Mantan Bupati Kuningan Acep Purnama Wafat. (FOTO: Humas Kabupaten Kuningan)
KUNINGAN – Mantan Bupati Kuningan Acep Purnama wafat Kamis 23 Mei 2024, sekira Pukul 12.00 WIB di Rumah Sakit Immanuel Bandung.
Seperti diberitakan situs Pemkab Kuningan, Acep merupakan Bupati Kuningan Periode 2016-2018 dan Periode 2018-2023.
Jenazah diberangkatkan dari Bandung menuju Kuningan sekitar Rabu sore dan akan dimandikan di kediaman Almarhum di BTN Cigugur Jalan Wahana 3 samping Masjid Al-Islah RT 30/ RW 15 Kelurahan Cigugur.
Selepas itu di sholatkan dan di lepas secara resmi oleh Pj. Bupati Kuningan Raden Iip Hidajat di Masjid Syi’arul Islam Kuningan, kemudian akan di makamkan di TPU BTN Cigugur.
Acep Purnama dilantik menjadi Bupati Kuningan menggantikan Utje Choeriah Suganda pada sisa masa jabatan 2016-2018.
Kembali terpilih menjadi Bupati Kuningan pada pemilihan kepala daerah tahun 2018 bersama Ridho Suganda.
Almarhum meninggalkan seorang istri Ika Siti Rahmatika, 5 orang anak dan 4 orang cucu.
Beliau pernah menjabat sebagai Ketua DPRD tahun 2009-2013, Wakil Bupati Kuningan tahun 2013-2016, Bupati Kuningan Tahun 2016-2018, dan Bupati Kuningan 2018-2023.
Selain jabatan politis Almarhum adalah seorang pengusaha di bidang perhotelan dan perdagangan hasil bumi.
Pemkab Kabupaten mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas mantan Bupati Kuningan Acep Purnama wafat.
Semoga Almarhum meninggal meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Serta atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan loyalitas, pengabdian untuk pembangunan di Kabupaten Kuningan selama menjabat sebagai Bupati Kuningan.
“Kita doakan semoga Almarhum H. Acep Purnama, SH., MH mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, di ampuni segala dosa kekhilafannya,” kata Iip.
Kamis (23/05/2024) Ratusan warga Kuningan mengiringi kepergiannya.
Seusai Sholat Isya, rangkaian acara penghormatan terakhir dimulai dengan pelaksanaan Sholat Jenazah di Masjid Syiarul Islam Kuningan.
Sholat Jenazah dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kuningan, KH Dodo Syarif Hidayatullah.
Suasana haru menyelimuti masjid saat adik almarhum menyampaikan permohonan maaf mewakili sang kakak kepada seluruh jamaah dan masyarakat Kabupaten Kuningan.
“Kami sekeluarga memohon maaf atas segala kesalahan dan khilaf almarhum selama hidupnya,” ujarnya dengan suara bergetar.
Pemakaman dijadwalkan pada Jumat pagi, 24 Mei 2024. Keputusan ini diambil demi memastikan prosesi pemakaman berjalan lancar, khidmat dan penuh hormat.
Kebutuhan susu untuk kebutuhan bahan baku industri pengolahan nasional mencapai sekitar 5 juta ton setara…
SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…
SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…
SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…
SATUJABAR, BANDUNG - Dadan Hindayana, lahir 10 Juli 1967 di Garut Jawa Barat, adalah birokrat…
Anggaran pelatnas Asian Games 2026 menurun signifikan dibanding tahun 2022, dari Rp 389.819.933.817 kini menjadi…
This website uses cookies.