Berita

Longsor & Banjir Landa Garut Selatan

BANDUNG: Longsor dan banjir menimpa sejumlah tempat di Kabupaten Garut akibat hujan deras yang melanda di kawasan itu.

Dua titik longsor terjadi di Kecamatan Pameungpeuk, Cisompet dan Cihurip.

Wakil Bupati Helmi Budiman meninjau kondisi lokasi bencana yang terjadi di Garut bagian Selatan itu.

“Ada rumah satu yang hancur, kemudian ada satu korban yang meninggal dunia, satu lagi dirawat di rumah sakit, ini saya mohon doa ya untuk kedua orang ini yang masih dirawat mudah-mudahan sehat, yang meninggal diterima iman islamnya,” ujarnya dikutip situs Pemprov Jabar.

Selain itu, ia mengungkapkan jika rumah hingga sekolah juga ikut terdampak akibat bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cisompet.

“Sedang dilakukan pembersihan, kita berharap dalam dua hari ini sudah dibersihkan sarana-sarana umum (yang terdampak),” ungkapnya.

BANJIR

Sementara, untuk banjir di Kecamatan Pameungpeuk, Wabup Garut menilai lebih besar dibanding banjir tahun 2020 lalu.

Meski begitu, ia mengatakan jika saat ini seluruh penghuni rumah yang terdampak sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

“Ada 40 rumah yang mengungsi, mudah-mudahan ini sekarang kita sedang berusaha semaksimal mungkin agar kita bisa segera bersihkan dan segera dapat ditinggali lagi,” katanya.

Akibat bencana yang terjadi di Garut bagian selatan ini, imbuh Wabup Garut, banyak sarana umum yang terdampak dan mengalami kerusakan, contohnya jembatan hingga jalan yang putus.

“Nah ini (jalan) yang putus itu yang di Cihurip (dan) Singajaya itu vital, karena itu menghubungkan antara dua kecamatan, yang itu besar jalannya (ada) di Cihurip, kemudian juga yang di Cisompet ada yang putus yang haurkoneng, jadi jembatan yang putus itu, kemudian jembatan yang putus ini banyak, jembatan lagi didata dulu,” imbuhnya.

Ia menyampaikan jika pihaknya akan menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari yang dimulai sejak hari ini.

“Jadi kita tetapkan mudah-mudahan 7 hari selesai, kita tetapkan dulu karenakan supaya gerak kita bisa leluasa,” tandasnya.

Musim penghujan memang kerap disusul kejadin longsor di Jabar bagian selatan karena topografi wilayahnya yang berbukit-bukit.

Editor

Recent Posts

Serie A 2026-2027: Epic Comeback Inter Milan

BANDUNG – Serie A 2026-2027 memasuki pekan ketiganya. Pada Sabtu 5 September 2026, Inter Milan…

26 menit ago

Liga Inggris 2026-2027: Manchester City Amankan 3 Poin

BANDUNG - Liga Inggris 2026-2027 memasuki pekan ketiganya. Pada Sabtu 5 September 2026 Manchester City…

35 menit ago

BMKG: Dentuman di Bandung Bukan dari Gempa Bumi

BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Bandung memastikan bahwa fenomena…

12 jam ago

Harga Emas Sabtu 5/9/2026 Antam Rp 2.640.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 5/9/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…

13 jam ago

China Masters 2026: An Se Young Jumpa Tomoka Miyazaki di Final

SHENZHEN — China Masters 2026 atau LI-NING China Masters 2026 berlangsung mulai 1 hingga 6…

14 jam ago

Indonesia Sports Summit 2026, Lompatan Kuantum Olahraga Indonesia

Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 menghadirkan para pemimpin nasional dan global untuk membicarakan arah masa…

14 jam ago

This website uses cookies.