Inggris sebesar USD 846 ribu atau 4,67 persen.

Editor

Recent Posts

Presiden Prabowo Sambut Presiden Timor-Leste Ramos-Horta

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta bersama 20 peraih Nobel…

1 jam ago

SPPG Tak Penuhi Standar Ditutup Permanen Sebanyak 455 Unit

Sebanyak 833 SPPG telah ditutup dan 455 SPPG lainnya akan ditutup permanen karena tidak memenuhi…

1 jam ago

KPK Geledah Kantor Disdik Kabupaten Bogor, Bawa Keluar 2 Koper Besar

SATUJABAR, BOGOR--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Jawa…

3 jam ago

Mayat Wanita Bertato Ditemukan di Pantai Karang Hawu Sukabumi

SATUJABAR, SUKABUMI--Sosok mayat wanita bertato ditemukan tergeletak di pesisir Pantai Karang Hawu, Kabupaten Sukabumi, Jawa…

4 jam ago

Titik Panas Terpantau Bertambah, Kemenhut Intensifkan Koordinasi

Titik panas hingga Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 21.14 WIB terdeteksi 717 hotspot dengan tingkat…

5 jam ago

Kuda Laut Jantan Justru yang ‘Melahirkan’, Kok Bisa?

JAKARTA – Kuda laut jantan justru menjadi individu yang mengerami dan melahirkan keturunan mereka. Ya!…

5 jam ago

This website uses cookies.