FOTO: x.com
Terjadi kembali aksi pembullyan dari sejumlah remaja putri SMP di Kota Jambi korban ditinju berkali-kali, disundut rokok, hingga diancam untuk tidak melakukan visum.
Kasus ini ramai dibicarakan sebab video perundungan dari sejumlah remaja putri ini ramai tersebar di media sosial sehingga banyak masyarakat yang telah menyaksikan aksi tidak terpuji itu.
Saat korban diwawancarai, ia mengaku hal itu terjadi dikarenakan perseteruan remaja saling mengolok-olok satu sama lain di media sosial.
“Karena saling kato-katoan (cek cok), sama-sama tidak senang,” jelas korban pada hari Jumat (20/9).
Korban mengaku saat perkelahian terjadi, ia sempat dijambak, dipukul, diinjak, hingga disundut rokok, korban mengatakan bahwa serangan itu dilakukan oleh 8 hingga 10 remaja putri.
“Sempat dibentrukan ke aspal. Sekitar 8-10 orang lebih, itu cewek semua, mereka berhenti setelah kepala kami berdarah.”
“Mereka sempat mengancam tidak usah visum, kalau kami visum akan digebukin lagi lebih parah,” ucap korban.
Didalam rekaman video yang tersebar, korban terlihat dipegang sembari dijambak oleh satu orang, sedangkan ada orang lain yang melakukan serangan seperti memukul, menyundut, dan pada akhir video pelaku menyiram minuman kepada korban. Sedangkan pelaku lainnya hanya menonton sembari tertawa, dan ada juga yang merekam aksi tersebut.
Kapolresta Jambi, Kombes Eko Wahyudi mengatakan bahwa ia telah menerima laporan tersebut dan kasus ini dan sedang ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Jambi.(nza)
BANDUNG – Wisman ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati pada Juli 2026 tercatat sebanyak 232…
SATUJABAR, SUKABUMI--Viral di media sosial, seorang pria mengaku-ngaku sebagai wartawan, mengamuk di sebuah Sekolah Dasar…
BANDUNG - Ekspor Jawa Barat Januari-Juli 2026 mencapai USD 23,58 miliar atau naik 6,43 persen…
BANDUNG - Inflasi Jabar Agustus 2026 year on year (y-on-y) di Jawa Barat sebesar 3,13…
SATUJABAR, BANDUNG--Waspada buat para orangtua atas terjadinya kasus pornografi dan eksploitasi seksual terhadap anak di…
JAKARTA - Luas panen jagung pipilan Juli 2026 sebesar 0,23 juta hektare, mengalami penurunan sebesar…
This website uses cookies.