Berita

Menag Nasaruddin: Persiapan Haji Hampir 100 Persen

Kloter pertama jamaah haji Indonesia akan mulai berangkat ke Tanah Suci pada 2 Mei 2025.

SATUJABAR, JAKARTA — Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar mengatakan, sampai saat ini persiapan yang dilakukan sudah hampir 100 persen. Karena, menurut dia, masih ada masalah kecil yang perlu dirumuskan.

“Insya Allah, jadi saya tidak ingin mengatakan 100 persen, karena masih ada asesoris-asesoris yang tentu perlu dirumuskan,” ujar Nasaruddin saat menghadiri pembukaan Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2025 di Asrama Haji Bekasi.

Namun, kata dia, pada prinsipnya berbagai jenis layanan untuk jamaah haji sudah siap semua, seperti akomodasi, konsumsi, dan transportasi. “Hotel di Makkah, hotel di Madinah, kemudian juga termasuk katering, termasuk kendaraan, bus-bus, dan termasuk juga pesawat itu, semuanya sudah selesai,” ucap Nasaruddin.

Pihak Kemenag juga baru bertemu juga dengan Dirjen Imigrasi Saudi Arabia. Menurut dia, pemerintah Arab Saudi memuji langkah-langkah yang dilakukan Indonesia dalam menertibkan jamaahnya.

Diketahui, kloter pertama jamaah haji Indonesia akan mulai berangkat ke Tanah Suci pada 2 Mei 2025. Jamaah pun diminta untuk mempersiapkan segala sesuatu yang perlu dimuat supaya tidak tertinggal. Dari mulai perlengkapan ibadah hingga obat-obatan atau vitamin yang sekiranya perlu dibawa.

Namun, perlu diketahui terdapat sejumlah barang bawaan yang tidak boleh naik selama penerbangan. Menurut Kementerian Agama, barang yang dilarang dibawa selama penerbangan.

Barang yang dilarang itu antara lain bahan yang mengandung radio aktif, powerbank di atas 20.000 mAh atau 100 watt, magnit, barang yang mengandung racun, dan menyebabkan karat. Selain itu campuran oksid, bahan kimia yang dapat meledak, dan benda yang dapat melukai seperti gunting atau pisau juga dilarang naik.

“Tidak diperkenankan membawa cairan aerosol dan gen di atas 100 ml ke dalam tas kabin,” tulis Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh dalam surat edarannya.

Kemudian, obat-obatan yang berbentuk cairan lebih dari 100 ml juga hanya boleh dimasukkan ke dalam bagasi tercatat maksimal 2 liter yang dikemas dalam wadah masing-masing 500ml.

Pun halnya nanti sepulang dari tanah suci juga aturan khusus, termasuk soal air zam-zam.  Jamaah tidak diperkenankan memasukkan air zam-zam ke dalam tas bagasi tercatat dan tas kabin.

Apabila ternyata terdeteksi terdapat air zam-zam, maka jamaah bersangkutan dapat dikenakan denda sesuai dengan peraturan penerbangan.  “Pihak penerbangan tidak bertanggung jawab bila terdapat kehilangan barang akibat adanya sweeping air zam-zam di tas jamaah,” tegas keterangan Dirjen PHU. (yul)

Editor

Recent Posts

Perkuat Integritas dan Keberkahan Operasi, Perwira Kilang Balongan Gelar Doa Bersama

SATUJABAR, BALONGAN – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan terus menanamkan budaya kerja yang…

6 jam ago

‘Pak Ogah’ di Banjar Ditemukan Tewas di Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

SATUJABAR, BANJAR--Seorang pria di Kota Banjar, Jawa Barat, yang berprofesi sebagai 'Pak Ogah', atau pengatur…

9 jam ago

Indonesia Bangun AI Factory Terbesar di ASEAN, Menkomdigi: Langkah Besar Menuju AI Hub Regional

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyambut baik peluncuran Zankore by Indosat,…

10 jam ago

Transformasi Digital Perkuat Layanan, bank bjb Raih Lima Titanium Awards pada PRIMA Awards 2026

BALI – Komitmen bank bjb dalam menghadirkan layanan perbankan yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan…

10 jam ago

Bandara Husein Layani Bandung-Palembang, Sudah Beroperasi

SATUJABAR, BANDUNG - Antusiasme masyarakat terhadap kembali beroperasinya penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung…

10 jam ago

Bandung Game Demo Day, Panggung Talenta Gim Lokal Bandung

SATUJABAR, BANDUNG - Bandung Game Demo Day yang digelar Pemkot Bandung di Gedung Serbaguna Balai…

10 jam ago

This website uses cookies.