Berita

Lucky Hakim: Siap Lakukan Percepatan Investasi Kawasan Industri 1.000 Hektare

Keberadaan Kawasan Industri Losarang diharapkan menjadi kebangkitan perekonomian di Kabupaten Indramayu.

SATUJABAR, INDRAMAYU – Kementerian Perindustrian RI melakukan verifikasi lapangan terkait pengajuan Kawasan Industri Losarang Kabupaten Indramayu. Pengembangan Kawasan Industri Losarang ini direncanakan berdiri di lahan seluas 1.000 hektare.

Verifikasi dilakukan langsung Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian RI, Winardi, di Kawasan Industri Losarang. Kehadirannya diterima oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim dan Direktur Utama, PT Wiratama Indramayu Perkasa, Edward Sofiananda.

PT Wiratama Indramayu Perkasa merupakan perusahaan yang tengah mengembangkan Kawasan Industri Losarang yang direncanakan berdiri di lahan seluas 1.000 hektare. Untuk saat ini, proses pembebasan lahan yang telah selesai sekitar 300 hektare.

Direktur Utama, PT Wiratama Indramayu Perkasa, Edward Sofiananda menambahkan, di atas lahan sekitar 300 hektare tersebut, sudah terdapat 20 tenan yang siap untuk bergabung dan mendirikan pabriknya.

“Kami mengusulkan Kementerian Perindustrian agar kawasan yang kita bangun ini menjadi Kawasan Industri Losarang,” kata Edward, kemarin.

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, pihaknya siap melakukan percepatan untuk kemudahan investasi di Kabupaten Indramayu. Keberadaan Kawasan Industri Losarang diharapkan menjadi kebangkitan perekonomian di Kabupaten Indramayu.

Petani memanen garam di Losarang Indramayu. Daerah ini diproyeksikan akan menjadi kawasan industri dengan luas 1.000 hektare. (Dok. Istimewa)

Terkait dengan kesiapan tenaga kerja, pihaknya meminta semua pihak menyiapkan berbagai skema mulai dari pelatihan melalui BLK, sekolah kejuruan, hingga lainnya. “Kita ingin bahwa kehadiran industri di Indramayu ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Indramayu,” kata Lucky.

Sementara Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian RI Winardi menjelaskan, saat ini tengah berlangsung proses akhir penentuan akhir kawasan industri. Sebelumnya, Kementerian Perindustrian telah menerima berbagai dokumen persyaratan bahwa di Kabupaten Indramayu akan dibangun Kawasan Industri Losarang.

Setelah menerima dokumen maka pihaknya harus melakukan verifikasi lapangan secara langsung. “Kami datang ke sini untuk melakukan verifikasi lapangan secara langsung,” katanya.

Winardi menambahkan, setelah ditetapkan sebagai Kawasan Industri, maka perusahaan harus memenuhi ketersediaan ifrastruktur dasar, air, limbah, kantor pengelola, listrik, dan sarana logistik lainnya.

“Saat ini ada 166 Kawasan Industri di Indonesia. Jika selesai ditetapkan Kawasan Industri Losarang bisa jadi ke 167. Daerah yang memiliki Kawasan Industri ini cepat sekali mengalami perkembangan,” kata Winardi. (yul)

Editor

Recent Posts

KONI Dorong Konsolidasi PB Akuatik Indonesia Menyambut Asian Games 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn)…

2 jam ago

German Open 2026: Tiwi/Fadia Terhenti di Semifinal

SATUJABAR, JAKARTA – Pasangan ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti terhenti di…

2 jam ago

Dukung Menpora, DPR Minta Dugaan Pelecehan Atlet Panjat Tebing Diusut Tuntas

SATUJABAR, JAKARTA - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan keprihatinan dan kecaman keras…

2 jam ago

Balapan Liar di Garut Dibubarkan Polisi, 5 Pemuda dan 12 Sepeda Motor Diamankan

SATUJABAR, GARUT--Aksi balapan liar di Bulan Ramadhan menjelang Sahur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dibubarkan…

20 jam ago

Suami-Istri Pelaku TPPO 13 Warga Jabar ke NTT Ditahan Polisi

SATUJABAR, BANDUNG--Pasangan suami-istri, pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap 13 perempuan warga Jawa Barat…

21 jam ago

Pertamina Patra Niaga Hadirkan Momen Ramadan dan Idul Fitri dengan Promo Spesial Bright Gas, Tukar Tabung Gratis hingga Cashback MyPertamina

SATUJABAR, JAKARTA - Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Pertamina Patra Niaga menghadirkan beragam…

23 jam ago

This website uses cookies.