Berita

KPK Verifikasi Aduan Dugaan Korupsi Retret Kepala Daerah

Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi mencurigai dugaan konflik kepentingan terkait kegiatan tersebut.

SATUJABAR, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendalami aduan menyangkut adanya dugaan korupsi dalam pelaksanaan kegiatan retret kepala daerah di Akmil Magelang, Jawa Tengah, pada pekan lalu. Aduan itu sudah masuk dalam tahap verifikasi.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi melaporkan kegiatan retreat kepala daerah di Akmil Magelang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (28/2). Koalisi mencurigai dugaan konflik kepentingan terkait kegiatan tersebut.

Anggota Koalisi Feri Amsari mencurigai, pelaksanaan retreat bertentangan dengan regulasi. Ferry mengungkap, kejanggalan retreat kepala daerah seperti penunjukan PT LTI sebagai perusahaan yang mempersiapkan retreat.

“Di titik itu saja sebenarnya sudah ada konflik kepentingan dan proses pengadaan barang dan jasa pelatihan ini juga tidak mengikuti standar-standar tentu pengadaan barang dan jasa yang sebenarnya harus dilakukan secara terbuka,” kata Feri kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Feri memandang, proses penunjukan harusnya diadakan secara terbuka dan transparan. Hanya saja, Feri mengamati prinsip itu tidak terwujud dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kita merasa janggal, misalnya perusahaan PT Lembah Tidar Indonesia ini perusahaan baru, dan dia mengorganisir program yang sangat besar se-Indonesia,” ucap Feri.

Terkait aduan itu, Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan, aduan proses ini akan dilakukan penelaahan laporan. “Secara umum laporan yang masuk akan dilakukan verifikasi, telaah dan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan),” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto kepada wartawan, Senin (3/3/2025).

KPK tak dapat membocorkan perkembangan aduan itu lebih lengkap. Sebab perkembangannya hanya diinformasikan kepada pihak pelapor. “Yang di-update hasil pelaporan hanya pelapor saja,” ujar Tessa.

Tessa menyebut, nantinya pihak pelapor bisa saja dipanggil oleh KPK. Salah satunya guna melengkapi bukti yang kurang. “Bila ada bahan yang kurang, akan dimintakan kepada pelapor untuk dilengkapi,” ujarnya. (yul)

Editor

Recent Posts

Koordinasi Manajemen Talenta, Erick Thohir Usung Nilai Patriotik, Gigih, Empatik

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menghadiri Rapat Tingkat Menteri…

3 jam ago

ASEAN U-17 Boys Championship 2026: Indonesia Satu Grup Dengan Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste

SATUJABAR, JAKARTA - Timnas Indonesia U-17 tergabung di Grup A pada ajang ASEAN U-17 Boys…

3 jam ago

Persis Ramadan Expo 2026, Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Keumatan

SATUJABAR, BANDUNG - Pengurus Pusat Persatuan Islam (PP Persis) menggelar Persis Ramadan Expo 2026 yang…

3 jam ago

Perhatian! Pemkot Bandung Mulai Bangun Halte BRT di 232 Titik

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan mulai membangun halte Bus Rapid Transit…

3 jam ago

All England 2026: ‘Young Guns’ Raymond/Joaquin Harus Tampil All Out di Semifinal

SATUJABAR, BIRMINGHAM – Tampil menggebrak sejauh ini, Raymod Indra/Nikolaus Joaquin cukup memupus kesedihan wakil Indonesia…

4 jam ago

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Batangan Sabtu 7/3/2026 Rp 3.059.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Batangan Antam Sabtu 7/3/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual…

4 jam ago

This website uses cookies.