Berita

Kuliner Mi di Cibadak Viral, Pemkot Bandung Edukasi Pedagang dan Perhatikan Label Nonhalal

SATUJABAR, BANDUNG – Satpol PP Kota Bandung melakukan edukasi dan teguran kepada seorang pedagang kuliner di kawasan Cibadak yang sempat viral di media sosial karena diduga menggunakan bahan nonhalal tanpa mencantumkan penanda yang jelas kepada konsumen.

Sekretaris Satpol PP Kota Bandung, Idris Kuswandi, mengatakan bahwa penanganan dilakukan pada Jumat, 12 Desember, melalui tim edukasi serta tim cegah dan deteksi dini Satpol PP Kota Bandung.

Tim melakukan penelusuran informasi dan menemui pedagang yang bersangkutan di kediamannya karena saat itu sudah tidak berjualan.

“Dalam pertemuan tersebut, kami melakukan wawancara sekaligus edukasi. Yang bersangkutan mengakui menggunakan minyak B2 sebagai salah satu bahan pengolahan makanan, dan hal itu dituangkan dalam surat pernyataan,” ujar Idris kepada Humas Kota Bandung.

Dalam surat pernyataan tersebut, pedagang menyatakan kesediaannya untuk memasang penanda yang jelas bahwa produk yang dijual mengandung unsur nonhalal.

Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui sejak awal dan dapat memilih makanan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Selain itu, Satpol PP juga mengingatkan agar pedagang tidak menggunakan atribut atau tampilan yang berpotensi menimbulkan persepsi seolah-olah makanan yang dijual aman atau halal bagi seluruh konsumen.

Ke depan, pedagang diminta berjualan secara wajar dengan memberikan informasi yang transparan.

Idris menegaskan bahwa Satpol PP Kota Bandung telah memberikan teguran secara lisan dan akan melakukan pengawasan secara berkala.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan komitmen yang telah disampaikan dalam surat pernyataan benar-benar dijalankan.

“Tentu menjadi perhatian bersama. Kami akan tetap melakukan kontrol, komunikasi, dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat, baik warga Kota Bandung maupun pendatang, agar lebih cermat dan bijak dalam memilih makanan, tidak hanya dari sisi kesehatan tetapi juga kesesuaian dengan keyakinan.

Selain itu, Satpol PP Kota Bandung mengingatkan para pelaku usaha kuliner untuk lebih terbuka dan jujur kepada konsumen.

Mengingat mayoritas masyarakat Kota Bandung tidak mengonsumsi makanan nonhalal, keterbukaan informasi mengenai bahan makanan dinilai sangat penting untuk melindungi konsumen dan menjaga kepercayaan publik.

“Penanda atau tulisan bisa dipasang di gerobak, etalase, atau media lain yang mudah dilihat. Prinsipnya, jangan sampai konsumen tidak mengetahui informasi penting terkait produk yang dikonsumsi,” tutur Idris.

Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memastikan segera melakukan pengecekan dan pemantauan berkala.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menyatakan, Bidang Kemanan Pangan DKPP telah memonitor ke lokasi. Pelabelan nonhalal bakal dilakukan segera.

“Kami sudah cek. Pemasangan label nonhalal akan segera kami lakukan,” terang Gin Gin.

Editor

Recent Posts

Timur Tengah Memanas, Jajaran Kemlu Eratkan Komunikasi Dengan WNI

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI)…

1 jam ago

Minta Maaf, Menag: Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait zakat yang…

1 jam ago

Kemenhaj Imbau Warga Tunda Umrah, Persiapan Haji Tetap Jalan

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis…

2 jam ago

Kayu Raru Kandidat Herbal Antidiabetes, Ungkap BRIN

SATUJABAR, JAKARTA - Diabetes masih menjadi tantangan kesehatan global, termasuk di Indonesia. Hampir setengah miliar…

2 jam ago

Bupati Bogor Apresiasi Event ‘Dash Run’

SATUJABAR, CIBINONG - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengapresiasi atas semangat luar biasa yang ditunjukkan anak-anak…

3 jam ago

Mantap! Daya Saing Kabupaten Sumedang Peringkat Satu di Jawa Barat, Peringkat Lima Nasional

SATUJABAR, SUMEDANG - Kabupaten Sumedang menempati peringkat pertama di Provinsi Jawa Barat dan peringkat kelima…

3 jam ago

This website uses cookies.