Kuda laut.(Foto: Humas BRIN)
SATUJABAR, JAKARTA – Kuda laut yang menghuni laut Indonesia sebanyak 13 spesies yang tersebar di berbagai wilayah perairan nasional. Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Biota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Masayu Rahmia Anwar Putri, mengatakan, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring perkembangan riset dan penemuan spesies baru.
“Di Indonesia ada 13 spesies kuda laut, tapi itu saat ini. Seiring berjalannya waktu bisa terus bertambah,” kata Masayu dalam lokakarya bertajuk “Perspektif Masyarakat Pesisir dalam Mendukung Keberlanjutan Kuda Laut di Perikanan Indonesia”, di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin 18 Mei 2026 seperti dikabarkan Humas BRIN.
Masayu menerangkan, beberapa spesies yang ada di Indonesia kini berada dalam kategori terancam berdasarkan tingkat keterancaman global maupun nasional. “Untuk kuda laut saat ini, khususnya yang ada di Indonesia, ada yang berstatus critically endangered, endangered, dan vulnerable,” terangnya.
Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan hewan itu, ungkap Masayu, ialah minimnya data pelaporan pemanfaatan dan perdagangan. Kondisi ini membuat status populasinya di alam sulit dipastikan.
Ia mencontohkan, perdagangan mahluk itu ke luar negeri wajib dilengkapi dokumen Non-Detriment Findings (NDF) untuk memastikan pemanfaatannya tidak mengancam populasi di alam. “Kalau pemanfaatan dan perdagangan tidak dilaporkan, kita tidak mengetahui kondisi populasi sebenarnya,” katanya.
BACA JUGA: Euforia Bobotoh Usai Persib Bungkam PSM, Terjadi 19 Lakalantas Satu Orang Dibacok
Selain perdagangan, ancaman lain datang dari rusaknya habitat pesisir seperti lamun dan makroalga yang menjadi tempat hidupnya. Masayu mengatakan, kuda laut sangat bergantung pada habitat karena bukan “perenang” yang kuat. Hewan ini biasa mengaitkan ekornya pada lamun, alga, atau terumbu karang untuk bertahan di perairan.
“Ketika habitatnya terganggu, mereka akan kesulitan bertahan hidup,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya pemanfaatan kuda laut kering untuk obat tradisional dan suvenir. Menurut Masayu, tingginya nilai ekonomi membuat pemanfaatannya terus terjadi, dengan harga mencapai Rp1 juta hingga Rp8 juta per kilogram.
Dalam setiap kilogramnya, terdapat ratusan hingga ribuan ekor, tergantung ukuran spesiesnya. “Bayangkan kalau satu kampung mengambil kuda laut semua, kita tidak akan menemukannya lagi di daerah tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Masayu memaparkan sejumlah fakta unik kuda laut, salah satunya adalah jantan yang mengandung dan melahirkan anak. Telur dari betina dipindahkan ke kantong tubuh jantan untuk dierami selama sekitar satu hingga dua bulan hingga siap lahir.
“Di dalam kantong itu, embrio diberi oksigen dan diatur kadar garamnya sampai siap dilahirkan,” jelasnya.
BRIN juga bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memberikan rekomendasi kuota pemanfaatannya untuk kebutuhan perdagangan, penelitian, maupun indukan budi daya.
SIMAK JUGA: Cara Meraih Financial Freedom
Selain itu, BRIN menyusun pedoman translokasi dan restocking, serta mendukung penyusunan rencana aksi nasional untuk pengelolaannya yang berkelanjutan.
Masayu menekankan, pengelolaan kuda laut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah karena luasnya wilayah perairan Indonesia dan keterbatasan jumlah personel. Karena itu, ia mendorong masyarakat pesisir turut aktif melaporkan tangkapan, menjaga habitat, serta menyebarkan pengetahuan mengenai pentingnya konservasi kuda laut.
“Kalau masyarakat pesisir tidak mau berkontribusi, kita tidak bisa mendapatkan data yang sebenarnya,” katanya.
Pemahaman masyarakat terhadap keunikan dan ekologi hewan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk menjaga keberlanjutan spesies tersebut di alam.
Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Tanggal 7 Mei 2026 1. Tim Dewa United Banten FC…
Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Tanggal 5 Mei 2026 1. Sdr. Sri Mulyono (Ofisial Persipal…
Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Tanggal 4 Mei 2026 1. Tim Persekat U19 - Nama…
SATUJABAR, BANDUNG – IHSG Senin 18 Mei 2026 ditutup anjlok 2,32% ke level 6.567,40. Menurut…
SATUJABAR, BANDUNG--Dua peristiwa kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Dalam kecelakaan tersebut,…
SATUJABAR, JAKARTA - Alat deteksi halal portabel berbasis sensor cerdas molekuler dan electronic nose (e-nose)…
This website uses cookies.